33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Ingin Terus Berinovasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – INOVASI demi inovasi telah dilakukan Novitasari Tribuana Tungga Dewi, utamanya di bidang gizi. Dengan inovasi yang diciptakan, dara kelahiran 10 November 1995 ini ingin hidupnnya dapat bermanfaat bagi orang di sekitarnya.

Terakhir, gadis penyuka bakso ini berinovasi dengan membuat yoghurt dari sari ampas tahu. Inovasi ini diajarkan kepada ibu-ibu di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang untuk menciptakan lapangan usaha.

”Memanfaatkan ampas tahu yang biasanya tidak berguna di sana. Juga untuk memberdayakan masyarakat. Yang ini saya lakukan bersama teman-teman di Desa Kenteng, Bandungan,” ujar penyuka lagu Can’t help falling in love dari Elvis Presley ini.

Sebelumnya, Dewi –sapaan akrabnya- juga sempat membuat jenis diet baru, yakni Hi-Lite (Healthy Weight-Lower Appetite). Diet ini, ia katakan, telah terbukti secara ilmiah mampu menurunkan berat badan secara sehat karena disertai kenaikan massa otot dan penurunan massa lemak dalam 4 minggu.

”Pernah juga membuat mi tinggi kalsium, namun bebas gluten. Mi ini untuk anak autis karena memang mereka membutuhkan kalsium tinggi,” ujar mahasiswi Ilmu Gizi Universitas Diponegoro (Undip) ini.

”Tapi baru dilakukan intervensi ke hewan yang dibuat autis. Kalau manusia belum. Sudah dapat hak paten sebenarnya,” katanya.

Ia memang selalu berinovasi di bidang gizi. Sebab, ia menyadari pentingnya memperhatikan gizi. Terlebih setelah masuk program studi S1 Ilmu Gizi Undip, dirinya  semakin menyadari pernyataan “You are what you eat”. ”Jadi kalau mau beneran sehat (bukan hanya terlihat tidak sakit) tentunya harus memperhatikan betul persoalan gizi ini. Caranya ya dengan memilih makan makanan dengan gizi yang tepat,” bebernya.

”Siapa yang tahu, walau tampak sehat di luar, tapi metabolisme dalam tubuh kita sebenarnya telah terganggu,” katanya.

Ke depan, perempuan yang hobi baca komik dan berwisata kuliner ini ingin bisa lebih banyak berinovasi lagi. Sebab, menurut pengalaman saat terjun di masyarakat, ia masih menemukan banyak balita dengan permasalahan gizi. Berbagai macam penyakit yang dialami oleh mahasiswa sampai orangtua karena pola makan yang tidak teratur.

”Sehingga, mari bersama-sama berinovasi dan mencerdaskan masyarakat Indonesia akan pengetahuan gizi. Gizikan Indonesia!” ajak perempuan yang bercita-cita menjadi Nutrition Consultant yang punya bisnis katering diet sehat ini.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa ilmu gizi di seluruh Indonesia untuk tidak lelah mendalami ilmu gizi serta terus berinovasi. Karena dengan inovasi-inovasi yang dilakukan di bidang gizi, ia yakin dapat membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik. (sga/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Meminta Maaf Kepada Orang Yang Telah Meninggal

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh Yth Bapak DR KH Ahmad Izzuddin MAg di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan saya takdzimkan. Saya ingin...

Pemkab Harus Fokus Selesaikan Pasar Induk

RADARSEMARANG.COM, PENGGUNAAN - APBD oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada tahun 2017 telah sesuai prosedur dan dinilai seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Sehingga laporan pertanggungjawaban...

Banyuputih Carnival Bertema Batik

BATANG - Sudah menjadi tradisi yang mengakar kuat pada masyarakat Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang menggelar peringatan HUT RI dengan Banyuputih Carnival, Sabtu...

Tak Ada CPNS Lewat Jalur Belakang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng membuka tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) mulai Juni 2018 mendatang. Terhitung ada 4.512 orang yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan di...

Kelola Aset Daerah, Pemkab Gandeng PPA

KAJEN-Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, menggandeng lembaga profesional di bidang pengelolaan aset daerah, yakni PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) (Persero). Dengan harapan bisa melakukan...

Proyek Tol Kembali Telan Korban

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Akibat jalan yang rusak parah sering dilalui truk pengangkut material pembangunan tol Batang Semarang, salah satu pengendara motor tewas di tempat....