33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Siapkan 1.000 Tangki Air

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PURWOKERTO – Sebanyak 55 desa di wilayah Kabupaten Banyumas merupakan daerah rawan kekeringan. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Somagede, Banyumas, Kebasen, Rawalo, Purwojati, Wangon, Lumbir, Gumelar, Pekuncen, Ajibarang, Cilongok, Kedungbanteng, Kalibagor, serta beberapa wilayah di Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, dan Purwokerto Selatan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Suyanto mengatakan, mengantisipasi kekeringan, pihaknya telah menyediakan 1.000 tangki yang diperoleh dari APBD 2018. Namun BPBD Banyumas juga mengajukan bantuan tangki pada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Jateng.

“Untuk antisipasi kalau kurang, per tangki cukup menampung 4.000 sampai 5.000 liter,” katanya.

Dia pun menuturkan, sejauh ini belum ada daerah yang mengajukan permohonan bantuan air. Sebab sekarang belum memasuki musim kemarau. Untuk data daerah rawan kekeringan tersebut, merupakan data dari tahun-tahun sebelumnya. “Tapi sudah kami persiapkan sarananya, kalau ada yang membutuhkan tidak bingung lagi,” tuturnya.

Sumber air yang digunakan untuk daerah rawan kekeringan, mengambil dari sumber air terdekat lokasi. BPBD Banyumas mengandalkan dari PDAM Pabuaran, mata air Pancasan, mata air Kali Semak Purwojati, sumber air Kanding Somagede, dan Watu Agung Tambak.

Suyanto menyampaikan, pembagian air yang disediakan dibatasi 60 untuk per orang. Di mana air tersebut digunakan untuk konsumsi seperti minum, atau untuk memasak. “Cukup untuk kebutuhan konsumsi saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas, Catur Hari Susilo menambahkan, menjelang musim kemarau, untuk daerah rawan kekeringan sebaiknya menggunakan air secukupnya dan tidak berlebihan. Selain itu juga agar bisa memelihara sumber-sumber mata air dengan baik. “Jaga lingkungan dengan baik, jangan menebang pohon di sekitar mata air untuk menjaga stabilitas air” kata Catur.

Jika ada daerah yang mengalami kekeringan, bisa segera mengajukan permohonan droping air bersih pada kades setempat. Dan dilanjutkan sampai BPBD Banyumas. (ely/jpg/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajak Warga Jalan Sehat

MAGELANG–SMK Citra Medika Kota Magelang mengajak warga Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, merayakan HUT ke-72 Kemerdekaan RI secara bersama, Minggu (20/8) kemarin. Sekolah kesehatan...

Tinggal di Rumah Reyot, Anwar Lumpuh, Sumiati Buta

Pasangan suami istri (pasutri) Anwar dan Sumiati, warga Dukuh Pilang RT 3 RW 5, Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung ini adalah salah satu warga miskin...

Menang Tapi Masih Harus Berbenah

MUNGKID - Persikama Kabupaten Magelang berhasil mengalahkan tamunya Persikaba Blora dengan skor 2-0 dalam laga lanjutan grup A Liga 3 di Stadion Gemilang Kabupaten...

Harga Bawang Merah Melonjak

SEMARANG - Curah hujan tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan hasil panen petani lokal untuk beberapa komoditi mengalami kegagalan. Salah satunya adalah bawang merah. Imbasnya, bawang...

Dipenuhi Merah Muda PKH Kecamatan Grabag

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID–Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, Sabtu (5/5) kemarin, menggelar jalan santai dalam rangka memperingati Hari Kartini. Halaman kantor Kecamatan Grabag berubah menjadi merah muda....

Kejari Kantongi Calon Tersangka

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta masih fokus melakukan penyidikan kasus dugaan pungli penerbitan surat keputusan (SK) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di...