33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Siapkan 1.000 Tangki Air

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PURWOKERTO – Sebanyak 55 desa di wilayah Kabupaten Banyumas merupakan daerah rawan kekeringan. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Somagede, Banyumas, Kebasen, Rawalo, Purwojati, Wangon, Lumbir, Gumelar, Pekuncen, Ajibarang, Cilongok, Kedungbanteng, Kalibagor, serta beberapa wilayah di Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, dan Purwokerto Selatan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Suyanto mengatakan, mengantisipasi kekeringan, pihaknya telah menyediakan 1.000 tangki yang diperoleh dari APBD 2018. Namun BPBD Banyumas juga mengajukan bantuan tangki pada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Jateng.

“Untuk antisipasi kalau kurang, per tangki cukup menampung 4.000 sampai 5.000 liter,” katanya.

Dia pun menuturkan, sejauh ini belum ada daerah yang mengajukan permohonan bantuan air. Sebab sekarang belum memasuki musim kemarau. Untuk data daerah rawan kekeringan tersebut, merupakan data dari tahun-tahun sebelumnya. “Tapi sudah kami persiapkan sarananya, kalau ada yang membutuhkan tidak bingung lagi,” tuturnya.

Sumber air yang digunakan untuk daerah rawan kekeringan, mengambil dari sumber air terdekat lokasi. BPBD Banyumas mengandalkan dari PDAM Pabuaran, mata air Pancasan, mata air Kali Semak Purwojati, sumber air Kanding Somagede, dan Watu Agung Tambak.

Suyanto menyampaikan, pembagian air yang disediakan dibatasi 60 untuk per orang. Di mana air tersebut digunakan untuk konsumsi seperti minum, atau untuk memasak. “Cukup untuk kebutuhan konsumsi saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas, Catur Hari Susilo menambahkan, menjelang musim kemarau, untuk daerah rawan kekeringan sebaiknya menggunakan air secukupnya dan tidak berlebihan. Selain itu juga agar bisa memelihara sumber-sumber mata air dengan baik. “Jaga lingkungan dengan baik, jangan menebang pohon di sekitar mata air untuk menjaga stabilitas air” kata Catur.

Jika ada daerah yang mengalami kekeringan, bisa segera mengajukan permohonan droping air bersih pada kades setempat. Dan dilanjutkan sampai BPBD Banyumas. (ely/jpg/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BKK Dempet Beri Kontribusi Rp 1,9 M

DEMAK-PD BKK Dempet telah mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1.946.564.771 (Rp 1,9 miliar). Kontribusi PAD tersebut bersumber dari deviden...

 Wali Kota Semarang Digugat ke PTUN

SEMARANG-PT Havindo Pakan Optima menggugat Wali Kota Semarang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Wali kota digugat karena menerbitkan Surat Keputusan (SK)...

Temukan Daging Gelonggongan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 10 pedagang di Pasar Rejowinangun kedapatan menjual daging sapi gelonggongan dan ayam tiren atau bangkai. Kondisi ini diketahui saat tim...

PSIS Tambah Penjaga Gawang, Jandia Eka Merapat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–PSIS masih menambah stok penjaga gawang, kendati tim berjuluk Mahesa Jenar telah resmi mengontrak tiga kiper yaitu Aji Bayu Putra, Ferdiansyah dan Sendri...

Siapkan Menu Angkringan di Hotel

MAGELANG –Persaingan di bidang jasa perhotelan makin kompetitif. Hotel Safira Magelang mempersiapkan diri menghadapi tantangan tersebut. Dalam waktu dekat, hotel bintang tiga ini akan...

Bidik Budidaya Singkong Gajah

UNGARAN – Sektor perikanan dan perkebunan menjadi bidikan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngajaran Kecamatan Tuntang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kades Ngajaran Yos Prayitno mengungkapkan...