33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Ikadin Ajak Tolak Hoax dan Lawan Isu SARA

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah mengajak masyarakat bersama melawan hoax dan isu Suku, Agama, Ras dan Golongan (SARA). Hal itu dilakukan untuk tetap menjaga perdamaian dan tetap menjaga kebhinekaan, maupun memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Utamanya saat pesta demokrasi seperti ini.

“Apa yang dilakukan interaksi di media sosial (medsos) harus berhati-hati, jangan sampai terjebak, apalagi melukai orang. Hati-hati karena ada rambu-rambu Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE yang mengatur,”kata Direktur LBH Ikadin Jateng, Herry Darman, Selasa (26/6).

Pihaknya menghimbau agar berhati-hati dalam berkomunikasi dan berinteraksi dalam dunia maya. Ia menyampaikan beberapa perubahan penting, seperti dalam tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik dalam Pasal 27 ayat 3, yang merupakan delik aduan, sehingga bukan lagi masuk dalam delik umum, dengan demikian orang yang merasa dirugikan bisa melapor. Sedangkan ancaman hukuman melakukan pencemaran nama baik, bisa dipidana 4 tahun dan denda Rp 750juta. Selain itu, dalam pasal tersebut, bukan hanya menjerat pelaku pembuatnya, melainkan juga yang mendistribusikan, mentransmisikan, maupun yang membuat kontens tersebut dapat diakses secara elektronik.

“Dengan demikian, bagi mereka yang membagikan informasi  atau konten yang melanggar UU ITE bisa ikut dijerat dikenakan hukuman, maka kami himbau semua pengguna medsos harus lebih berhati-hati,”tandasnya.

Pihaknya juga memberikan beberapa aturan yang perlu dipahami masyarakat, agar tidak tersandung perkara pidana maupun terancam pidana, yang dirangkum dalam 7 point diantaranya; tidak membuat, membagikan atau memberikan akses konten bermuatan kesusilaan, tidak sembarangan mengancam, memeras atau mencemarkan nama baik seseorang, kemudian tidak sembarangan menyadap.

Kordinator Litigasi bidang Pidana LBH Ikadin Jateng, Yulianto menambahkan, perlunya menghindari muatan perjudian, pencemaran nama baik, penyebaran berita hoax, hate speech atau ujaran kebencian. Apalagi dimasa Pilkada maupun pilihan legislatif nantinya.

“Ancaman pidana menyebarkan hoax bisa dipidana 6 tahun dan denda Rp 1miliar, kalau ujaran kebencian ancamannya juga sama, khususnya yang menimbulkan kebencian, permusuhan individu atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA,”imbuhnya.

Sebelumnya, Tim Advokasi Pemenangan Sudirman Said – Ida Fauziyah resmi melaporkan akun twitter @kakekdetektif ke Polda Jawa Tengah pada Jumat (22/6) lalu. Sikap itu diambil sebagai bentuk ketegasan terhadap akun yang menyebar fitnah sangat merugikan Paslon Sudirman – Ida menjelang pemilihan. Menurut mereka, akun tersebut dianggap menghina, mencemarkan nama baik, dan melanggar UU ITE sebagaimana diatur pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 UU ITE dan atau pasal 36 jo pasal 45 ayat 2 UU ITE.

“Kami meminta Polda Jateng segera merespon dan mencari pemilik akun tersebut. Karena sangat meresahkan lantaran terus menyebar fitnah dan bisa merusak demokrasi di Jateng,” kata tim Advokasi Pemenangan Sudirman Said – Ida Fauziyah, Denny Septiviant saat melapor ke SPKT Polda Jateng.  (jks/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gencarkan Pelatihan Untuk 1.000 Wirausaha Baru

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemkab Batang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM gencar menggelar pelatihan wirausaha, untuk mewujudkan program visi misi menciptakan 1.000 wirausahawan...

4 Bulan, Kades Belum Gajian

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Magelang belum menerima penghasilan tetap (siltap) sampai bulan April ini. Padahal gaji tersebut biasanya diterima...

Berangkatkan 1.710 Calhaj

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Pada musim haji tahun ini, Kabupaten Demak memberangkatkan sebanyak 1.710 calon haji. Dari jumlah itu, 803 merupakan calon haji laki laki dan 907...

Sudah Distribusikan 152 Tangki Air Bersih

UNGARAN – Hingga bulan September 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 152 tangki. Kepala BPBD Kabupaten Semarang...

Sediakan 352 Lowongan Kerja

SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Job Fair. Event rutin yang diselenggarakan tiga kali dalam setahun ini memasuki periode ke-32....

KPU Dianggap Berlebihan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng menganggap larangan pemasangan gambar Bung Karno pada alat peraga kampanye (APK) berlebihan. Sebab, PDIP...