33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Dicurigai Warga, Pelaku Berdalih Memukuli Begal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Empat tersangka pengeroyokan hingga menewaskan Setyo Sasiam Utomo, 20, warga Karanggeneng, Gunungpati, pada 15 Juni 2018 lalu, menjalani rekonstruksi. Terkuak para tersangka sadis menghabisi korban lantaran tidak terima setelah motornya bersenggolan.

Empat tersangka tersebut adalah Edi Aditya, 22, Romdoni, 26, Deva Dwi Saputra, 18, dan WDS, 17, yang semuanya warga Sedayu, Kalisegoro, Gunungpati. Lokasi rekonstruksi di Jalan Mr Kusubiyono Tjondro Wibowo, Pakintelan, Gunungpati, Kamis (6/7) kemarin.

Pada kegiatan ini, pihak keluarga korban juga datang di lokasi menyaksikan proses rekonstruksi. Sementara, para pelaku terlihat tenang memeragakan adegan mulai dari awal hingga akhir kasus pengeroyokan.

“Ada 26 adegan yang diperagakan oleh pelaku dan saksi, mulai dari pelaku dan korban saling senggolan, hingga korban dilarikan rumah sakit oleh sejumlah saksi,” ungkap Kapolsek Gunungpati Kompol Budi Abadi di lokasi rekonstruksi.

Sebelumnya, para pelaku menghabiskan malam takbiran dengan menenggak minuman keras di Taman Unyil, Ungaran. Setelah itu mereka berkeliling mengendarai dua sepeda motor.

Diduga dibawah pengaruh alkohol, sepeda motor yang dikendarai Edi berboncengan dengan Romdoni kemudi bersenggolan dengan sepeda motor korban. Pelaku oleng hingga mereka jatuh tersungkur di aspal.

“Pelaku emosi dan tidak terima kemudian mengejar laju motor korban. Hingga akhirnya korban berhasil dihentikan pelaku, kemudian terjadi cekcok mulut,” katanya.

Awal dari cekcok mulut ini, kemudian pelaku Edi memukul korban menggunakan tangan kosong. Pelaku lain yang melihat itu mendekat dan ikut mengeroyok korban. Bahkan, salah satu pelaku juga menggunakan batako dipukulkan ke korban meski tubuhnya sudah tergeletak di aspal jalan.

“Saat itu ada warga melintas dan melihat, tapi salah satu pelaku mengatakan kalau korban adalah begal. Tapi itu hanya alibi pelaku supaya tindakannya itu tidak dicurigai warga,” ungkapnya.

Korban yang sudah tidak berdaya kemudian dilarikan warga ke RSUP dr Kariadi hingga akhirnya meninggal saat perjalanan.

Sementara, keluarga korban meminta kepada penegak hukum supaya pelaku dihukum berat. Sebab, tindakan yang dilakukan keempat tersangka tersebut dinilai keji lantaran tega menghilangkan nyawa orang yang mereka sayangi.

“Kami meminta para pelaku tersebut dihukum seberat-beratnya sesuai dengan apa yang telah dilakukan mereka terhadap adik saya,” ungkap kakak korban, Wawan Sulistyo.

Sementara ayah korban, Kanipan, 53, menambahkan, sebelum kejadian tersebut anaknya itu pamit pergi ke rumah temannya, Kamis (14/6) malam. Diakuinya tidak ada gelagat mencurigakan hingga pada keesokan harinya dia mendapat kabar kalau anaknya tewas dibunuh.  (mha/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polres Kendal Periksa Empat Saksi

KENDAL – Kepolisian Resor (Polres) Kendal, hingga saat ini terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya Yoga Gathot Pramana, 26, warga Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, yang...

Prodi Dokter Gigi Unimus Raih Akreditasi B

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), meraih akreditasi B untuk program studi Pendidikan Dokter Gigi. Predikat yang diberikan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan...

Sekolah Perlu Wujudkan Pendidikan Keluarga

KEBERHASILAN sebuah pendidikan bukan hanya terletak pada kualitas guru, kualitas peserta didik, kelengkapan sarana penunjang, tetapi juga dukungan dari orang tua siswa. Untuk itu,...

Pekerja Lembur Tapi kok Lambat

RADARSEMARANG.COM - PEMBANGUNAN Kampung Bahari Tambaklorok Semarang mulai kelihatan hasilnya. Setidaknya, jalan masuk menuju Kampung Bahari sudah lebar. Demaga baru pun sudah bisa dioperasionalkan....

Siswa Harus Cegah Paham Radikalisme

SALATIGA - Ratusan siswa dari SMP Negeri Getasan 2 dan SMPIT Izzatul Islam mengikuti sosialisasi pencegahan radikalisme dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang, Rabu (8/11)....

Libatkan Pengusaha Terkenal, Kerugian Puluhan Miliar Rupiah

RADARSEMARANG.COM - Kasus penipuan tanah yang diduga melibatkan pengusaha di Semarang menjadi viral di dunia maya. Ini setelah pengacara selebritis ibu kota Hotman Paris...