33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Kelurahan Harus Selektif Keluarkan SKTM

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta semua kelurahan di Kota Magelang untuk lebih selektif mengeluarkan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Pasalnya, saat ini sudah dimulai pembukaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK yang mana SKTM dimanfaatkan oleh para orangtua calon siswa untuk dipergunakan dalam proses pendaftaran.

“Kelurahan harus selektif. Menerbitkan seperti itu, SKTM. Doa itu, kira-kira surat tidak mampu diijabah betul tidak punya, gimana,” kata Wali Kota Sigit Widyonindito, Minggu (1/7) di Lapangan Rindam IV/Diponegoro di sela-sela acara olahraga bersama Polri, TNI dan masyarakat.

Pihaknya tidak bisa berkomentar banyak dikarenakan regulasi tersebut yang membuat dari provinsi. Namun demikian, Sigit meminta agar rasa keadilan harus tetap dijunjung tinggi seperti waktu pemkot mengelola SMA/SMK di Kota Magelang. Sigit juga meminta agar kelurahan mengawasi penerbitan SKTM tersebut

Kasubag TU Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Jawa Tengah, Prihestu Hartomo, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa PPDB tingkat SMA/SMK sudah dimulai kemarin hingga Jumat (6/7) mendatang melalui web Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Prihestu membenarkan untuk PPDB setiap sekolah diberikan porsi siswa tidak mampu dengan menyertakan SKTM.

“Porsinya sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah calon siswa baru. Harapan kami, calon siswa harus benar-benar menyertakan keterangan yang sebenar-benarnya,” tegas Prihestu.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kota Magelang, Sucahyo Wibowo, menuturkan, ketentuan sekolah dalam menerima siswa tidak mampu dengan porsi sekurang-kurangnya 20 persen dari calon jumlah siswa baru. Jika dalam zonasi yang ditentukan dan memang banyak siswa tidak mampu yang akhirnya memenuhi syarat diterima calon siswa dari sekolah yang dituju, sekolah bisa menerima siswa yang bersangkutan.

“Namanya juga sekurang-kurangnya 20 persen, jika ternyata ada 30 persen-50 persen calon siswa menyertakan SKTM dan benar-benar memenuhi syarat PPDB, sekolah bisa menerimanya,” jelas Kepala SMAN 1 Kota Magelang tersebut.

Kepala SMAN 3 Kota Magelang, Joko Tri Haryanto, menuturkan, dalam PPDB tahun ini, pihaknya berharap permasalahan dalam sistem rayonisasi tidak terjadi dalam sistem zonasi yang diberlakukan sekarang. Pasalnya, menurut Joko, pada PPDB sebelumnya, pihaknya sempat mengalami kekurangan murid meski pada detik-detik terakhir akhirnya terpenuhi.

“Harapan kami, tahun ini tidak ada permasalahan apapun. Dalam PPDB tahun ini, kami menerima calon siswa sebanyak 256 anak dengan program MIPA 160 siswa untuk 5 rombel, dan program IPS 96 siswa untuk 3 rombel,” papar Joko.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SMAN 2 Kota Magelang, Agung Mahmudi. Pihaknya berharap masalah kekurangan siswa di tahun sebelumnya tidak terjadi kembali pada sistem zonasi. “Untuk tahun ini kami menerima 288 siswa dengan kelas IPA 180 siswa untuk 5 rombel dan IPS 108 siswa dengan 3 rombel,” tukas Agung. (had/lis)

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Endah n Rhesa Berkesan Tampil di Redbox

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Penampilan perdana, Endah n Rhesa di Pekalongan cukup mengesankan. Keduanya menikmati konsernya di Redbox Socialcafe, kompleks Dupan Square Pekalongan, Sabtu malam...

Mayoritas TPS di Tingkir dan Sidorejo Dinilai Bermasalah

SALATIGA - Badan Saksi Pemenangan Pemilu Nasional (BSPN) PDIP Salatiga menemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada Kota Salatiga, 15 Februari lalu. Seperti diketahui dalam...

Laskar Tidar SMAN 2 Magelang Wakili Jateng

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Tim kesenian Laskar Tidar SMAN 2 Magelang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam festival dan lomba seni antarpelajar tingkat nasional 17-20...

Digital Economy dan Pusaran Disrupsi

RADARSEMARANG.COM - Tata ekonomi telah bergeser menuju pada tata ekonomi baru yang disebut dengan digital economy, yaitu tata ekonomi yang didasarkan pada ilmu pengetahuan,...

Warga Magelang Sambut Pemilu 2019

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Ribuan warga Salaman dan sekitarnya membanjiri lapangan Menoreh Salaman, Sabtu (21/4) sore. Mereka antusias menyaksikanpergelaran seni budaya 1 tahun menyongsong Pemilu 2019...