Sudirman: Ganjar-Yasin Selamat Bekerja

  • Bagikan
LEGOWO : Sudirman Said-Ida Fauziyah bersama tim usai memaparkan pernyataan sikap di Hotel Patra Jasa Semarang. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
LEGOWO : Sudirman Said-Ida Fauziyah bersama tim usai memaparkan pernyataan sikap di Hotel Patra Jasa Semarang. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sudirman Said dan Ida Fauziyah mengaku akan menerima hasil keputusan KPU Jateng. Pasangan tersebut mengucapkan selamat bekerja untuk pasangan Ganjar-Yasin. Meski begitu, Sudirman-Ida Fauziyah akan tetap berkomitmen untuk ikut membangun Jawa Tengah.

Sidang pleno KPU Jawa Tengah, bahwa Pasangan nomor 1 (Ganjar Pranowo – Taj Yasin) memperoleh 10.362.694 suara, atau 58,78  persen dan Pasangan nomor 2 (Sudirman Said-Ida Fauziyah) mendapatkan 7.267.993 suara pemilih, atau 41,22  persen. “Alhamdulillah semua proses Pilgub Jateng sudah selesai. Kami berdua beserta seluruh partai pendukung dan relawan mandiri, mengucapkan Selamat Bekerja, mengemban amanah seluruh warga Jawa Tengah,” kata Sudirman Said saat membacakan pernyataan sikap Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di Hotel Patra Jasa Semarang.

Meski begitu, pihaknya memberikan sejumlah catatan untuk pembelajaran di Jateng. Pertama, Pilkada Jawa Tengah 2018 ini menyisakan tanda tanya tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Setidaknya ada potensi sebanyak 3,7 juta nama-nama pemilih memberi indikasi tidak akuratnya jumlah dan identitas pemilih Jawa Tengah. “Jumlah ini lebih besar dari selisih perolehan suara antara pasangan nomor 1 dan pasangan nomor 2. Terhadap hal yang amat serius ini, kami memandang belum ada penanganan yang cukup serius oleh pihak-pihak yang berwenang,” ujarnya.

Kedua, banyak pihak yang menyayangkan amat terbatasnya sosialisasi pasangan calon.  Hal ini disebabkan oleh kegagalan lelang alat peraga kampanye berulang-ulang. KPU Jawa Tengah mengalami tiga kali gagal lelang, baik lelang pencetakan brosur, pemasangan baliho, maupun pemasangan iklan di media cetak dan elektronik. Akibatnya proses sosialisasi jauh dari memadai. “Menjadi tanda tanya, mengapa dalam suasana adem ayem minim sosialisasi, tetapi partisipasi pemilih mencapai 67,97 persen; jauh di atas tingkat partisipasi dua Pilkada sebelumnya yang hanya 58,46 persen (2008), dan 54,25 persen (2013),” bebernya.

Ketiga, tidak dapat ditutupi bahwa sejumlah lembaga survei terus bersahut sahutan membangun persepsi yang merugikan pasangan calon nomor 2.  Hal ini mengakibatkan persepsi masyarakat tergiring sedemikian rupa, dan yang lebih penting, para pihak yang berpotensi mendukung paslon nomor 2, satu per satu menarik diri. Serta keempat, disinyalir terjadi tekanan kepada sejumlah pihak yang akan memberikan bantuan. Bahkan pada saat-saat terakhir yang amat menentukan, uang konsumsi untuk saksi pun mengalami semacam sabotase.

“Catatan ini bukanlah pernyataan sikap tidak menerima kekalahan, malahan justru dalam keterbatasan dan tekanan yang kami alami jumlah suara yang kami peroleh sejatinya adalah suatu kemenangan intrinsik,” bebernya. Sudirman Said – Ida Fauziyah berkomitmen untuk terus bersama-sama warga Jawa Tengah. (fth/zal)

  • Bagikan