33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Konversi Nilai Masih Diburu

Meskipun Sudah Bukan Lagi yang Utama

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Dinas pendidikan (Disdik) Surakarta menjadwalkan konversi nilai prestasi atau piagam kejuaraan pada penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 pada Senin-Sabtu (25-30/6). Konversi itu bisa digunakan untuk menambah nilai peserta dalam PPDB online yang dibuka mulai 3 Juli.

Meski demikian, Sekretaris Disdik Surakarta Unggul Sudarmo menegaskan,  nilai sudah tidak lagi menjadi prioritas utama. “Sekarang nilai sudah bukan prioritas, bukan lagi yang utama. Karena sudah menerapkan sistem zonasi. Nilai sekarang nomor dua, nomor satu tetap zonasi tempat tinggalnya. Tapi, masih banyak murid yang rela mengantre mengonversi nilai,” bebernya kemarin (27/6).

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Selasa (26/6), antrean masyarakat untuk mengonversi nilai di kantor disdik mengular. Pemandangan serupa diprediksi terjadi hingga Sabtu (30/6).

Alur konversi nilai yang dilakukan peserta diawali dengan mengumpulkan sejumlah berkas persyaratan. Yakni piagam penghargaan asli, fotokopi piagam penghargaan yang telah dilegalisir, surat pernyataan sekolah asal yang menerangkan bahwa pelajar bersangkutan adalah benar murid dari sekolah tersebut yang memperoleh penghargaan sesuai piagam, dan fotokopi kartu keluarga (KK).

Proses selanjutnya, petugas memverifikasi berkas dan menentukan jumlah nilai prestasi sesuai tingkat kejuaraan. Data diinput dilanjutkan dengan pencetakan nilai prestasi. Usai dicetak, peserta dipersilakan mengambil nilai prestasi yang sudah dikonversi.

“Konversi nilai dipilah dari kejuaraan akademik, seni, olahraga, dan lain sebagainya sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Konversi nilai ini kami berikan kepada masyarakat yang menghendaki dan berharap ada nilai tambah setelah ikut lomba sesuai bidang masing-masing,” ungkap Kepala Bidang Sekolah Menengah Dasar (SMP) Disdik Kota Surakarta, Bambang Wahyono.

Ditambahkan dia, pihaknya memberikan konversi nilai bagi siapapun dan untuk bidang apapun selama ada di dalam juknis. Meskipun murid berasal dari luar daerah, asal penghargaannya didapatkan di Kota Solo, Disdik bersedia memberikan legalitas.

“Tapi tidak bisa mendaftar sekolah di sini, karena Solo sudah menerapkan zonasi,” tegasnya.

Salah seorang orang tua murid, Vera Rusitawati mengatakan, dirinya tetap mengonversi nilai anaknya meskipun PPDB kali ini sudah menerapkan sistem zonasi. Menurutnya, tambahan nilai tersebut tetap bermanfaat jika kuota zonasi sudah penuh.

“Piagam anak saya ada empat, semuanya bidang olahraga. Kalau dihitung, bisa menambah tiga poin. Lumayan, biar kalau dilihat nilainya bisa diprioritaskan. Rencananya, anak saya mau daftar ke SMPN 2 sesuai zona. Tempat tinggal saya di Pajang,” beber Vera.

Vera mengungkapkan, dirinya setuju diterapkan sistem zonasi. Sebab, selain untuk pemerataan pendidikan, sistem zonasi memudahkan dirinya agar tidak terlalu jauh mengantar sekolah anaknya.

“Saya setuju zonasi, areanya tidak terlalu jauh. Anak saya tiga dan harus diantar semua. Dengan sistem zonasi ini, saya jadi tidak capek karena sekolahnya dekat dengan rumah,” pungkasnya. (aya/wa)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunggu Penetapan Lokasi dan Proses Lelang

RADARSEMARANG.COM - Megaproyek jalan tol Semarang-Demak yang juga berfungsi sebagai tanggul laut segera direalisasikan. Informasi terbaru, kini tinggal menunggu penetapan lokasi (penlok) akhir Maret...

Semar Jadi Maskot Pilgub Jateng 2018

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng memilih sosok dunia pewayangan sebagai maskot Pilgub 2018 mendatang. Yaitu pentolan Punakawan, Semar. Maskot tersebut rencananya akan...

Rombak Mess Atlet Terkendala Anggaran

SEMARANG – Kondisi mess Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) di kompleks GOR Jatidiri Semarang sangat memprihatinkan. Karena itu, pada 2018 mendatang, rencananya...

Truk Masuk Jurang, Satu Tewas

MUNGKID—Truk bermuatan bir, Jumat (3/2) pagi, pukul 03.45, terjun ke dasar jurang sedalam 20 meter. Kecelakaan tunggal tersebut terjadi di ruas Jalan Magelang -...

SMPN 3 Tirto Bebas Banjir Rob

KAJEN - Tiga bulan setelah pembangunan tanggul raksasa di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, ternyata bukan hanya tiga desa, yakni Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo dan...

Warnai Portal Jamkesnews.com

Pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta--khususnya Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Umum dan Komunikasi Publik--dituntut memiliki...