33 C
Semarang
Selasa, 20 Oktober 2020

Bupati Pantau Kesiapan Pasar Darurat  

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (9/7) kemarin, melakukan sidak ke pasar Darurat di Keluarahan Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni untuk memastikan kondisi 1900 pedagang yang menempati Pasar daurat.

Bupati juga melakukan dialog dan diskusi untuk menampung keluh kesah pedagang. Sehingga Bupati Asip diharapkan dapat langsung memberikan solusi seperti keterbatasan air bersih dan musala yang kurang bersih karena lantainya belum dipasang karpet, serta terbatasnya tempat sampah.

Usai berkeliling, Bupati Asip menghadiri tasyakuran pedagang yang baru menempati pasar darurat meski beberapa hari sebelumnya banyak pedagang yang sudah mulai berjualan, khususnya pedagang sayuran yang datang lebih awal.

“Hari ini (kemarin, red) adalah hari pemindahan dan penempatan pasar darurat. Tadi pedagang membawa tumpeng, dan mengusung serta memasang sendiri barang-barang dagangan di los mereka,” ungkap Bupati Asip.

Menurutnya semangat para pedagang pasar darurat sangat luar biasa, meski kondisi pasar darurat transaksi jual beli tetap ramai, hal ini menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Induk Kedungwuni secara multiyears ini, sangat didukung pedagang.

“Suasana pemindahan dan penempatan tadi sangat kondusif, bahkan konsumen yang datang ke Pasar Darurat tetap ramai seperti kondisi pada Pasar Induk Kedungwuni. Pedagang sangat mendukung pembangunan pasar induk,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menandaskan bahwa Pemda telah menyiapkan lahan 5 hektare, di pasar darurat untuk menampung 1.900 pedagang pasar induk. Area itu untuk mengantisipasi adanya pedagang baru. “Aspirasi masyarakat sekitar 300 orang yang ingin ikut berdagang, juga sudah kita tempatkan. Namun masih proses,” sambungnya.

Arus lalu lintas sekitar pasar darurat dapat diatur sedemikian rupa sehingga pedagang dan konsumen merasa nyaman.”Secara keseluruhan semua berjalan lancar dan semua gratis. Pedagang hanya bayar retribusi saja setiap hari yang nilainya Rp 2.500 untuk pedagang kios, dan Rp1.000 untuk eceran,” tandas Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa pada tahun 2018 ini, Pemda Kabupaten Pekalongan akan membangun Blok B dan C di Pasar Kedungwuni dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari APBD tahun 2018 dan Rp 16 miliar bantuan dari Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah.

Menurutnya Pasar Kedungwuni modern diperuntukan pada pedagang lama yang memiliki Kartu SIP, yang jumlahnya lebih dari 1800 pedagang, dan pedagang baru akan dipikirkan setelah semua pedagang lama tertampung.“Pasar Kedungwuni modern yang baru ini, memang untuk UMKM, karena standar harga sewanya terjangkau dan murah,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...