33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Ibu dan Anak Tewas Terpanggang

Kebakaran Apotik di Bugangan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kebakaran rumah di Jalan Raya Bugangan 25 Kelurahan Rejosari Semarang Timur merenggut nyawa ibu dan anak sekaligus, Minggu (8/7), pukul 18.30. Keduanya terperangkap dalam kobaran api hingga tidak bisa menyelamatkan diri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban tewas bernama Linda Maria, 47, dan anak perempuannya Karlina Rinata, 10. Linda meninggal ketika hendak menyelamatkan putrinya di lantai dua setelah menyelamatkan orangtuanya, Puji Astuti, 70.

Menurut keterangan saksi mata, Ahmad Ubaidillah, sebelum peristiwa terjadi mencium bau asap menyengat di sekitar rumah korban. Kemudian, laki-laki penjual nasi bungkus di sebelah kanan rumah korban tersebut mengecek di rumah korban lantaran penasaran.

“Saya pas jualan, kok ada bau asap menyengat. Saya toleh kanan kiri, kemudian jalan ke kakan ngecek ada orang buka rolling dor di rumah itu (korban),” ungkapnya di lokasi kejadian.

Dari situ, Ahmad melihat ada seorang perempuan tua tergeletak di ruang masuk bagian bawah. Kemudian, perempuan tersebut diangkat keluar untuk diamankan dan dijauhkan dari kobaran api.
“Saya juga melihat perempuan (Linda) berjalan naik ke atas, mungkin bermaksud menyelamatkan anaknya. Tapi kok saya tunggu, tidak turun-turun,” bebernya.

Menurut pandangannya, api yang membakar bangunan rumah tersebut bersumber dari ruang belakang. Sempat terdengar ada ledakan keras yang diduga tabung gas, lalu api membesar. “Apinya dari ruang belakang, mungkin dapur. Api terus membesar, sampai di ruang bagian atas,” katanya.

Terkait laki-laki yang membuka rolling dor tersebut, Ahmad mengakui tidak mengenalnya. Bahkan situasi tersebut dalam keadaan panik lantaran sedang menyelamatkan penghuni. “Tidak kenal, orangnya juga teriak-teriak menyampaikan sama warga. Saya tadi tidak sempat melihat kondisi yang kutolong, sepertinya tidak apa-apa,” ujarnya.

Bangunan yang terbakar tersebut, berlantai dua terdiri dua bangunan saling berkaitan. Salah satu bangunan, dipakai sebagai tempat usaha apotik. “Dulunya apotik, tapi sekarang hanya dipakai untuk jualan obat kecil-kecilan. Tadi tutup, karena hari Minggu,” imbuhnya.

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa saat peristiwa terjadi, suami korban yang diketahui bernama Suwito, 48, sedang tidak berada di rumah. Bahkan, pemilik bangunan, Puji Astuti juga dikenal baik oleh masyarakat sekitar. “Itu yang neneknya (Puji Astuti). Kalau suaminya lagi di Surabaya,” katanya.

Sementara, di lokasi kejadian petugas pemadam kebakaran terlihat sibuk memadamkan api dengan mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Belum diketahui. Tim Inafis masih olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata salah satu petugas Unit Inafis Polrestabes Semarang di lokasi kejadian. (mha/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diduga Ngantuk, Tiga Orang Tewas

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN– Kecelakaan tunggal terjadi di jalan tol Bawen–Salatiga kilometer 455,8 pada Minggu (29/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Sebuah sedan Honda Accord yang tengah melaju...

Sita Puluhan Ribu Mercon

BANYUMAS-Polsek Ajibarang merazia 30 ribu mercon korek dan 240 mercon Leo milik Sarwono, 50, warga Desa Kracak Kecamatan Ajibarang, Rabu (7/6). Petugas langsung menyita...

Mendidik dengan Baik

RADARSEMARANG.COM - Mahluk di dunia ini terbagi menjadi dua, yaitu mahluk hidup dan mahluk tidak hidup. Siswa adalah sebuah makhluk hidup yang karakternya tentu...

Pastikan Beres, Proyek Fisik

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz mengawali kinerja di tahun 2018 dengan blusukan. Kali ini, mengecek proyek fisik tahun 2017 di...

Hari Pertama, Penumpang Masih Bingung

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mulai beroperasi Rabu (6/6) pagi kemarin. Bandara dibuka pukul 04.07. Karena baru perdana, di...