33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

Pelaku TPPO Divonis Lepas

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Terjawab sudah berbagai kendala setelah dua kali mengalami penundaan agenda putusan, atas perkara dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menjerat Direktur Utama PT Sofia Sukses Sejati (SSS), Windi Hiqma Ardani dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (5/7).

Kasus yang ditangani Bareskrim Mabes Polri dan dilimpahkan di Kejaksaan Agung (Kejagung) ini, putusan endingnya adalah melepaskan bos perusahaan yang beralamat di Jalan Sriyatno I, nomor 1 Kelurahan Tambak Aji Kecamatan Ngaliya,  Kota Semarang, dari segala dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) gabungan dari Kejagung dan Kejari Kota Semarang.

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Pudjiastuti Handayani menilai tiga pasal dalam dakwaan JPU tak terpenuhi unsurnya.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana didakwakan dalam dakwaan jaksa kedua, lebih subsidair namun bukan perbuatan pidana. Memerintahkan terdakwa dilepas dari tahanan rumah, mengembalikan harkat dan martabatnya, terakhir membebankan biaya perkara kepada negara,” kata majelis hakim, Pudjiastuti Handayani, bergantian dengan hakim anggota, Suparno, dalam petikan putusannya.

Menanggapi putusan itu, Kepala Kejari Kota Semarang, Dwi Samudji melalui Kasi Tipidum, Bambang Rudi Hartoko menilai, beda pendapat terkait pembuktian bisa saja terjadi, namun atas putusan itu pihaknya akan menempuh upaya hukum kasasi. Tanggapan tersebut, diperkuat keteragan jaksa yang menyidangkan kasusnya, Zahri Aeniwati.

“Mau melaporkan pimpinan dulu. Yang pasti kalau putusan demikian (dilepas,red) kami akan mengajukan upaya hukum kasasi,” imbuh Zahri Aeniwati.

Sedangkan, Kuasa hukum terdakwa Windi, Aprilia Supallyanto dan Ahang Pradata menilai pertimbangan-pertimbangan hukum majelis hakim dalam perkara tersebut cukup tepat. Namun demikian, pihaknya sebenarnya tetap berharap putusan perkaranya bebas (vrijspraak), bukan lepas (onslag van recht vervolging).

“Perusahaan klien kami sudah lama beroperasi, sudah lama mengirim TKI, jadi nggak mungkin dakwaan itu. Peristiwa ini juga harus menjadi pelajaran pemerintah, agar dalam menerapkan aturan ada proteksi, ketika buat regulasi harus konsisten, dilengkapi dengan instrumen pendukung,” tandasnya.

Terpisah, Koordinator Divisi Bantuan Hukum Migrant Care, Nur Harsono mengatakan sebagai pihak yang mendampingi para korban tentunya kecewa dengan putusan majelis. Ia mengatakan, dalam putusan majelis hanya mempertimbangkan dari sakai yang meringankan yaitu dari BNP2TKI dan dan BN3TKI Semarang, yang menganggap bahwa prosedur perusahaan terdakwa sudah benar, dan disebutkan apabila terdakwa salah dalam menenpatkan TKI karena perjanjian kerja tidak sesuai dengan kontrak kerja, perusahaan terdakwa sudah diberi sanksi administrasi yaitu skorsing 3 bulan, yang dianggap tidak memenuhi unsur pidana.

“Padahal mestinya majelis juga memperhatikan kerugian korban, akibat kebijakan PT SSS yang tidak sesuai penempatan, sehingga para TKI di razia dan di tahan selama bulan 2 oleh Imigrasi Malaysia,” tandasnya. (jks/zal)

Berita sebelumyaDeklarasi Dukung Jokowi
Berita berikutnyaPasar Properti Stagnan

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...