33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Warga Patungan Beli Cat, Gelar Acara Tiap Minggu

Abadikan Budaya Lokal Lewat Mural di Lorong Kampung Batik Tengah

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Langkah warga Kampung Batik Tengah, RT 4 RW 02, Kelurahan Rejomulyo, Kota Semarang patut diapresiasi. Mereka mempercantik kampungnya dengan batik, pewayangan dan sejarah Kota Semarang dalam bentuk mural.

ADENNYAR WYCAKSONO

RADARSEMARANG.COM – HASRAT ingin mempercantik tempat tinggal di tengah gencarnya promosi kampung tematik, warga Kampung Batik Tengah menginisiasi pembuatan Kampung Jadoel dengan dana swadaya warga.

“Wilayah yang berdekatan dengan kami, dijadikan Kampung Tematik sebagai Kampung Batik. Warga sini pun ingin ada nuansa tematik yang mendatangkan manfaat bagi wisatawan,” kata Sekretaris RT 4 RW 2. Ignasius Luwiyanto.

Akhirnya warga bahu membahu mempercantik kampong. Mereka sepakat menggambar tembok kampung atau mural bertema Adeging Kuta Semarang. Warga menuangkan sejarah berdirinya Kota Semarang di jalanan kampung 3 dimensi agar lebih unik dan menarik. “Proses muralnya pada Februari tahun 2017 lalu sampai April. Total panjangnya 46 meter di 24 tembok rumah,” paparnya.

Gambar mural tersebut, menggunakan wayang beber sebagai tokoh sentral. Harapannya, wayang-wayang tersebut mampu menjelaskan terjadinya Kota Semarang dengan singkat dan jelas. Secara detail digambarkan di antaranya Pulau Tirang di Bergota, mendaratnya Laksamana Ceng Ho di Simongan, Kota Lama, Proklamasi, Tugu Muda, Kauman, termasuk juga potensi-potensi yang ada di Semarang.

“Di sini warga patungan membeli cat untuk menggambar wayang beber. Wayang tersebut saat ini mulai terlupakan. Kami berharap, generasi muda bisa mengenal budaya asli Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, warga mengadakan pelatihan batik bagi wisatawan yang datang, menghadirkan permainan tradisional, dan menyediakan kuliner khas Semarang. Warga juga membangun spot selfie bagi wisatawan, dengan menekankan kebudayaan.

“Kami juga ingin menghilangkan image negatif kampung yang dulu sering banjir, bisa dijadikan kampung wisata dan guyub. Selain itu, menciptakan keamanan kampung yang dulu sempat dikenal tidak aman,” paparnya.

Untuk memperkental nilai kebudayaan, di tengah kampung dibangun spot pagelaran wayang mini. Sementara warga juga menjual batik sebagai pusat oleh-oleh di rumah sederhana yang disulap sebagai galeri. Totalnya ada sekitar tiga gerai batik, ada pula rumah yang menjual kuliner dan kerajinan tangan lainnya.

“Hasilnya setiap akhir pekan ramai wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk belajar membatik, selfie ria, dan tour wisata,” ucapnya.

Terpisah, Dwi Kristiyanto sebagai Ketua RT 04 setempat mengungkapkan untuk mendatangkan wisata, warga setiap Minggu pagi menggelar berbagai kegiatan, seperti pasar batik, pelatihan batik dan bazar kuliner. “Kami juga menjual paket wisata, misalnya perkenalan kampung batik, sejarah Semarang, tentang batik, workshop, kuliner tempo dulu, dan permainan anak,” tambahnya. (*/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...