33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Komplotan Perampok Emas Dibekuk  

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Petugas Polres Semarang kembali berhasil membekuk tiga orang komplotan pelaku perampokan disertai tindak kekerasan. Ketiga orang tersebut yaitu Muji Adi Arumiyono, 47, warga Kranggan dan Kukuh Sugiyanto, 37, warga Kedu, serta M Amzani, 39.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho, Jumat (6/7) mengatakan ketiga pelaku tersebut merupakan bagian dari kompolotan rampok yang sering beraksi di Kabupaten Semarang. Beberapa orang dari kelompok tersebut saat ini masih menjadi buronan pihak kepolisian.

Dalam hal ini, lanjutnya, Polres Semarang sudah mengantongi data-data dari anggota komplotan yang masih buron.“ Ketiganya merupakan warga Kabupaten Temanggung. Dari tiga pelaku tersebut, dua di antaranya merupakan kakak-beradik,” katanya.

Adapun pelaku yang masih buron berjumlah tiga orang yang berinisial SD, 41, LN, 35 dan SL, 39, mereka merupakan warga Kedu Kabupaten Temanggung.  Muji, Kukuh, dan Amzani berhasil dibekuk oleh petugas Polres Semarang usai melakukan perampokan terhadap Supriyadi, 42, warga Secang, Magelang.

Dimana sebelum melancarkan aksinya, keenam pelaku tersebut berpura-pura akan membeli emas milik korban. Adapun lokasi yang disepakati antara pelaku dan korban untuk melakukan transaksi yaitu di sebuah hotel di kawasan Wisata Bandungan.

“Korban datang dua orang, kemudian disambut enam orang pelaku di dalam satu hotel di Bandungan. Setelah datang diajak menuju kamar, ternyata di kamar dianiaya, kemudian diambil barang-barangnya milik korban,” katanya.

Setelah korban berhasil dianiaya, barang-barang miliknya yang digasak oleh pelaku yaitu satu kalung emas. “Ini (kalung emas) masih dibawa pelaku DPO (Daftar Pencarian Orang), kemudian satu sepeda motor dan sejumlah uang juga masih dibawa,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, total kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta rupiah. “Kerugian korban sekitar Rp 40 juta, yang dapat kita amankan dari ketiga tersangka ini sekitar Rp 4 juta,” katanya.

Dikatakan Kapores, dalam hal ini masyarakat harus lebih berhati-hati apabila akan melakukan transaksi jual beli. Sehingga tidak tertipu modus-modus pelaku kejahatan. “Hasil penyidikan dan pengakuan tersangka, komplotan ini baru sekali melakukan. Untuk otak pelakunya yang masih DPO,” katanya.

Di depan petugas, Muji mengaku, jika awalnya dimintai tolong oleh SL yang saat ini masih DPO untuk menghubungi korban karena ingin menjual cincin. Serta dalam komuniaksi tersebut disepakati jika lokasi transaksi dilakukan di kawasan Bandungan.

“Saya kemudian diminta meminjam mobil, terus menghubungi adik. Kemudian kami berangkat dan disampaikan kalau emas laku mau digratis nyanyi,” ujar Muji. (ewb/bas)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Klaten Akui Terima Rp 270 Juta

SEMARANG - Bupati Klaten non-job, Sri Hartini mengakui menerima uang syukuran Rp 270 juta dari Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Kebumen Bambang Teguh Satya...

Dihijaukan agar Wisatawan Betah

SEMARANG – Kota Lama Semarang terus bersolek dalam upaya menuju situs warisan dunia UNESCO. Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) telah menanam 40 batang...

Bank Jateng Biayai Jatengland Rp 100 M

SEMARANG - Bank Jateng Syariah menyalurkan pembiayaan Rp 100 miliar untuk pengembangan infrastruktur di kawasan industri PT Jawa Tengah Lahan Andalan (Jatengland). Kawasan industri...

PN Akui Bawas MA Datang

SEMARANG - Akibat melaporkan salah satu hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang bernama Lasito, Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman diperiksa Badan...

Polisi-Polisi Hebat Raih Penghargaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Police Award Polda Jateng yang diinisiasi Polda Jateng bekerja sama dengan Jawa Pos Radar mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Tito...

Bedah 31 Rumah Jadi Layak Huni

SEMARANG – Samsung Elektronik, salah satu perusahaan elektronik terbesar asal Korea dalam bisnis tidak hanya mementingkan keuntungan. Sebaliknya, sebagian keuntungan dikembalikan lagi ke masyarakat...