33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

PKL Alun-alun Minta Solusi Tempat Berjualan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO Para pelaku usaha kuliner Wonosobo khususnya para pedagang komplek alun-alun menemui anggota DPRD Senin, (2/7) siang. Kedatangan para pedagang kaki lima (PKL) ini untuk meminta solusi agar mereka tetap bisa berjualan setelah alun-alun ditutup, untuk direvitalisasi. Perwakilan pedagang tersebut mengaku resah dan kebingungan harus berjualan di mana setelah alun-alun yang mereka biasa gunakan untuk berjualan ditutup.

“Para pedagang sekarang terpecahbelah setelah tidak ada kejelasan bagi kami untuk berdagang di mana. Sementara pemerintah belum menyediakan tempat untuk kami berdagang,” kata Eko, salah satu pedagang kaki lima(PKL).

Mereka meminta anggota DPRD selaku wakil rakyat agar bisa memberikan solusi terbaik bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Lanjut Eko, pemerintah hanya memberi sosialisasi melalui banner dan spanduk yang terpasang untuk segera merelokasi area alun-alun tanpa melakukan komunikasi dengan para pedagang setempat.

“Meskipun tidak ada perda maupun perbub yang mengatur tentang penataan PKL alun-alun, kami berharap ada kejelasaan tentang para pedagang yang terdampak. Karena kami telah berada di sana selama sepuluh tahun lebih, ujar Eko.

Edi Supriyanto dan Murkamtoro Prasetyo dari Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo yang menerima kedatangan pedagang ini berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan memberikan solusi terbaik.

 Para pedagang kuliner yang berada di sekitar alun-alun merasa kebingungan setelah alun-alun ditutup. Walaupun mereka sadar bahwa di komplek alun-alun itu tidak boleh untuk berjualan. Perbup dan perdanya tidak ada. Namun mereka tetap berharap pada pemerintah untuk memberikan solusi tempat untuk bisa berjualan,” Edi Supriyanto. (cr1/lis)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...