33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Panwas Amankan 168 Amplop Uang

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Temanggung Pilkada 2018 diwarnai dugaan politik uang. Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) mengamankan sedikitnya 168  amplop berisi uang yang dibagikan kepada para pemilih sejak Selasa (26/6) malam hingga Rabu (27/6) pagi. Beberapa amplop berisi uang nominal pecahan Rp20.000 dan Rp50.000 yang didapat dari para pelapor ini kemudian diamankan di Kantor Panwaskab Temanggung untuk dijadikan barang bukti (BB).

Ketua Panwaskab Temanggung Sam Ferry Baihqi mengatakan,  politik uang ini terjadi di 7 kecamatan dan sebagian besar terjadi untuk Pilbup Temanggung. “Dugaan politik uang ini dilaporkan sejak Selasa sore dan Rabu pagi tadi, bahkan laporan masuk masih terus berdatangan ke kantor kami,” kata Sam Ferry, Rabu (27/6). Dari beberapa laporan yang masuk, yang sudah masuk register ada 7 laporan.

Sementara, Anggota Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Temanggung AKP Dwi Haryadi mengatakan,  tim Gakkumdu sudah melakukan klarifikasi terhadap pelapor dan terlapor. Namun, Gakkumdu belum bisa menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus ini. “Kami masih menyelidiki dan masih ada waktu hingga lima hari untuk menentukan terbukti atau tidaknya unsur pidana politik uang,” kata Kasat Reskrim Polres Temanggung ini.

Dwi menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Umum, sanksi pidana bagi penerima dan pemberi uang dalam Pemilu bisa diancam dengan hukuman minimal tiga tahun penjara dan maksimal enam tahun penjara. Sedangkan ancaman denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengaku sudah mendapatkan laporan adanya dugaan politik uang di Temanggung. “Temanggung tadi malam (Selasa, 26/6) ada laporan, tapi sudah ditangani oleh Panwaslu. Ada 10 lokasi pelanggaran,” kata Condro didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, usai meninjau TPS di Desa Ngargosoka, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (27/6).

Terpisah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah,KH Yusuf Chudlori mengaku menerima laporan adanya pelanggaran pemilu seperti politik uang di sejumlah daerah di Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Temanggung. Gus Yusuf juga memastikan, PKB akan melaporkan terkait dugaan politik uang tersebut karena ada saksi dan bukti. “Di beberapa daerah ada laporan pelanggaran. Di Temanggung ada sembilan kecamatan, Kabupaten Magelang juga. Indikasi money politics, penyebaran amplop, indikasi ketidaknetralan aparat, indikasi kartu suara yang sudah ditandai. Untuk di Kabupaten Temanggung indikasinya money politics untuk Pilbup,” kata Gus Yusuf. (san/had/ton)

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Kiprah Ali Yusa Ajari Nelayan Medokan Sawah Bikin Perahu dari Fiber

PERAHU kayu semakin mahal. Padahal, penghasilan nelayan masih tidak menentu. Masalah itulah yang mendorong Ali Yusa memberikan pelatihan kepada nelayan untuk membuat perahu berbahan...

Rekrut Tujuh Darah Segar

SEMARANG – PSIS tampaknya benar-benar memanfaatkan bursa transfer terakhir di babak 16 besar ini. tak tanggung-tanggung sebanyak tujuh pemain baru resmi digaet oleh tim...

Prihatin Anak Muda Tak Hafal Indonesia Raya

TEMANGGUNG – Banyak cara dilakukan untuk menyampaikan materi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika). Anggota MPR RI/DPD RI perwakilan...

Bangunan Cagar Budaya Nyaris Roboh

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Salah satu sudut bangunan cagar budaya milik PT Pelni di kawasan Kota Lama Semarang hampir roboh karena sejumlah bata bagian tengah...

Hendi : MUI adalah Pengayom dan Pamomong Umat

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak seluruh keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang untuk meningkatkan peran dalam mengayomi warga, dengan berbagai...