33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Kebakaran Dipicu Lampu Minyak Tumpah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Penyebab kebakaran yang merenggut dua korban nyawa, ibu dan anak, di Jalan Bugangan Raya 25 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, masih diselidiki pihak kepolisian. Dugaan sementara, penyebab kebakaran dipicu tumpahnya lampu minyak yang menyala setelah tersenggol salah satu penghuni rumah nahas tersebut.

Kemarin, sejumlah petugas Unit Inafis Polrestabes Semarang dan Unit Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang didampingi Polsek Semarang Timur mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas Labfor juga mengambil sejumlah barang bukti dan sampel berupa abu sisa kebakaran guna dilakukan uji laboratorium.

“Kami sudah lakukan olah TKP. Barang bukti ini kami kumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium guna mengetahui penyebab kebakaran,” ungkap Kasubbid Fisika dan Komputer Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang, AKBP Teguh Primono, saat memimpin olah TKP di lokasi kejadian, Senin (8/7).

Terkait titik api dan penyebabnya, Teguh belum berani membeberkan dengan alasan masih akan melakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Menurutnya, kalau kebakaran ini potensi panasnya ada pada proses elektrik, proses mekanik, biocemis, dan cemis.

“Belum ada dugaan. Terlalu dini kalau menduga penyebabnya. Sementara ini masih berdasarkan barang bukti dan teknis saja yang nanti akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Hasilnya satu minggu sudah keluar,” katanya.

Di sela olah TKP kemarin, salah satu penghuni rumah yang selamat Dorkas Puji Rahayu, 70, juga tampak di lokasi.

Menurut keterangan Puji, peristiwa itu bermula ketika ia sedang beraktivitas mengelem plastik menggunakan api dengan lampu minyak atau istilah bahasa jawanya sentir.

“Saya mau ngelasi plastik pakai sentir (lampu minyak) itu. Nah, saat saya nyari plastik, nyampluk sentir itu, kesenggol itu tumpah, jatuh pecah nyala,” ungkapnya usai melihat olah TKP petugas di rumahnya kemarin.

Api yang tadinya kecil tersebut langsung membesar lantaran minyak yang tumpah menyambar berkakas yang mudah terbakar. Puji mengaku, telah berupaya memadamkan dengan menggunakan handuk untuk ditutupkan ke api tersebut.  “Saya tutup handuk tidak bisa, kemudian ambil handuk basah tahu tahu api sudah nyala besar.

Meski demikian, upaya tersebut tidak berhasil hingga akhirnya api semakin membesar dan terjadi kebakaran seisi rumahnya. Termasuk merenggut dua anak dan dan cucunya, yakni Linda Maria, 47,dan  Karlina Winata, 10, di ruang lantai dua. Hanya saja, Puji enggan membeberkan lebih jauh kejadian ini.

“Saya masih shock, masih pusing, tadi malam tidak bisa tidur. Saya juga sudah ceritakan semuanya dengan jujur kepada kepolisian,” ujarnya.

Sedangkan informasi yang beredar, saat api membesar, Puji Rahayu sempat memanggil Linda untuk turun. Begitu melihat api, Linda berusaha menyelamatkan Dorkas. Namun ia teringat dengan anaknya, Karlina, yang masih di lantai dua. Linda kemudian naik lagi ke atas, tapi tidak juga terlihat keluar dari rumah hingga api melahap habis bangunan dan seisinya. (mha/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perekaman Data Penduduk Harus Maksimal

SEMARANG- Menghadapi Pilgub Jateng 2018, validitas dan perekaman data kependudukan harus segera diselesaikan. Hal itu merupakan tanggungjawab pemerintah dan dinas yang terkait dalam penyelesaiannya. Wakil...

Terima Pelajar, Pemilik Warung Disemprot Satpol

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Pemilik warung kopi, tempat play station (PS), dan warnet, Selasa (19/12) kemarin kena “semprot” petugas Satpol PP. Mereka ditegur karena membiarkan...

Partisipasi Pemilih Lampaui Target

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Kapolres Pekalongan dan Dandim 0710 Pekalongan bersama KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu (27/6) kemarin, melakukan pemantauan Pemilu...

MUI Jateng Serukan Umat Baca Qunut Nazilah

SEMARANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang...

Dulu Dijual di Alun-Alun Johar

Terasa ngangeni untuk disantap. Sebut Petis Bumbon, Ndok Mimi, Bubur India, dan Kolak Bolang-Baling, selalu ada saat bulan Ramadan. Hari biasa, memang ada tapi...

Idamkan Bentuk Tubuh Curvy

PERNAH punya pengalaman menderita penyakit tifus setelah lulus SMA beberapa waktu lalu, tubuh Berliana Rizki sempat menjadi gemuk. Karena bentuk tubuhnya berubah, mahasiswi Universitas...