33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Semua Sekolah Punya Kesempatan Jadi Favorit

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – SISTEM zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2018/2019 di Kota Semarang sudah bisa diakses masyarakat di laman ppd.semarangkota.go.id. Seluruh panduan, ketentuan dan mekanisme penyelenggaraan PPDB sistem zonasi untuk jenjang TK, SD hingga SMP ini sudah dituangkan dalam laman resmi yang telah disiapkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang tersebut.

Kepala Disdik Kota Semarang, Bunyamin, mengatakan, Kota Semarang telah menyiapkan penyelenggaraan PPDB sistem zonasi ini. Dalam sistem zonasi tersebut, pelaksanaan PPDB di Kota Semarang bakal dibagi menjadi dua zona, yakni zona I dan zona II.

Bunyamin menjelaskan, zona I ini diprioritaskan bagi calon peserta didik yang bertempat tinggal di kelurahan dalam radius terdekat dengan sekolah. Sedangkan zona II adalah calon peserta didik yang berdomisili di kelurahan di luar zona I yang masih dalam satu wilayah Kota Semarang. Untuk kuotanya, untuk zona I minimal 50 persen dari daya tampung sekolah, dan minimal 40 persen untuk zona II. Sisa daya tampung 10 persen diperuntukkan bagi calon peserta didik dari luar Kota Semarang atau karena mutasi kerja orangtuanya dan untuk calon peserta didik berprestasi.

“Misalnya, calon peserta didik berasal dari zona II sekolah A, ya dia bisa, tetapi harus punya nilai lebih, misalnya pretasi. Prinsipnya untuk pemerataan anak pandai di semua sekolah dan semua sekolah nantinya menjadi favorit,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Jumat (29/6) lalu.

Ia menambahkan, mekanisme pembagian zona ini menerapkan rumusan tertentu untuk memperoleh angka terakhir dalam pemeringkatan. Rumus ini berlaku baik untuk tingkat TK, SD, maupun SMP negeri.

Bunyamin membeberkan, untuk jenjang TK dan SD negeri, rumusan yang digunakan untuk memperoleh nilai akhir peringkat (NAP) adalah 7 dikalikan usia ditambah nilai zona (7x U+NZ). Ia mencontohkan, calon siswa bersangkutan berusia 7 tahun dan masuk dalam klasifikasi Zona I. Maka nilai maksimalnya nanti 99, kalaupun lebih ada koma sekian. “Semuanya sudah kami atur dengan baik. Supaya rata, kami rumuskan ini juga melibatkan banyak pihak dan tidak asal-asalan,” jelas Bunyamin.

Sedangkan untuk jenjang SMP negeri, rumusan yang digunakan untuk memperoleh hasil NAP dengan menghitung Z (zona) ditambah 7 per 6 dikalikan nilai ujian sekolah (US) ditambah prestasi (apabila ada). Kecuali yang bersangkutan memiliki prestasi berjenjang, secara otomatis bisa diterima.

“Berdasar pada rumusan yang diterapkan dalam sistem zonasi tersebut, calon siswa yang berpeluang besar untuk diterima, baik di tingkat TK, SD, maupun SMP negeri adalah mereka yang bertempat tinggal di kelurahan paling dekat dengan lingkungan sekolah (zona I),” katanya.

Terkait dengan adanya sejumlah satuan pendidikan yang terletak dalam satu kelurahan, Bunyamin mengklaim pihaknya telah memperhitungkan hal tersebut. Menurutnya, langkah penghitungan kuota siswa telah dilakukan dengan dasar data siswa dalam Dapodik.

“Jadi, dari 177 kelurahan di Kota Semarang, itu kita hitung nanti yang mau masuk SD berapa, yang mau masuk SMP berapa. Tidak akan ada yang kekurangan siswa, atau tidak kebagian sekolah,” tegasnya.

Bunyamin menegaskan, pihaknya akan menjamin pemerataan siswa ini juga sejalan dengan pemerataan fasilitas sekolah. Pasalnya, sejumlah orangtua tampak khawatir dengan penerapan sistem zonasi lantaran takut sekolah yang sesuai dengan zona I anaknya belum memiliki fasilitas yang baik.

“Seluruh sekolah di Kota Semarang itu terakreditasi baik. Dari 44 sekolah, hampir 100 persen atau 40 di antaranya itu sudah akreditasi A. Kalaupun belum, saya pastikan itu B dan menuju akreditasi A,” paparnya.

Namun, kekhawatiran ini, menurut Bunyamin, harus disingkirkan. Pasalnya, Bunyamin meyakinkan pihaknya akan melakukan pemerataan dengan baik. Pihaknya tentu akan mencukupi seluruh fasilitas yang dibutuhkan oleh sekolah. Tak sampai di situ saja, para tenaga pengajar juga akan terus diberikan pelatihan.

“Sampai keperluan operasional juga kita penuhi. Riilnya, sampai dengan tahun ini, sekolah yang ada di pinggiran mulai berlomba. Banyak lho, guru dan siswa berprestasi sekarang dari sekolah pinggiran. Sehingga tidak berkumpul di satu sekolah saja,” terangnya.

Bunyamin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan kendala dalam pelaksanaan PPDB 2018, terutama dalam peralihan sistem rayonisasi ke sistem zonasi. Hal ini lantaran penerapan sistem zonasi baru akan dilakukan. Namun Bunyamin memastikan akan terus memantau prosesnya.

“Ini kan baru, belum ada kendala. Saya rasa juga tidak akan banyak kendala. Sudah 10 tahun terakhir masyarakat Kota Semarang dibiasakan dengan sistem IT. Kalaupun ada orangtua yang tidak mampu, bisa langsung datang ke sekolah. Pasti dibantu,” jelasnya.

Untuk mempermudah, selain dapat diakses melalui website ppd.semarangkota.go.id, masyarakat juga dapat mengunduh aplikasi PPD Kota Semarang melalui telepon genggamnya. Baik di website maupun aplikasi, seluruh ketentuan hingga juknis pelaksanaan tersedia di dalamnya.

“Di situ lengkap semua, sampai daftar zonasi, daftar sekolah, regulasi dan lainnya. Kalau tidak jelas, bisa langsung hubungi layanan telepon maupun layanan pesan singkat. Kami terbuka untuk kritik dan saran. Ini semua semata-mata untuk pendidikan dan Kota Semarang lebih hebat,” katanya. (tsa/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...