33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Dari Produksi Fashion hingga Repaint Wajah Boneka

Lebih Dekat dengan Semarang Dolls Lovers (SDL)

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Komunitas Semarang Dolls Lovers (SDL) menjadi wadah bagi para kolektor boneka. Sejumlah kegiatan digelar komunitas ini guna memantik produktivitas para anggotanya, baik dari segi kreativitas maupun peluang bisnis.

NURUL PRATIDINA

RADARSEMARANG.COM – BEBERAPA boneka tertata rapi di salah satu stan pameran yang digelar di pusat perbelanjaan, baru-baru ini. Tapi jangan salah, stan ini tidak menjual boneka, melainkan memamerkan sejumlah koleksi dari Komunitas Semarang Dolls Lovers. Penataan dan tampilan beda dari boneka-boneka tersebut cukup mencuri perhatian para pengunjung. Mulai dari tampilan wajah hingga fashion yang dikenakan. Ken, misalnya. Boneka pria ini tampil dalam balutan batik. Ada juga boneka yang tampil anggun dalam balutan cheongsam dress.

“Ini yang menjadi salah satu alasan saya mengoleksi sejumlah boneka. Karena saya memiliki banyak kain perca di rumah, dan kain-kain tersebut bisa dibikin replika beragam desain baju, kemudian dikenakan ke boneka-boneka koleksi,”kata ketua sekaligus salah satu pendiri SDL, Elkana Gunawan.

Elkana mengungkapkan, berbeda dengan para kolektor yang mungkin telah bertahun-tahun mengoleksi boneka. Ia justru baru mulai mengumpulkan sejak April 2016. Berawal dari salah seorang rekan yang memasukkannya ke dalam grup sosial media yang berisi tentang fashion untuk boneka.

Media sosial tersebut membawanya berkenalan dengan sejumlah dolls lovers di Semarang yang kemudian kopi darat di salah satu pusat perbelanjaan di Semarang. Tercetuslah ide untuk membentuk komunitas, dan akhirnya SDL terbentuk pada 26 Juli 2016. “Tujuan kami ingin kumpul-kumpul tapi yang produktif. Berbagi pengalaman, berbagi kesenangan, serta berbagi ilmu,”ujarnya.

Karena itu, berbagai kegiatan diadakan. Di antaranya, pertemuan rutin bulanan. Di sini para anggota membahas berbagai informasi seputar koleksi. Mungkin ada boneka keluaran terbaru, bisa beli di mana, dan lain-lain. Kemudian pameran secara periodik serta mengikuti maupun menyelenggarakan lomba.

“Beberapa lomba tematik tersebut di antaranya saat Hari Kartini, kami bikin lomba Kebaya for doll. Kegiatan ini meskipun peserta tidak terlalu banyak, tapi kelasnya nasional. Ada juga lomba Hollywood Style for Doll, di momen Imlek ada Cheongsam for doll. Kemudian pada Hari Batik kami pamerkan boneka-boneka yang didandani dengan batik,”kata pria yang berprofesi sebagai desainer ini.

Bahkan, lanjutnya, baru-baru ini ia juga telah mendaftarkan SDL ke Bekraf sebagai komunitas yang produktif. Ya, sebagian anggota memang tidak hanya mengoleksi, tapi mereka juga bisa memproduksi benda-benda terkait boneka.

“Salah satu anggota ada yang memproduksi sepatu khusus boneka, dan ternyata peminat produknya cukup banyak. Ada juga yang hobi merajut kemudian bikin produksi sweater untuk boneka. Bahkan ada yang menerima repaint wajah boneka. Jadi, wajah dihapus sampai bersih, kemudian digambar ulang sesuai permintaan. Ini adalah kegiatan-kegiatan kami yang cukup produktif, dan ke depan kami berusaha akan terus kembangkan,”ungkapnya. (*/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hijab Tak Batasi Berkarya

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Citra Milleni Dwi Agustin dinobatkan sebagai The Best Hijab Ambassador 2018 di Artos Mall, Sabtu, (14/4) malam lalu. Dalam acara yang...

Reses, Anggota DPRD Dimodali Rp 408 Juta

“Untuk tunjangan reses langsung ke anggota dewan bersangkutan sebesar Rp. 6,3 juta dipotong pajak. Kemudian, ada anggaran back up penyelenggaraan kegiatan reses seperti biaya...

Jaga Semangat Juang

BANDUNG – Tim PSIS Semarang telah tiba di Kota Bandung Senin (13/11) pagi untuk melakoni babak delapan besar Liga 2 Grup Y yang rencananya...

Kerusakan Jalan Mulai Diperbaiki

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nyaris semua jalan yang dilintasi kendaraan berat sebagai mobilisasi pembangunan jalan tol Semarang-Batang rusak parah. Kebanyakan justru jalan di sekitar permukiman....

Tak Ingin Malu di Kandang Lagi

RADARSEMARANG.COM - TIGA Kali kekalahan beruntun yang diderita tim PSIS Semarang dan akhirnya membawa mereka terperosok ke posisi juru kunci klasemen sementara Liga 1...

Menkominfo Apresiasi Keterbukaan Publik Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia Rudi Antara mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Batang yang telah membangun tranparansi publik. Hal itu diketahui, setelah...