33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Dibekuk, Dua Tahun Sodomi Siswa SMA

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Perbuatan Triworo Budi Santoso, 27, sungguh bejat. Warga Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang ini nekat menyodomi korban berinisial AK, 17 hampir setiap minggu sekali. Yang mencengangkan, tindakan pencabulan itu dilakukan tersangka sejak korban masih SD kelas IV hingga kini sudah duduk di bangku SMA kelas XII (kelas III).

Kasus sodomi ini terbongkar berawal pada Senin (18/6) lalu. Bermula saat korban bercerita kepada pamannya kalau telah disodomi tersangka. “Kejadian tersebut terjadi sejak korban awal masuk SD, dan perbuatan itu dilakukan tersangka hampir setiap minggu,” kata Wakapolres Semarang Kompol Cahyo Widyatmoko kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (5/7).

Sebelum diringkus pihak berwajib, tersangka terakhir melakukan aksinya Kamis (14/6) lalu sekitar pukul 22.00 di rumahnya. “Atas kejadian, korban melaporkan ke Polres Semarang,” ujarnya.

Dikatakan Cahyo, saat melapor ke Mapolres Semarang, korban didampingi keluarganya. Saat bercerita di kantor polisi, korban mengaku jika aksi pencabulan oleh tersangka sudah sering dilakukan sejak masih duduk di kelas VI SD.

“Pencabulan dilakukan dengan memainkan alat kelamin, kemudian mengulum alat kelaminnya dan sebagainya. Dan itu berjalan sekitar kurang lebih 4 tahun. Nah saat korban duduk di kelas I SMA, mulailah tindakannya meningkat, yakni adanya tindakan sodomi yang dilakukan tersangka,” katanya.

Sehari-hari tersangka adalah karyawan sebuah perusahaan swasta di Kabupaten Semarang. Ia mengenal korban sejak masih duduk di bangku SD. Keduanya saling kenal karena teman bermain yang hanya beda dusun.  “Kejadian tersebut dilakukan kurang lebih 2 tahun, yang bersangkutan tersangka hampir melakukan setiap satu minggu sekali terhadap korban,” katanya.

Kemudian, ketika korban menginjak kelas III SMA, korban mulai menghindar. Namun tersangka selalu merayu dengan iming-iming memberikan uang dan handphone kepada korban. “Tersangka memberikan handphone kepada korban supaya mau  melayani perbuatan bejatnya,” ujarnya.

Selain mengamankan tersangka, pihak kepolisian menyita barang bukti antara lain handphone baik milik korban dan tersangka. Saat ditanya petugas, tersangka mengaku jika baru melakukan aksi sodomi terhadap satu orang, yakni AK.  “Korbannya baru satu orang berdasarkan jejak di handphone,” tutur Cahyo.

 

Triworo mengaku jika ia memiliki kelainan orientasi seksual karena lebih tertarik dengan sesama jenis.  Awalnya, korban sering main dan tidur di rumahnya, kemudian muncul hasrat untuk berbuat asusila. “Ya, kadang kita kayak spontan begitu. Nah, mungkin saya punya naluri kelainan, saya lampiaskan kepada dia (korban, Red),” kata Triworo.

Dikatakan, jika aksi sodomi dilakukan baru beberapa waktu terakhir. “Nggak seminggu sekali kok, cuma saat mau-mau aja. Dia (korban, Red) juga tidak pernah menolak,” akunya.

Ia juga mengakui jika sudah melakukan aksi pencabulan terhadap korban sejak duduk di bangku kelas II SMP. “Perbuatan ini, kami lakukan di kamar tidur,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana menambahkan, perbuatan tersangka akan dijerat pasal 76 E jo Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Adapun ancaman hukumannya paling sedikit 5 tahun penjara,” kata Yusi. (ewb/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Enzo 10 Juta

Namanya Enzo Zenz Allie. Pemuda 18 tahun ini mendadak viral. Beberapa hari ini.    Itu setelah ia berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Menggunakan bahasa...

Jalan Pintas ke Sekolah, Siswa Seberangi Sungai

SEMARANG - Puluhan siswa SD Negeri Jabungan, Banyumanik, setiap harinya harus uji nyali dengan menyeberang Sungai Kethek yang berarus cukup deras. Para siswa harus...

BPR Arto Moro Tumbuh Positif

SEMARANG—Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Arto Moro di Jalan Gajah Raya 155 Semarang, semakin dipercaya masyarakat setempat sebagai BPR yang tepat untuk menabung. Terbukti, kinerja...

Vsix, Pilihan Baru untuk Bersantai

SEMARANG – Satu lagi tempat bersantai dan berkaraoke bisa dibuka di Semarang. Vsix Lounge and Karaoke, menawarkan  suasana karaoke di tempat eksklusif. Namun tapi...

Tabungan Berhadiah Umroh Diminati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Minat masyarakat menginvestasikan uang untuk pergi ke Tanah Suci sangat besar. Hal inilah yang membuat Bank Bukopin Syariah menggelar program tabungan...

Kenaikan PBB Dinilai Salahi Perda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Keputusan pemerintah Kota Semarang menaikkan PBB hingga 70 persen yang kini sudah direvisi menjadi 30 persen dinilai menyalahi perda. Ketua komisi...