33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Merasa Dicemarkan, Atalarik Minta Pendampingan Hukum

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COMSEMARANG-Merasa mengalami pencemaran nama baik yang diduga dilakukan mantan mertuanya sendiri, artis ibukota Atalarik Syach, datangi kantor hukum Herry Darman, SH & Partners, yang berada di Jalan Sriwijaya nomor 57, lantai 2 A, Kota Semarang. Kedatangannya tersebut, tampak didampingi manajernya, yang disambut oleh tujuh tim pengacara.

Menyikapi kunjungan itu, Herry Darman, mengatakan bahwa, perkara yang dialami mantan suami Tsania Marwa tersebut perlu diselesaikan secepatnya. Ia mengatakan, dalam kasus itu, kakak dari Teddy Syach, Attila Syach dan Attar Syach ini sudah membuat kuasa kepada kantornya. Atas kasus itu, menurutnya Atalarik sudah terlalu banyak diam, terkait berbagai persoalan yang sedang dialami rumah tangga kliennya, karena sudah berapa tahun ini, kliennya berusaha tidak menanggapi adanya berbagai hal tidak mengenakkan dari pihak Marwah.

“Jadi Atalarik datang ke kantor kami, untuk meminta bantuan hukum dan kami juga menyatakan siap mendampingi, kasus ini akan segera kami laporkan ke Polda Metro Jaya,” kata Herry Darman saat ditemui dikantornya, Rabu (4/7).

Herry mengaku sudah sejak awal menyarankan agar permasalahan keluarga tersebut diselesaikan baik-baik antar keluarga saja. Namun, apabila ada indikasinya sampai mencemarkan nama baik, dan merugikan sebelah pihak, maka pihaknya juga siap turut bergerak mengambil langkah jalur hukum.

“Tapi, tetap akan kami coba dulu selesaikan secara kekeluargaan, jika tidak bisa, maka kami akan menempuh jalur hukum, karena jelas ini merugikan Atalarik, yang sejak awal tidak pernah melarang Marwah untuk bertemu anak-anaknya,” sebutnya.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, HM. Rangkei Margana, meminta pihak keluarga lainnya dari Marwah maupun Atalarik tidak terlalu ikut campur atas permasalahan keluarga kliennya tersebut. Menurutnya, keduanya sudah dewasa, tentunya bisa memutuskan mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga tidak berdampak pada pesikis anak- anaknya kelak.

“Sebaiknya pihak-pihak terdekat turut membantu penyelesaian yang terbaik bukan memperkeruh suasana,”imbuh Rangkei, yang juga Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jateng ini.

Terpisah, Atalarik Syach mengaku, permasalahan yang dialaminya masih seputar rumah tangganya, karena sebagai warga negara yang baik, ia mengaku masih ingin merapikan baik-baik dengan mantan istrinya tersebut. Ia menyampaikan, terkait berbagai info bahwa dirinya tidak memperbolehkan Marwah, sebagai ibu kandung dari anak-anaknya adalah tidak benar. Ia menegaskan, sejak awal tidak pernah melarang Marwah, bertemu anak-anaknya, yang saat ini dirawat dikediamannya.

“Sudah satu tahun lebih saya diam, namun pihak Marwah selalu membuat hal-hal yang merugikan saya dan anak-anak saya. Termasuk ibunya Marwah, yang membuat sebuah tulisan di sosial media yang menyudutkan saya,” kata Atalarik mengaku sudah 2 hari berada di Kota Semarang.

Dikatakannya kedatangannya dikantor hukum Herry tersebut untuk meminta perlindungan hukum, karena adanya status media sosial yang menggangu dirinya. Menurutnya, atas status tersebut nama baiknya menjadi tidak bagus, sehingga ada dugaan pencemaran nama baik.

“Sekali lagi, saya tidak pernah melarang Marwah bertemu dengan anak-anaknya, tapi mengapa ibunya Marwah ini menyampaikan hal yang lain,”tandasnya.

Selain akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik tersebut. Laporan lainnya yang akan menyusul adalah dugaan saksi palsu, yang selama proses perceraian dengan Marwah. Menurut Atalarik, dua dari tiga saksi yang dihadirkan, sama sekali tidak dikenalnya.

“Jadi jika masalah ini tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, maka saya akan menempuh jalur hukum, karena jelas ini merugikan saya dan anak-anak saya,”ungkapnya. (jks/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Terlambat Nyetop

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Meski Pemkot Semarang sudah melayangkan surat peringatan 1 (SP 1), pembongkaran gedung eks pabrik rokok British American Tobacco (BAT) masih terus...

Masih Butuh Lahan 56 Hektare

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah dilakukan pembangunan sejak tahun kemarin, ternyata ruas tol trans Jawa masih membutuhkan lahan baru seluas 56 hektare. Di banyak titik...

Konsisten Lakukan Konservasi di Segala Lini

RADARSEMARANG.COM - Penghargaan yang diberikan Jawa Pos Radar Semarang kepada Universitas Negeri Semarang (Unnes), melengkapi konsistensi kampus yang ada di daerah Sekaran, Gunungpati, Semarang...

Samsat Online Permudah Pelayanan Pajak

SEMARANG - DPRD mengapresiasi inovasi Pemprov untuk memaksimalkan potensi pajak kendaraan bermotor di Jateng. Salah satunya dengan adanya pembukaan Samsat Online Kecamatan Tuntang, serta...

Awalnya Susah Cari Ide dan Menuliskan

RADARSEMARANG.COM - SMPN 1 Kota Magelang meluncurkan dua buku antologi cerpen karya siswa-siswanya, Rabu (20/12). Dua buku tersebut, sebelumnya merupakan hasil dari serangkaian pelatihan...

Desain Baju Sendiri

GADIS manis ini memiliki nama lengkap Abigail Greeta Valencia Agusta Tambunan. Namun ia biasa disapa Greeta. Siswi SMK St Fransiskus Semarang ini mengaku suka...