LAUNCHING: Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala DinPMPTSP Umar Surya Suksmana melaunching program Jempol Satu untuk pelayanan perizinan, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAUNCHING: Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala DinPMPTSP Umar Surya Suksmana melaunching program Jempol Satu untuk pelayanan perizinan, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemkab Demak melalui Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DinPMPTSP) me-launching program pelayanan rekomendasi teknis  melalui sistem jemput bola satu pintu (jempol satu).

Sistem jempol satu ini akan mempermudah para investor yang mengurus izin pendirian usaha. Mereka cukup datang dua kali dalam pengurusan surat perizinan tersebut. Yaitu, datang sekali untuk mendaftar dan menyerahkan berkas serta datang kali kedua untuk mengambil surat izin yang telah jadi.

Sekda dr Singgih Setyono MMR mengatakan, sistem jempol satu ini akan menghilangkan kesan satu pintu tapi banyak jendela. “Jadi, investor cukup datang dua kali dan tidak perlu mengurus sendiri rekomendasi . Investor cukup siapkan berkasnya dan dokumen akan berjalan. Jadi, hanya dua kali datang. Pas daftar dan setelah jadi,” katanya.

Menurutnya, program tersebut patut diapresiasi sebagai upaya menterjemahkan 16 program unggulan  bupati. Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DinPMPTSP) Pemkab Demak, Umar Surya Suksmana mengungkapkan, sistem jempol satu diharapkan dapat mengurangi titik rawan terjadinya pungutan liar (pungli).

Berdasarkan data yang ada, jumlah pemohon yang mengajukan izin antara Januari hingga Mei mencapai 558 orang. Paling banyak adalah izin pedagang pasar, izin usaha perdagangan, reklame, TDP,  dan IMB. “Meskipun IMB sedikit tapi nilainya paling besar,” ujarnya.

Pada 2018 ini, pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,4 miliar. “Kita genjot pendapatan ini. Kita optimis target terlampaui,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir menyampaikan, sistem jempol satu diharapkan mampu mendongkrak minat investor untuk berinvestasi di Demak. “Kita berharap, banyak yang menanamkan modal di Kota Wali ini,” katanya. (hib/bas)