33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Calone Loro Sing Menang Siji

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – CALONE loro sing menang siji. Ini guyonan politik. Saya mendengarnya sebelum pemilihan kepada daerah berlangsung. Namun, baru berani menuliskannya di sini sekarang. Kalau saya tulis saat itu, bisa-bisa kena semprit.

Guyonan itu sebenarnya faktual. Calon Gubernur Jateng memang dua. Ganjar Pranowo dan Sudirman Said. Yang akan memenangkan pertarungan juga hanya satu. Bisa Sudirman Said, bisa juga Ganjar Pranowo. Namun, kalau guyonan itu disampaikan di tempat umum bisa dianggap tendesius.

Kalau disampaikan saat kampanye bisa dianggap memprovokasi untuk memenangkan calon tertentu. Apalagi kalau yang menyampaikan pihak Ganjar Pranowo yang memakai nomor satu (siji). Belum lagi kalau ditambahi guyonan lainnya: calone loro sing dicoblos siji. Bisa-bisa panitia pengawas (panwas) meradang.

Kalimat senada sering digunakan untuk berkampanye pada zaman Orde Lama. Belakangan dianggap tidak cerdas dan tidak mendidik. Namun tak bisa dihentikan total. Saat masa kampenya pilkada serentak, masih sering terdengar guyonan itu. Bagi saya menarik. Kalangan politikus sering menjadikannya bahan candaan. Dan, suasana menjadi segar.

Pak Ganjar juga menangkap candaan seperti itu. Saya diceritai saat berkunjung ke rumah kontrakannya beberapa waktu sebelum pemilihan gubernur berlangsung. Dia menyampaikannya kepada saya dengan tertawa. Saya bersama seluruh pimpinan Radar Semarang juga tertawa.

Guyonan itu kebetulan bertuah. Ganjar Pranowo yang bernomor satu memenangkan pertarungan. Angkanya cukup meyakinkan. Dia yang berpasangan dengan Taj Yasin mendapat 58,79 persen. Sedangkan Sudirman – Ida Fauziyah meraih 41,21 persen. Angka itu real count KPUD Jateng. Ganjar hanya kalah di empat kabupaten.Yaitu, Brebes, Purbalingga, Kebumen, dan Kabupaten Tegal.

Di satu sisi Ganjar hebat. Bayangkan serangan yang ditujukan kepadanya bagai angin lesus. Itu berulang-ulang. Ganjar dituduh terlibat kasus maha besar e-KTP. Dia sudah beberapa kali diperiksa KPK meskipun hanya sebatas saksi. Bahkan sehari setelah pencoblosan, dia diperiksa lagi.

Calon dari PDIP itu sempat kewalahan menghadapi serangan. Berbagai alasan sudah diungkapkan. Berbagai fakta (menurut dia) telah disampaikan. Semuanya mental. “Terus aku kudu piye?” ujarnya bernada tanya. Pertanyaan itu dijawab sendiri. “Ya, barangkali kita gunakan kampanye model wong ndeso saja.” Kampanye model ndeso itu, ya, itu tadi. Calone loro sing dicoblos siji. Calone,loro sing menang siji. Tentu Ganjar goyonan.

Strategi Ganjar jitu. Dia memilih pasangan Taj Yasin. Putra kiai besar Maemun Zubair. Orang agamis yang dijamin  bersih. Bisa mendukung jargon politik Ganjar. Ora ngapusi, ora blenjani, ora korupsi. Mudah-mudahan Pak Ganjar jujur. Ini terlepas dari hasil pemeriksaan KPK yang kita semua belum tahu.

Pemilihan Taj Yasin itulah yang menurut saya mendukung kemenangan Ganjar. Sebab, PDIP sendiri kelihatan mulai terseok-seok di berbagai daerah. Di Kudus, misalnya, jago PDIP keok. Masan yang merah dikalahkan M Tamzil yang hijau. Padahal, Tamzil pernah dijebloskan ke bui. Hebatnya, di kabupaten ini, Ganjar berjaya dengan meraih angka sekitar 76 persen dibanding lawannya yang hanya sekitar 23 persen.

Yang agak mencengangkan adalah di Kabupaten Rembang, tempat Taj Yasin berasal. Ganjar menang tetapi tidak terlalu heboh. Perbedaan angkanya dengan Sudirman Said hanya sekitar 10 persen. Sudirman – Ida Fauziyah juga mencatat hasil luar biasa. Mereka adalah new comer. Tetapi bisa mendulang angka yang cukup signifikan. Kekalahannya memang telak. Tetapi mendulang sekitar 40 persen suara itu luar biasa. Barangkali mereka kalah hanya karena Ganjar petahana yang telah menginjakkan kaki di mana-mana. Ganjar juga memiliki retorika yang atraktif yang sulit membuat orang tidak percaya.

Kini pemilihan gubernur telah selesai. Kita tinggal menunggu pengumuman resmi KPUD dan pasangan Ganjar-Taj Yasin dilantik. Yang kita harapkan adalah mereka menepati janjinya. Angka kemiskinan mesti diturunkan. Tingkat kesejahteraan harus ditingkatkan. Pembangunan fisik dilaksanakan dengan jujur.

Masyarakat betul-betul menunggu. Pak Ganjar Pranowo dan Pak Taj Yasin ora ngapusi, ora blenjani, lan ora korupsi. Kalau tidak terbukti masyarakat yang akan memberi sanksi. (hq@jawapos.co.id)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

49 Santri Ikuti Ujian Akhir

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Sebanyak 49 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) APIK, Kaliwungu mengikuti Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN). Dengan mengikuti ujian...

Pengalaman Besar Diperenguti Satpam

Dia ambil mata kuliah event organizer. Di jurusan manajemen. Dia berjanji pada dosen yang meluluskannya: ilmunya itu akan langsung dia praktekkan. Sebagai bukti bahwa...

Mudahkan Koperasi dan UMKM dengan Aplikasi Telepon Pintar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah mendorong koperasi sebagai badan usaha untuk Go-Digital. Koperasi tidak lagi bisa menutup diri untuk...

Sepuluh RS Miliki Sertifikat Syariah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Sebanyak 10 rumah sakit (RS) di Indonesia, saat ini telah mendapatkan sertifikat syariah tingkat nasional. Selain itu, ada 12 RS yang masih dalam...

Gencarkan Razia Kendaraan Tak Laik Jalan

SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian Lalu Lintas Polrestabes Semarang mulai menggencarkan razia kendaraan, utamanya yang sudah tidak layak jalan. Menyusul sejumlah peristiwa...

Puluhan Tahanan Jalani Rekam Medis Gigi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Puluhan penghuni rumah tahanan Polres Pekalongan, Kamis (22/2) kemarin, menjalani pendataan dan perekaman  odontogram oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng....