33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Di SMKN 7, Nilai 18 Geser Nilai 35

Wali Murid Keluhkan Kebijakan SKTM

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM – SKTM yang dipakai guna mendaftar PPDB di Kota Semarang masih menuai protes di kalangan wali murid. SKTM dinilai merampas jatah siswa pintar dalam memasuki SMK favorit. Di SMK N 7 Semarang, beberapa wali murid protes karena posisi anaknya tergeser oleh siswa yang menggunakan SKTM.

“Masalah perjuangan sih, anak saya sudah belajar 3 tahun untuk mendapatkan nilai bagus. Tapi ternyata kalah dengan yang nilainya rendah dan menggunakan SKTM,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Siswa dengan nilai akhir 18,00 dari 4 mata pelajaran berada di posisi atas SMKN 7 Semarang. Sementara siswa dengan nilai akhir 35,00 dari 4 mata pelajaran harus terpental karena tidak memiliki SKTM.

Menurut Riyanto Puji, Sekretaris PPDB SMK N 7 Semarang, pengguna SKTM mayoritas mendaftar di jurusan favorit. Adapun jurusan diminati calon peserta didik baru adalah Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan, Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi, dan Konstruksi Jalan Irigasi dan Jembatan.

“Melihat fenomena ini, saya beranggapan, pengguna SKTM kebanyakan memilih di sekolah favorit. Kedua memilih jurusan yang memiliki prospek tinggi,” papar Ryanto.

Ia mengatakan hampir 50 persen lebih siswa pendaftar di ketiga jurusan tersebut adalah pengguna SKTM. Meskipun tahun sebelumnya di SMK N 7 Semarang telah menggunakan sistem PPDB Online, namun kata Ryanto, tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Karena tidak adanya batasan nilai bagi pengguna SKTM.

Ia menegaskan tahun sebelumnya pengguna SKTM dibatasi dengan nilai minimal 24.00 dari 4 mata pelajaran. Sedangkan tahun ini tidak ada batasan minimal nilai pengguna SKTM, sehingga muncul sejumlah pendaftar pengguna SKTM lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Akibatnya, ada aduan bahwa ada orang tua calon siswa yang menggunakan SKTM palsu, padahal orang tuanya adalah PNS. “Ini sebenarnya yang harus menjadi masukan dari pengambil kebijakan baik dari dinas maupun provinsi. Karena banyak sekali pengguna SKTM palsu yang mendaftar di sini,” lanjut Riyanto.

Sedangkan di SMKN 5 Semarang resmi ditutup pukul 10.00, Jumat (6/7) kemarin, jumlah pendaftar yang telah diverikfikasi sebanyak 542 siswa. Dari jumlah tersebut, terdapat 172 calon siswa mendaftar menggunakan SKTM.

“Anak saya nilai ujiannya 26, tergeser oleh nilai yang hanya 20. Kalau nilainya sama atau di bawahnya sedikit, anak kami tergeser tidak masalah. Tetapi kalau tergeser dengan nilai terpaut jauh kami sedikit tidak rela. Nilai anak diperoleh dari hasil belajar selama tiga tahun. Selama itu, dia harus belajar keras, mengikuti semua kegiatan. Tapi tergusur oleh anak yang mempunyai SKTM,” ujar orang tua siswa yang menolak disebutkan namanya.

Wakil Ketua PPDB SMKN 5 Semarang Wisnu Rumekso mengatakan bahwa pihak sekolah menginginkan sistem SKTM berkeadilan. “Kami ingin sistem SKTM ini fair, adil untuk semua siswa. Artinya, siswa yang benar-benar berprestasi jangan sampai tegeser hanya karena siswa miskin. Harus ada batasan. Batasan kota misalnya, batasan nilai minimal. Sehngga menjadi adil. Anak yang berprestasi dan menginginkan sekolah tertentu akan mendapatkan haknya. Dan anak yang miskin tapi nilainya cukup, mendapatkan haknya,” jelasnya.

Wisnu nenjelaskan bahwa setelah ini pihak sekolah akan verifikasi ke lokasi pengguna SKTM (home visit). “Kami akan validasi, apabila tidak sesuai dengan kriteria SKTM serta data base, akan banyak yang tidak lolos, ikhlas atau tidak ikhlas. Jika kriteria tidak memenuhi akan kami coret. Sanksinya orang tua yang memalsukan data SKTM akan dikenakan sanksi. Anaknya tidak lagi bisa mendaftar di sekolah negeri manapun. Bahkan, yang mengeluarkan SKTM juga akan kena sanksi,” paparnya.

Di SMKN 5 terdapat 6 jurusan yaitu Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Pemesinan (TP), Teknik Kendaran Ringan (TKR), Teknik Transmisi Telekomunikasi, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Kuota masing-masing jurusan adalah DPIB sebanyak 108, TITL sebanyak 72, TP sebanyak 72, TKR sebanyak 72, TTT sebanyak 36, TKJ sebanyak 108. Total 468. (mg7/mg8/mg10/mg11/ida)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mayat Pemuda Ditemukan Bersimbah Darah

SEMARANG-Sesosok pemuda ditemukan tewas mengenaskan di pinggir rel kereta api ganda daerah Muktiharjo Kecamatan Gayamsari Semarang, Sabtu (25/2) kemarin, pukul 05.30. Jasad korban bernama...

Berprestasi Berkat Digembleng Pendidikan Karakter

SEMARANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jateng menorehkan prestasi membanggakan meski terbilang masih baru. Sebab, SMKN Jateng menempati peringkat pertama Ujian Nasional kategori...

Targetkan Poin Maksimal

SEMARANG – PSIS Semarang akan melakoni laga perdana Grup 4 gelaran Liga 2 musim 2017 versus Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Sabtu...

Zonasi Tak Berlaku di SLB Negeri

RADARSEMARANG.COM - PELAKSANAAN PPDB Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang berbeda dari PPDB SMA/SMK tahun ajaran 2018/2019. PPDB SLB tidak dilakukan secara online karena...

Pedagang Tembakau Meninggal di Pasar

MAGELANG--Seorang pedagang tembakau, Sarimpi, 58, warga Desa Wonoroto Kecamatan Windusari, ditemukan meninggal dunia saat berjualan di Pasar Desa Bandongan, Senin (8/5). Jenasah korban langsung...

AMDK Sukabela Jadi Rujukan Daerah Lain

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ‘Sukabela’ yang dikelola Pemkab Semarang melalui pemanfaatan sumber muncul menjadi rujukan beberapa daerah. Hal itu dikatakan...