Logo nyonya mener
Logo nyonya mener

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perjuangan pemilik perusahaan jamu legendaris asal Semarang PT Nyonya Meneer agar terhindar dari kepailitan kembali pupus. Setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga (PN) Semarang beberapa waktu lalu, kini perusahaan milik Dr Charles Ong Saerang ini kembali kalah, karena kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Penolakan tersebut diketahui dari putusan kasasi dengan nomor 1397 K/Pdt.Sus-Pailit/2017, yang tertuang dalam website resmi MA https://putusan.mahkamahagung.go.id, yang diunduh Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (1/7).

Dalam petikan putusannya, majelis hakim MA yang diketuai Sultoni Mohdally didampingi dua hakim anggota, Sudrajad Dimyati dan Dr Ibrahim, dengan panitera pengganti Febry Widjajanto menyebutkan menolak permohonan kasasi dari pemohon (Nyonya Meneer).

Pengajuan kasasi sendiri dilakukan, karena pihak Nyonya Meneer menilai tak melanggar perjanjian perdamaian yang dibuat. Namun dalam salinan putusan kasasi MA tersebut, dapat dibuktikan bahwa memang ada kelalaian dalam penuntasan kewajiban Nyonya Meneer kepada kreditur.

Majelis hakim menilai, semestinya jika termohon konsisten dan beritikad baik untuk memenuhi kewajibannya, tentunya sudah ada pembayaran yang harus dilakukan kepada para kreditur, termasuk kepada pemohon (sebagai kreditur).

Namun hal itu tidak dilakukan, sehingga membuktikan permohonan termohon tersebut hanya terkesan sebatas formalitas untuk menunda kewajiban pembayaran utangnya.Dengan demikian, karena kasasi ditolak MA, maka Nyonya Meneer harus kembali melanjutkan proses kepailitan.

Terpisah, Charles Ong Saerang mengaku saat ini dirinya sudah tidak mengurusi PT Nyonya Meneer, karena semua merupakan kewenangan kurator. Terkait kasasi di Mahkamah Agung (MA), ia juga mengaku masih terus berjuang.

“Kondisi Nyonya Meneer pailit, kalau aktivitas saya sekarang jadi konsultan di Jakarta, dan penasihat-penasihat saja, termasuk di Kadin dan perusahaan Pak OSO (Oesman Sapta Odang),”katanya. (jks)