33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Berawal Melampiaskan Hobi, Kini Jadi Pekerjaan Utama

Wahyu Juskitama Guru sekaligus Pendongeng dan Pesulap

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Bermain sulap awalnya hanya aktivitas iseng bagi seorang Wahyu Nur Waskito atau dikenal dengan nama Wahyu Juskitama atau Pak Wahyu. Namun, kini justru menjadi pekerjaan utama untuk menghidupi keluarga, disamping masih meneruskan profesinya sebagai guru. Bagaimana kisahnya?

LUTFI HANAFI, Pekalongan

RADARSEMARANG.COM – Wahyu yang tinggal di Kota Pekalongan ini menyukai permainan sulap mulai sekitar tahun 2004, ketika masih duduk di bangku SMA. Berbagai trik sederhana sudah dipelajari. Dari awalnya hanya hobi, diteruskan dengan memberanikan diri ikut kompetisi sulap baik tingkat daerah maupun nasional sering menjuarai kompetisi sulap.

Alhamdulillah sering ikut lomba sulap, sering juga dapat juara lumayan,” ucapnya kepada Radar Semarang.

Diceritakan, pada 2012, Wahyu mendapatkan juara sekaligus Best National Performer Magician di salah satu ajang lomba sulap. Setelah itu, perlahan job manggung terus berdatangan. Dari bermain di ulang tahun anak, hingga bermain di sekolah hingga bermain untuk acara berbagi even orang dewasa.

Dari sekadar bermain sulap, lambat laun pria yang setiap pagi mengajar di salah satu sekolah Islam ini menjadi pendongeng untuk anak-anak. Tidak hanya mendongeng, materi bernuansa religi pun menyertainya.

“Untuk kebiasaan mendongeng religi karena pekerjaan utama saya sebagai guru, dengan mendongeng anak bisa lebih mudah memahami materi yang disampaikan,” ucapnya.

Tidak sekadar mendongeng, di sela-sela menceritakan kisah-kisah islami selalu diselingi dengan trik sulap agar anak tidak merasa jenuh dan lebih bersemangat. Bahkan sesekali diberi hadiah menarik, dari doorprize hingga uang tunai langsung dari dompet.

“Kenapa saya sering bawakan kisah religi atau islami, supaya anak selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-harinya dari kisah yang saya bawakan,” ucapnya saat ditanya alasan kenapa mendongeng islami.

Sejak menjadi pendongeng, nama panggilan panggung pun didapatnya. Pak Wahyu, nama panggung barunya. Nama tersebut digunakan, karena mendongeng lebih banyak dilakukan kepada anak-anak, dan dirinya sering berperan sebagi guru daripada pendongeng.

Agar tidak membosankan, Wahyu juga menyelingi atraksi mendongeng dengan boneka yang bisa ngomong. Menggunakan teknik suara perut, tokoh yang dibawakan adalah Ciko. Boneka tangan tersebut, Wahyu mendapat inspirasi saat sering mendongeng ke anaknya menjelang tidur.

“Awalnya boneka hanya untuk menghibur anak sendiri sebelum tidur. Ada 4 boneka yang saya gunakan. Yang diberi nama oleh anak saya, ciko, cika, tom, momo. Kadang bergantian mereka saya ajak main,” ungkapnya.

Disinggung penghasilan, Wahyu mengakui dari manggung lebih besar dibanding sebagai guru. Berprofesi sebagai guru menurutnya hanyalah panggilan jiwa, karena dia suka mendidik anak.

“Penghasilan utama saya dari bermain sulap dan mendongeng, alhamdulillah tercukupi,” jelasnya.

Ke depan Wahyu masih berambisi ingin tetap berkarya dan selalu menghibur semua, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dengan menciptakan berbagai trik sulap baru dan beragam teknik mendongeng yang baru. Agar dunia hiburan dan cara mendidik akhlak anak dengan mendongeng juga semakin gencar. Karena lewat hiburan akan lebih mudah memasukkan nilai-nilai edukasi yang tepat dan baik. (*/lis)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Binaragawan Terbaik Indonesia Tampil

SEMARANG – Semarang menjadi tuan rumah kejuaraan binaraga terakbar di Indonesia, takni Mr. Indonesia seri I, 10-11 Februari mendatang. Semua binaragawan terbaik di Indonesia,...

Kalisalak Wakili Limpung Ikuti Lomba KGR

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Berkat kerja keras masyarakat dan dukungan penuh Kepala Desa (Kades) beserta perangkatnya, Dukuh Gumingsing, Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, akhirnya berbuah manis...

Manajemen PSIS Sudah Kontak

“Saya rasa perlu dikomunikasikan dan dikaji dulu, salah satunya keamanan.” Sigit Widyonindito-Wali Kota Magelang MAGELANG–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang mengklaim sudah dihubungi...

Telkom Dukung Program Smart City

SEMARANG – Teknologi telekomunikasi berkembang sangat cepat khususnya untuk layanan data. Telkom sebagai BUMN milik pemerintah terus melakukan upgrade layanan. Di antaranya dalam upaya...

Siswa Smuki Berkesempatan Belajar ke Jerman

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Empat pelajar dari SMA Kristen 1 Salatiga (Smuki)  berkesempatan mengikuti pengalaman belajar di Hamburg, Jerman selama dua puluh hari. Mereka akan...

Jual Obat Aborsi di Medsos

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Obat penggugur kandungan kini dijual bebas. Pelaku menawarkan obat aborsi tersebut lewat media sosial (medsos) Facebook. Namun aksi tersebut akhirnya terendus polisi....