31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Di Kota Semarang, Ganjar-Yasin Menang Telak

Capai 74,09 Persen 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen untuk sementara unggul dalam hitung cepat (quick count) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng periode 2018-2023 oleh sejumlah lembaga survei. Salah satu penyumbang suara terbesar datang dari Kota Semarang.

Berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, di Kota Semarang, pasangan Ganjar-Yasin unggul telak atas lawannya, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, mencapai 74,09 persen. Hasil tersebut tertinggi kedua setelah Kudus yang mencapai 76,44 persen. Capaian tersebut memang sudah sesuai ekspektasi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi. “Di awal target kita 70 persen. Kemudian kita breakdown dari berbagai strategi. Hasilnya, Alhamdulillah memuaskan. Melebihi target,” tegas Wali Kota Semarang ini.

Raihan suara tersebut memang cukup membanggakan mengingat daerah lain tingkat kemenangannya kurang begitu memuaskan, kecuali Kudus yang tingkat kemenangannya mencapai 76,44 persen. (lihat infografis)

Hendi –sapaan akrabnya– menambahkan, capaian jumlah suara di Ibu Kota Jawa Tengah ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan semua teman, relawan, pendukung maupun pengusung. “Ditambah Mas Ganjar merupakan figur yang layak jual. Sehingga mudah mempromosikan beliau,” katanya.

Kemarin, Hendi bersama sang istri, Krisseptiana Hendrar Prihadi, dan putrinya menggunakan hak pilihnya di TPS 7 Kelurahan Lempongsari, Gajahmungkur.  Hendi datang ke TPS pukul 11.00 mengendarai motor Yamaha XMAX. ”Sebagai warga bangsa yang baik kita sempatkan mampir TPS dan memilih calon gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah,” ujar Hendi yang sempat menyapa para tetangganya.

Hendi harus datang ke TPS siang hari karena sebelumnya ia mendampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Muspida melakukan pemantauan di sejumlah TPS.

Ketua KPPS TPS 7 Kelurahan Lempongsari, Suratman, menjelaskan, dari 384 DPT dikurangi 6 yang meninggal, ada 315 warga yang menggunkan hak pilihnya. ”Ada 65 warga tidak nyoblos alias golput,” ujarnya.  Di TPS Hendi ini, pasangan Ganjar-Yasin unggul 258 suara, sedangkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah  mendapat 43 suara.

Sementara saat melakukan pantauan bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Hendi mendatangi TPS di Singotoro, kemudian di daerah Klipang dilanjutkan ke Citarum dan berakhir di TPS kampus Universitas PGRI Semarang (Upgris). Hasil pantauan menurut wali kota, TPS Kota Semarang amat bagus dan berjalan sesuai aturan. Hal ini dapat dilihat mulai logistik yang tersedia, kotak suara masih disegel semua, dan coblosan juga berjalan dengan lancar. Ia pun memuji kedewasaan politik warga Semarang yang hingga hari ini masih terjaga murni tanpa keributan.

“Bila tingkat partisipasi warga Semarang yang ikut mencoblos tinggi, maka proses demokrasi ini sudah berjalan dengan baik, karena demokrasi yang baik salah satunya bisa dilihat dari partisipasi warganya yang ikut memilih sangat tinggi,” ujarnya.

Ia berpesan semua pihak bisa menerima dan menghormati hasil pemilu nanti yang menang tidak umuk, dan yang kalah tidak ngamuk. “Karena siapapun yang terpilih nanti, dia adalah saudara kita yang akan memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan” pesan wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo Kumolo juga memuji partisipasi warga Semarang yang sudah bagus. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya warga yang menggunakan hak pemilih dalam pemilu. Ia pun akan berjanji akan meningkatkan kepemilikan E-KTP bagi warga yang belum memiliki E-KTP, terutama pemilih pemula agar bisa digunakan dalam pemilihan presiden yang akan berlangsung tahun depan.

“Penyelesaian program rekam E-KTP harus segera diselesaikan, karena pemerintah sudah menyampaikan 2018 adalah akhir (perekaman data), karena nanti Pilpres 2019 sudah berbasis E-KTP tidak ada namanya surat keterangan. Jadi, kita dorong masyarakat untuk aktif segera lakukan perekaman data E-KTP biar program E-KTP selesai,” tandas Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, sebanyak 181 pemilih awal dari berbagai kecamatan di Kota Semarang, belum melakukan rekam data E-KTP di kantor Dispendukcapil Kota Semarang. Akibatnya, dalam Pilgub Jateng kemarin, mereka tidak bisa mencoblos di TPS.

“Pemilih pemula yang berulang tahun di tanggal 25, 26, dan 27 sudah diingatkan melalui kecamatan dan kelurahan, mereka didatangi dan diingatkan karena sudah 17 tahun silakan datang di Tempat Perekaman Data Kecamatan (TPDK). Kalau mereka sudah direkam, maka akan terima surat keterangan. Sehingga sudah bisa untuk mencoblos,” kata Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Trihananto, kemarin.

Meski Rabu (27/6) kemarin libur nasional, namun Kantor Dispendukcapil Kota Semarang tetap melayani warga hingga pukul 13.00. Hanya saja, warga lebih banyak yang melakukan legalisasi KK dan akte kelahiran untuk mendaftarkan anaknya sekolah. Sedangkan yang melakukan rekam data E-KTP relatif sedikit.

Di lain tempat, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menggunakan hak suaranya di TPS 13 Kelurahan Sumurboto, Banyumanik bersama suami Alwi nBasri dan putranya. Mbak Ita –sapaan akrabnya- datang sekitar pukul 11.10 bersamaan dengan lurah setempat.

Di lokasi, wakil wali kota sempat ngoyak-oyak warga yang belum menggunakan hak pilihnya untuk segera nyoblos. Ia memang berharap partisipasi masyarakat Kota Semarang dalam Pilgub Jateng tinggi.

Ketua KPPS TPS 7 Kelurahan Sumurboto, Mintoyo, menjelaskan, keseluruhan jumlah pemilih yang datang ke TPS ini ada 218 orang. Rinciannya, suara sah 217 dan tidak sah 1 suara. Adapun umlah keseluruhan DPT di TPS ini ada 427 pemilih. ”Sudah setengahnya lah. Dari tahun ke tahun memang segini jumlahnya,” ujar Mintoyo di balai pertemuan warga RT 6 RW 4 Sumurboto tempat pemungutan suara dilakukan.  Di TPS Mbak Ita, pasangan Ganjar-Yasin unggul 165 suara atas pasangan Sudirman-Ida yang meraih 52 suara. (zal/hid/sga/aro)

Latest news

Related news