Jumlah Pedagang Membengkak

  • Bagikan
SIDAK: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat melakukan sidak pengambilan undian nomor kios pasar darurat, di Kelurahan Kedungwuni Timur, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat melakukan sidak pengambilan undian nomor kios pasar darurat, di Kelurahan Kedungwuni Timur, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Senin (2/7) kemarin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Balaidesa Kedungwuni Timur, Kecamatan Keungwuni, yang sedang melakukan pengundian pengambilan nomor pedagang pasar induk yang akan menempati pasar darurat.

Hingga Senin (2/7) kemarin, pedagang pasar induk Kedungwuni belum juga pindah ke Pasar Darurat yang sudah dibangun, dari hasil sidak molornya pemindahan pedagang tersebut karena jumlah pendagang membengkak dari semula sebanyak 1.638 orang pedagang menjadi 1.900 pedagang.

Bupati Asip mengungkapkan bahwa molornya pemindahan para pedagang, hanya karena soal pengundian nomor kios pasar darurat. Karena diikuti oleh 1900 pedagang sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dan diperkirakan selesai pada tanggal 4 Juli mendatang.

“Saya lihat dan wawancarai lansung dengan pedagang, Alhamdulillah mereka tidak ada masalah dengan pengundian nomor kios pasar darurat ini. Mereka menerima dengan senang hati, karena Pasar Kedungwuni ini usianya sudah 40 tahun dan harus dibongkar untuk dibangun. Nanti kita akan bangun menggunakan pola multi years sampai dengan tahun 2020,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa konsumen yang bertransaksi di Pasar Kedungwuni, bukan hanya masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, namun juga dari luar negeri seperti dari Malaysia, yang datang untuk berbelanja busana muslim dan busana yang terbuat dari bahan jeans.

Menurutnya para pedagang yang ada di Pasar Kedungwuni, tidak hanya orang Pekalongan dan sekitarnya, bahkan ada orang Kalimantan yang mempunyai surat izin tempat, ikut berjualan di Pasar Kedungwuni dan sudah lama berjualan di Pasar Kedungwuni yaitulebih dari 20 tahun.

“Seperti tadi orang dari Batang sudah berjualan sekitar 25 tahun, dan orang Kalimantan ikut berjualan di Pasar Kedungwuni, mereka juga ikut pengambilan nomor kios darurat,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa Pasar Kedungwuni mempunyaui potensi yang sangat besar. Untuk itu, pemerintah akan konsen mengamati proses perpindahan memastikan agar pasar darurat betul-betul fungsional, tidak ada kendala dan pada sisi lain pemerintah akan memantau terus progres pembangunan di pasar utamanya.

Menurutnya  Pemerintah Daerah, juga membuka kran komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, terkait kebijakan pembangunan Pasar Kedungwuni tersebut agar semuanya berjalan dengan baik.

“Ini sudah pengumuman pemenang lelang tinggal menunggu masa sanggah, jika tidak ada sanggahan mungkin hari Jumat (6/7), hari Senin (9/7) sudah bisa kita mulai pembangunannya,” tegas Buati Asip. (thd/bas)

  • Bagikan