33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Penyanyi Thailand Selundupkan 1,149 Kg Sabu

Di Bandara Ahmad Yani, Disimpan di Tas Ransel

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kurir narkoba asal Nathorn Thailand diamankan petugas Bea Cukai Tanjung Emas di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu (1/7). Tersangka bernama Wilaiam Boonyiam alias WB, 22, yang berprofesi sebagai penyanyi. Dari tangannya disita barang bukti 1,149 kg sabu.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil, menjelaskannya, perempuan yang memiliki tato di lengan tangan kanan dan leher ini diamankan petugas usai turun dari pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI-104 rute Singapura – Semarang.

Pengungkapan kasus ini bermula saat petugas mendapati tersangka bertingkah laku mencurigakan di Terminal Kedatangan Bandara Ahmad Yani. Setelah melewati pemeriksaan x-ray, petugas langsung melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan WB.

“Awalnya petugas melihat tingkah laku perempuan tersebut yang mencurigakan, seperti gelisah, bolak-balik naik turun di tempat kedatangan, sambil menelepon seseorang. Kemudian oleh petugas, perempuan ini dibawa ke ruangan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya saat ekspose barang bukti dan tersangka di kanto Bea Cukai Tanjung Emas, Selasa (3/7).

Dari hasil pemeriksaan mendalam, petugas menemukan bungkusan plastik berisi serbuk putih yang diduga methampetamin alias sabu di dalam tas punggung perempuan tersebut. Pihaknya mengakui, tas tersebut sempat lolos dari sensor x-ray. “Tas milik tersangka didesain di dalamnya ada ruangan tersendiri, ada tambahan bahan warna hitam kemudian dilem dengan bagian dalam tas tersebut. Barangnya diselipkan di situ, sehingga tak terlacak x-ray,” bebernya.

Dari temuan itu, WB dibawa petugas ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Selain itu, untuk memastikan barang tersebut adalah narkotika jenis sabu, dilakukan pengujian awal menggunakan narkotest kit (NIK) dan dilanjutkan dengan pemeriksaan awal laboratorium. “Hasilnya positif methampetamin atau sabu, total bruto 1.149 gram atau 1,149 kg,” katanya.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan control delivery serta pengembangan. Dari hasil interogasi awal, WB datang ke Semarang dengan dalih berbelanja.

“Dari hasil wawancara (interogasi) WB ini mengaku sebagai penyanyi di negaranya, dan baru kali pertama ke Semarang. Tujuanya shopping. Memang dalam proses pemeriksaan ini, petugas mengalami kendala bahasa. Karena WB tidak dapat berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris,” ujarnya.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menjelaskan, tersangka datang ke Semarang atas perintah temannya. Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut nantinya akan diserahkan ke seseorang yang ada di Semarang. Namun demikian, Agus masih enggan membeberkan nama yang dimaksud dengan alasan masih dalam penyelidikan dan pendalaman.

“Tersangka ini kurir yang langsung diperintahkan seseorang membawa barang untuk ke Semarang, dan sudah ada seseorang yang akan menerima barang tersebut,” tegasnya.

Agus menjelaskan, tersangka WB rencananya akan menginap di sebuah hotel di Semarang untuk menyerahkan sabu tersebut. Ia menyebutkan, tersangka WB rencananya akan menerima upah sebesar Rp 21 juta setelah berhasil menyerahkan sabu tersebut.”Upah untuk sekali pengiriman ke Semarang sebesar 1.500 USD atau sekitar Rp 21 juta. Tersangka ini juga sudah mendapat tiket pesawat untuk pulang dan kamar hotel. Ini jaringan internasional,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan terdiri atas satu bungkus sabu, satu tas ransel merek Swiss Hear warna hitam, satu handphone merek Oppo warna putih, satu paspor, satu identitas warga negara Thailand, satu SIM Thailand, semua atas nama Wilaiwam Boonyiam, serta uang tunai 500 USD.

Agus mengakui, penangkapan terhadap perempuan sebagai kurir narkoba bukan merupakan yang kali pertama. Sebelumnya, pihaknya pernah meringkus perempuan dengan kasus yang sama.

“Para bandar selalu memanfaatkan wanita untuk dijadikan kurir, seperti beberapa waktu lalu seorang wanita juga yang menjadi kurir, dari Malaysia ” ujarnya.

Kabid P2 Kanwil DJBC Jateng dan DI Jogjakarta, Gatot, menambahkan, akan terus melakukan pengawasan terhadap penumpang dan barang bawaan setiap penumpang pesawat yang turun. Pihaknya juga mengakui memiliki pemantauan dan pengamatan khusus terhadap kedatangan penumpang dari negara-negara yang dicurigai sebagai penyelundup narkotika.

“Penerbangan dari Kuala Lumpur dan Singapura yang kami amati. Kebetulan sebelum tersangka tiba di Semarang, kami sudah punya datanya. Sehingga kami menganalisa, memang dari beberapa penumpang ini kami pelototi, mulai dari tingkah lakunya sampai barang bawaan dari bagasi. Nah, ini diketahui ada yang mencurigakan,” katanya. (mha/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...