33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Tidak 30 Persen, Dikembalikan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – SYARAT kuota 30 persen caleg perempuan dalam Pileg 2019 memiliki semangat untuk memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan menduduki jabatan publik. Tidak hanya kaum Adam, para perempuan pun bisa mengemban tugas di bidang perwakilan.

Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo, menjelaskan, ketentuan 30 persen itu memang diharuskan sesuai dengan jumlah calon yang diajukan. Jika tidak memenuhi syarat ini, maka secara langsung KPU akan mengembalikan syarat-syarat pendaftaran yang diajukan partai. ”Kalau tidak memenuhi kita kembalikan,” tegas Joko.

Joko menilai, sebelumnya lembaga perwakilan memang banyak diduduki oleh laki-laki. Dengan semangat ini, maka perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hak mereka.

Pengalaman selama ini, dikatakan dia, tidak ada partai yang tidak mampu memenuhi persyaratan untuk memenuhi kuota tersebut. Dengan pengalaman ini pula, ia meyakini bahwa pada pemilu legislatif mendatang semua partai akan sanggup memenuhi kuota tersebut. ”Tentu kami harap partai politik berkomitmen juga memenuhi kuota itu,” kata Joko.

Sama halnya di Kota Semarang, hingga saat ini kuota 30 persen perempuan selalu dapat dipenuhi oleh partai politik. Sebab, kuota ini memang sudah menjadi ketentuan yang diwajibkan UU. ”Kalau tidak memenuhi akan kita kembalikan untuk diperbaiki. Semua partai politik di pemilu 2014 sudah memenuhi semua. Dan 2019 kita yakin akan memenuhi juga,” ujar Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono.

Dijelaskan, secara formal partai politik yang akan mengajukan calon ke KPU harus menyertakan surat berita acara proses rekrutmen yang dilakukan secara terbuka dan demokratis menurut mekanisme internal atau AD/ART parpol bersangkutan. Tentunya,  pemahaman ini sudah dilakukan oleh semua partai politik. ”Mengenai persoalan di lapangan sebagaimana yang orang bilang asal comot untuk memenuhi itu kami tidak melihat itu sebagai proses. Karena secara formal harus dilengkapi berita acara itu tadi,” ungkapnya.

”Pada intinya, partai harus menyertakan berita acara proses itu yang terbuka, demokratis termasuk melarang napi koruptor, kejahatan seksual anak dan  bandar narkoba,” timpal Henry.

Dia menjelaskan, dalam ketentuan 30 persen ini, partai wajib mencalonkan 1 perempuan dalam 3 calon yang diajukan. ”Misanyal calegnya 7, tidak boleh dua perempuan di nomor 5,6,7. Misalnya 1,2,3 salah satu dari itu harus perempuan. 4,5,6 salah satu perempuan dan seterusnya,” jelasnya.

Ia berharap, partai politik menyelenggarakan proses seleksi secara terbuka dan demokratis. Dengan demikian, akan diperoleh calon wakil rakyat yang sesuai dengan yang dibutuhkan rakyat. ”Jika partai bagus, maka Indonesia akan menjadi bagus, begitupun sebaliknya,” tandasnya. (sga/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Unisbank Kejar Target Lulusan Berdaya Saing Global

SEMARANG – Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, terus mengejar target lulusan berdaya saing global. Sudah banyak jalinan kersama antara Unisbank dengan perguruan tinggi di luar...

Ida Ajak Berpolitik Sekaligus Beribadah

RADARSEMARANG.COM, JEPARA - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah mengajak kaum perempuan untuk tidak menjauhi politik. Hanya saja, politik yang dilakukan harus dilandasi...

Mahasiswa UM Magelang Teliti Gojek

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Tiga mahasiswa  Prodi S1 Akuntansi FEB UMMagelang mengadakan penelitian tentang  Efektivitas Pengendalian Internal Moralitas dan Integritas terhadap Pencegahan Fraud yang merupakan...

Rakorcab PDI Perjuangan Munculkan Satu Nama Cabub

MUNGKID-- Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang merekomendasikan satu nama calon bupati Magelang yang diajukan oleh pengurus Anak Cabang (PAC). Dalam...

Ajak Umat Buddha Jaga Toleransi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Sebanyak 820 umat Buddha se-Indonesia dan perwakilan biksu dari berbagai negara tetangga menggelar kegiatan Indonesia Tripitaka Chanting (ITC). Kegiatan yang berlangsung...

Roket Air SMP N 2 Sabet Juara di ITB

SEMARANG - Tiga siswa SMP N 2 Semarang, berhasil menyabet juara I dalam ajang Aero Creation yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Minggu (22/1) pekan...