33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Ahli Waris Kesulitan Cairkan Dana BPJS

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Setelah nasib 58 mantan buruh PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) yang didampingi Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang berhasil memperoleh pencairan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), ternyata nasib baik juga menghampiri 83 mantan buruh lainnya yang didampingi advokat Yetty Any Ethika. Namun demikian dari 83 tersebut, 12 mantan buruh lainnya yang sudah meninggal dunia, ahli warisnya masih terkendala menerima pencairan dana BPJS.

“Kalau jumlah cairnya dari Rp 12 juta hingga Rp 17 juta, tapi sayang dari 83 yang saya dampingi ada 12 meninggal dunia, sehingga pencairannya masih menunggu pembayaran dari kurator ke BPJS sebesar Rp 12 miliar untuk 1.500 orang buruh,”kata Yetty Any Ethika, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (27/6).

Ia mengatakan, untuk 12 orang yang meninggal tersebut, ahli warisnya bisa mengambil setelah ada pembayaran kurator, selain itu pembayaran kurator juga sekaligus untuk membayar kekurangan atau tambahan mantan buruh lainnya yang sudah mendapat pencairan. Ia juga menyampaikan, dari seluruh mantan buruh Nyonya Meneer ada 150 orang yang ditolak tidak dapat pesangonnya. Hal itu karena mereka telat mendaftar ke kurator.

“Tapi dana BPJS tetap bisa cair untuk mereka,  hanya saja surat-surat tetap harus diurus untuk kelengkapan pencairan. Sepengetahuan saya, untuk BPJS semua karyawan rata-rata sudah ambil,  kecuali yang meninggal,” sebutnya.

Ia mengatakan, ada tungakan dana sekitar Rp 1 miliar untuk BPJS Kesehatan dan Rp 12 miliar untuk BPJS Ketenagakerjaan yang belum dibayarkan kurator, dengan demikian semua tetap kembali ke kurator untuk melakukan penjualan aset perusahaan jamu legendaris asal Semarang ini.

“Cuma dananya tetap bisa cair, tapi semua terngantung kurator melakukan penjualan aset, untuk membayar tungakan BPJS,”ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Yeti Laini, mengaku kesulitan mengakomodir permintaan pencairan tersebut. Hal itu disebabkan, karena ketersediaan kartu, padahal menjadi syarat penting. Ia mengatakan, dari jumlah 1.000 lebih buruh, 500 diantaranya telah mengajukan pencairan dan memperoleh pencairannya.

“Setiap orang rata-rata mendapat Rp 12 juta sampai Rp 14 juta. Total menurut hitungan, lebih dari Rp 5 miliar telah dicairkan,” katanya. (jks/zal)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...