33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Zonasi Tak Berlaku di SLB Negeri

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – PELAKSANAAN PPDB Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang berbeda dari PPDB SMA/SMK tahun ajaran 2018/2019. PPDB SLB tidak dilakukan secara online karena pendaftaran di SLB diperlukan konsultasi antara orangtua siswa dengan guru untuk mengetahui kondisi calon siswa.

”Karena siswa kami tidak seperti siswa pada umumnya, calon siswa  yang akan menempuh pendidikan di SLB Negeri Semarang merupakan siswa berkebutuhan khusus. Karena itu, proses pendaftaran online tidak diterapkan di sini,” jelas Kepala Sekolah SLBN Semarang, Imam Wusono, Senin (2/7).

Dikatakan, di SLBN Semarang memiliki empat kategori, yakni klasifikasi Ketunaan A untuk netra dan wicara,  B untuk tuna rungu, C untuk cacat mental (down syndrom) dan D untuk tuna daksa. ”Setelah calon peserta didik lolos dalam sesi wawancara, nantinya akan diklasifikasikan ke dalam kategori ketunaan yang ada,” paparnya.

Mengenai zonasi untuk siswa SLB Negeri, pihak sekolah tidak mempermasalahkan dari kecamatan atau rayon mana siswa berasal. Yang terpenting, siswa masih berdomisili di Kota Semarang.

Untuk PPDB di SD  Negeri, penerapan sistem zonasi dinilai sangat membantu dalam penerimaan siswa baru. Seperti yang dikemukakan Dwi Apri Kristianti, Kepala Sekolah SD Negeri Pleburan 01 Semarang. Dikatakan, sistem zonasi dan kuota yang diterapkan pemerintah sangat efektif dibanding sistem tahun kemarin.

“Siswa yang mendaftar di SD Pleburan 01 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu di sini hanya menerima 17 calon peserta didik sampai akhir pendaftaran. Sehingga siswa yang ditolak dari sekolah lain, kami terima, karena SD Pleburan 01 juga membutuhkan. Kuota tahun sebelumnya 40 sekarang menjadi 48. Jadi, ada peningkatan yang signifikan dari tahun kemarin,” kata Apri.

Apri menjelaskan, zona I untuk PPDB SD Pleburan 01 meliputi Kelurahan Tegalsari, Pleburan, Peterongan, Candi dan Wonodri. Kelurahan lainnya di Kota Semarang di luar zona I masuk zona II. Untuk penentuan nilai akhir peringkat (NAP)  calon peserta didik yang diterima menggunakan rumus 7NU+NZ, yakni 7 kali usia calon peserta didik ditambah nilai zona. Untuk zona I 50 dan  zona II 40. Dicontohkan, jika anak usia 7 tahun dan bertempat tinggal di zona I, maka nilai akhirnya 49+50=99.

Dikatakan, pada awal pembukaan pendaftaraan online hingga sore kemarin, SD Pleburan 01 sudah 20 siswa mendaftar  pilihan satu, dan 42 yang mendaftar pilihan dua.

Apri mengungkapkan, bagi calon peserta didik yang belum bisa mendaftarkan secara online, pihak sekolah menyediakan pelayanan khusus untuk memudahkan wali murid mendaftarkan calon peserta didik. “Selain untuk memudahkan calon peserta didik mendaftarkan secara online,  kami juga siap membantu mendaftarkan siswa kelas IV yang sudah lulus ke jenjang SMP secara online,” ujarnya.

Apri berharap bahwa sistem zonasi serta kuota 48 yang diterapkan oleh pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar, karena  dinilai lebih efisien dan penerimaan siswa lebih merata. (sga/mg10/mg11/aro)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tol Semarang-Demak Digarap 2018

SEMARANG – Jalan Tol Semarang-Demak dipastikan bakal terintegrasi dengan tanggul laut. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) telah sepakat jika jalan tol tersebut masuk...

Besok Boyongan, Kamis Diresmikan Jokowi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Calon penumpang di Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang tidak perlu uyel-uyelan lagi seperti di terminal lama. Sebab, dengan jumlah penumpang 5 juta...

Masyarakat Ikut Berperan Aktif Dukung TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Bukan hanya kaum pria saja yang bersama sama bekerja membangun sejumlah sasaran fisik yang sudah menjadi target dari Kegaiatan TMMD Reguler...

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Gratis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Indonesia Power bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng menggelar pengobatan gratis di RW IX Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, kemarin. Ratusan warga...

Ketika PCNU Luncurkan Rumah Pangan Kita

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggandeng Bulog mencanangkan pendirian Rumah Pangan Kita (RPK). RPK dilaunching oleh Bupati Bambang Karno bersama Ketua PCNU...

Sosialisasi Anti NAPZA dan Pengenalan Robotika

RADARSEMARANG.COM, BANYUBIRU - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Desa Tegaron, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang menggelar tiga kegiatan sekaligus, yakni upacara...