33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Telusuri Pinjaman Kendaraan Pelat Merah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Jika terbukti, itu termasuk dalam pelanggaran UU ITE. Ilegal akses

Kapolda Irjen Pol Condro Kirono

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menangkap dua orang yang diduga pelaku penyebar black campaign salah satu pasangan calon (Paslon) Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebuah mobil Avanza hitam yang diduga pelat merah serta laptop dan perangkat SMS blasting.

Informasi yang beredar, salah satu pelaku yang diamankan bernama TNE, warga Klaten yang diduga berperan sebagai operator SMS blasting. Satu pelaku lainya berperan sebagai driver. Keduanya ditangkap petugas Selasa (26/6) malam.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Iya ada kejadian setelah minggu masa tenang,” ungkapnya usai peninjauan di TPS 007 kampung Gunung Brintik, Randusari, Semarang Selatan, Rabu (27/6).

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait beredarnya Short Message Service (SMS) yang intinya mendiskriditkan paslon yakni Pilgub Jateng Ganjar – Yasin.

“Kejadianya kan dari laporan masyarakat masuk SMS, kita kroscek ke Telkom, rupanya Telkom tidak. Kemudian kita lakukan lidik dan kita ketemukan mobil itu di Magelang dan pelakunya,” bebernya.

Condro menyampaikan dua orang yang diamankan bukan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, dua pelaku masih dimintai keterangan oleh petugas. Namun demikian, Condro enggan membeberkan nama dua orang yang diamankan tersebut.
“Bukan PNS, satu orang dari Delanggu dan satu dari Batang,” katanya.

Sedangkan informasi yang beredar, mobil tersebut merupakan pelat merah dalam artian milik instansi pemerintahan dengan nopol yang depanya adalah H. Menanggapi hal tersebut, Condro hanya menjelaskan masih dalam penyelidikan.”Kendaraan masih kita dalami juga, kok bisa sampai sama dia,” jelasnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Panwas dalam pengungkapan kasus ini. Condro menegaskan, dua orang yang diamankan tersebut bakal dijerat Undang-Undang ITE jika terbukti melakukan perbuatan tersebut. “Itu termasuk dalam pelanggaran UU ITE. Ilegal akses,” tegasnya.

Selain pengungkapan kasus tersebut, kepolisian juga mengungkap kasus money politic di daerah Temanggung. Saat ini, temuan kasus inipun juga telah dikoordinasikan dengan Panwas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Tadi malam juga ada di Temanggung, itu money politic juga ditangani oleh Panwas. Tapi itu levelnya pemilihan kepala daerah yang di kabupaten,” pungkasnya. (mha/zal)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pesan Perdamaian dalam Pawai Budaya Dugderan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sedikitnya 15 ribu siswa  dari 16 UPTD Pendidikan Kecamatan di Kota Semarang berkumpul di lapangan Pancasila Semarang meramaikan pawai budaya dugderan untuk menyambut...

Konten Medsos Bisa Pecah Belah Bangsa

SEMARANG-Generasi milineal harus waspada adanya intervensi untuk memecah belah bangsa, serta pengaruh budaya asing melalui konten teknologi informasi dan media sosial (medsos). Sebab, hal...

Aplikasi Pemilos Menangkan Krenova

MAGELANG – Aplikasi Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) karya siswa kelas X SMA Negeri 4 Magelang, R Maulana Ulhaq Sadya K berhasil memenangkan lomba Kreasi...

Istri Punya PIL, Suami Nekat Gantung Diri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -  Agus Susanto, 40, warga Sendangguwo Selatan RT 8 RW 2, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (12/5) sekitar...

Penuhi Syarat PKL, Boleh Jualan di Sekolah

BATANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mempersilahkan pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di sekolah asal memenuhi syarat. Yakni, harus bisa menjaga kebersihan dan berjualan makanan...

Warga Sandera Puluhan Truk 

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Puluhan truk dam yang melewati jalan raya Ketandan, Kecamatan Wiradesa, Jumat (25/5) kemarin,  disandera oleh warga Desa Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Warga geram...