33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Telusuri Pinjaman Kendaraan Pelat Merah

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Jika terbukti, itu termasuk dalam pelanggaran UU ITE. Ilegal akses

Kapolda Irjen Pol Condro Kirono

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menangkap dua orang yang diduga pelaku penyebar black campaign salah satu pasangan calon (Paslon) Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebuah mobil Avanza hitam yang diduga pelat merah serta laptop dan perangkat SMS blasting.

Informasi yang beredar, salah satu pelaku yang diamankan bernama TNE, warga Klaten yang diduga berperan sebagai operator SMS blasting. Satu pelaku lainya berperan sebagai driver. Keduanya ditangkap petugas Selasa (26/6) malam.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Iya ada kejadian setelah minggu masa tenang,” ungkapnya usai peninjauan di TPS 007 kampung Gunung Brintik, Randusari, Semarang Selatan, Rabu (27/6).

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait beredarnya Short Message Service (SMS) yang intinya mendiskriditkan paslon yakni Pilgub Jateng Ganjar – Yasin.

“Kejadianya kan dari laporan masyarakat masuk SMS, kita kroscek ke Telkom, rupanya Telkom tidak. Kemudian kita lakukan lidik dan kita ketemukan mobil itu di Magelang dan pelakunya,” bebernya.

Condro menyampaikan dua orang yang diamankan bukan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, dua pelaku masih dimintai keterangan oleh petugas. Namun demikian, Condro enggan membeberkan nama dua orang yang diamankan tersebut.
“Bukan PNS, satu orang dari Delanggu dan satu dari Batang,” katanya.

Sedangkan informasi yang beredar, mobil tersebut merupakan pelat merah dalam artian milik instansi pemerintahan dengan nopol yang depanya adalah H. Menanggapi hal tersebut, Condro hanya menjelaskan masih dalam penyelidikan.”Kendaraan masih kita dalami juga, kok bisa sampai sama dia,” jelasnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Panwas dalam pengungkapan kasus ini. Condro menegaskan, dua orang yang diamankan tersebut bakal dijerat Undang-Undang ITE jika terbukti melakukan perbuatan tersebut. “Itu termasuk dalam pelanggaran UU ITE. Ilegal akses,” tegasnya.

Selain pengungkapan kasus tersebut, kepolisian juga mengungkap kasus money politic di daerah Temanggung. Saat ini, temuan kasus inipun juga telah dikoordinasikan dengan Panwas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Tadi malam juga ada di Temanggung, itu money politic juga ditangani oleh Panwas. Tapi itu levelnya pemilihan kepala daerah yang di kabupaten,” pungkasnya. (mha/zal)

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Beli Produk Pakai Kreweng, Pedagangnya Berkain Kebaya

Untuk melestarikan makanan tradisonal dan menghidupkan geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM), Pemkab Batang menggelar even wisata baru Minggon Jatinan. Wisata ini terletak di...

Metode Speed ReadingTingkatkan Baca Cepat Siswa

Membaca merupakan kegiatan berbahasa yang tidak asing bagi siswa. Siswa mampu membaca bukan karena secara kebetulan atau didorong oleh inspirasi, tetapi melalui pembelajaran. Apalagi...

Bank Jateng Biayai 7 Ribu Pekerja Informal Ikut BPJS Ketenagakerjaan

PEKALONGAN - Sebanyak 7 ribu pekerja informal di Jateng mendapat bantuan iuran BPJS dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo lewat dana corporate social responsibility (CSR)...

Taman Alun-Alun Telan Duit Rp 12 M

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Wajah Alun-ALun Kota Temanggung berubah total. Alun-Alun yang dulu sama sekali tidak memikat, kini berubah dengan hadirnya taman. Selain dilengkapi wifi, juga...

Ancam Laporkan PHI ke Polda

SEMARANG  - Pihak Yayasan Kesehatan Kristen Tayu (YKKT) melalui kuasa hukumnya akan melaporkan balik pihak Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Kota Semarang ke Kepolisian Daerah...

Panen Perdana, Hasilkan 8,6 Ton/Hektare

DEMAK-Panen perdana tanaman padi musim tanam pertama (MT I), Selasa (24/1) kemarin, berlangsung di Desa Poncoharjo, Kecamatan Bonang. Panen yang dipimpin langsung Wabup Joko...