33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Halaqah Ulama Rumuskan Dakwah Milenial

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang berencana mengumpulkan ulama untuk merumuskan strategi pengoptimalan dakwah yang sejuk bagi generasi milenial. Yakni, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Generasi milenial sekarang banyak mendapatkan informasi dari dunia digital, termasuk pengetahuan tentang agama,” kata Ketua Panitia Halaqah Ulama 5 Unissula, Agus Irfan di Semarang, di Gedung Pers, Rabu (4/7) kemarin.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula Semarang ini menuturkan, dakwah tak lagi terbatas di mimbar yang ada di masjid dan majelis-majelis. Tapi sekarang di media digital. Namun, kemudahan menjadi seorang pendakwah melalui gadget ini, tidak disertai dengan kesadaran pentingnya bacaan Alquran yang baik serta kapasitas keilmuannya cukup dan mumpuni.

“Zaman sekarang, asalkan mampu merangkai kata-kata dengan sedikit kemampuan berbicara, seolah sudah sah menjadikannya sebagai pendakwah atau orang yang menyampaikan dakwah. Anomali yang begitu besar ini membuat profesi da’i menjadi absurd. Batas-batas menjadi kabur, antara orang pandai menyampaikan dakwah dengan seorang da’i,” papar Agus yang juga Kepala Pesantren Mahasiswa ini.

Padahal, sambungnya, tidak sembarang orang memiliki kemampuan menafsirkan ayat suci Alquran. Menurutnya, butuh banyak perangkat keilmuan yang mendukung kemampuan untuk bisa memahami tafsir ayat suci. “Namun, generasi milenial tidak berbicara itu. Apa yang dikatakan sesuai teks, ya sudah itu. Ini yang harus disikapi ulama untuk merumuskan peran efektif mereka dalam membekali generasi milenial,” katanya.

Karena itulah, pihaknya berencana mengumpulkan para ulama untuk merumuskan strategi berdakwah menghadapi era milenial, utamanya dakwah wasathiyah atau moderat. Sederet ulama dijadwalkan hadir, salah satunya ulama kharismatik asal Rembang KH Maimoen Zubair, KH Cholil Navis, KH Abdul Qoyyum, Prof Masdar Hilmy, Prof Ahmad Rofiq, hingga Dr KH Mukhlis Hanafi. Rencananya, Halaqah Ulama 5 Unissula berlangsung di kampus Unissula dan Hotel Grasia Semarang pada 11-12 Juli 2018 yang dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Wakil Rektor I Unissula Bedjo Santoso PhD mengakui selama ini belum banyak ulama berpandangan moderat yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menghadirkan dakwah yang sejuk. “Dari halaqah ini, kami akan mengajak para ulama menyusun bagaimana berdakwah secara maksimal, efektif, dan efisien dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi menyasar generasi milenial,” pungkasnya. (tsa/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Metode Peta Pikiran Tingkatkan Keterampilan Menulis Karangan Siswa

RADARSEMARANG.COM - DALAM menulis karangan, baik itu karangan narasi maupun deskripsi, siswa kerap kesulitan dalam mengembangkan gagasan. Hal ini dimungkinkan sekali,  karena strategi pembelajaran...

Miras Ciplas Makin Marak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Konsumsi minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Demak dari tahun ke tahun makin meningkat. Bahkan, tidak hanya miras kemasan dalam botol...

Pelangi Ramadan di Mal Ciputra Semarang

RADARSEMARANG.COM - MULAI 24 Mei–4 Juni, di atrium lantai dasar Mal Ciputra Semarang menyelenggarakan event Pelangi Ramadan, dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1439 H. Acara...

Enjoy Jadi Penyiar Radio

DARA bernama lengkap Kinanti Widiari Lestari ini adalah salah satu penyiar di Radio Suara Sakti (SS) FM Semarang. Kinan –sapaan akrabnya--telah 1,5 tahun lebih...

Tamzil Back to Fight

KUDUS – Pilkada Kudus 2018 bakal sengit. Pertarungan merah-hijau seperti Pilkada 2013 silam kemungkinan besar akan terulang. Bupati Kudus 2003-2008 Muhammad Tamzil positif mendaftar...

Lahan Parkir Sempit, Warung Gulung Tikar

RADARSEMARANG.COM - Makam atau petilasan Syekh Jumadil Kubro di Jalan Yos Sudarso no 1 Kota Semarang merupakan salah satu kawasan wisata religi di ibukota...