33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

83.212 Warga Tak Bisa Mencoblos

Belum Lakukan Rekam Data E-KTP

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 83.212 jiwa warga Kota Semarang belum melakukan rekam data KTP elektronik (E-KTP) di Dispendukcapil yang tersebar di 16 kecamatan se- Kota Semarang. Praktis, mereka tidak bisa menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 hari ini. Sedangkan warga yang sudah rekam data berjumlah 1.135.995 jiwa dari warga yang wajib berjumlah 1.219.167 jiwa.

“Jumlah tersebut bisa bertambah lagi, karena data itu selalu update. Untuk itu pihaknya menghimbau agar masyarakat yang belum rekam data bisa segera mungkin, karena untuk kepentingan pribadi sendiri dan administrasi kependudukan dan sekarang untuk Pilkada.  Calon pemilih harus menunjukkan e-KTP atau surat keterangan penggati agar bisa mencoblos dalam Pilkada,” jelas Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Semarang, Hasto Higwahono, kemarin.

Untuk pemilih pemula, pihaknya telah membagikan daftar kepada 16 kecamatan, 177 kelurahan serta Ketua RT dan RW agar mereka yang pada 25, 26 dan 27 sudah berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman data.

“Jadi, setelah merekam data, kami baru bisa mengeluarkan surat keterangannya, agar pas tanggal 27 Juni  yang bersangkutan sudah bisa melaksanakan pemilihan di masing-masing TPS,” katanya.

Pada 25 -27 Juni, lanjutnya, tercatat ada 189 pemilih pemula. Namun yang melakukan perekaman data baru 78 orang. “Sehingga mereka yang belum melakukan perekaman data, secara otomatis kami belum bisa mengeluarkan surat keterangan pengganti KTP. Besok (hari ini, Red) masih ada waktu untuk mengurus perekaman data, dan kami bisa mengeluarkan surat keterangannya. Sedangkan kalau tidak merekam, kami tidak bisa apa-apa,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya hanya bisa menghimbau kepada masyarakat dengan cara membuat surat secara resmi kepada pihak terkait, seperti kecamatan maupun pihak kelurahan untuk menyampaikan atau menyebarkan informasi kepada warganya.

“Sifatnya menghimbau, tetapi kalau warga itu tidak aktif, kami tidak bisa apa-apa. Kami sudah melakukan perekaman data dengan jemput bola, bahkan yang sakit juga sudah didatangi,” katanya. (hid/aro)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tiga Desa Kesulitan Air Bersih 

KENDAL—Musim kemarau yang belum berakhir mengakibatkan sejumlah desa di Kendal mengalami kekeringan. Setidaknya, ada tiga desa yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Tiga desa...

Orang Tua Kandung Dibunuh

PEMALANG – Seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa mengamuk dan membunuh ayah kandungnya sendiri dengan sebilah kayu. Pemuda yang bernama Kurdi, 26, tersebut diketahui...

Minoritas Sempurna

>>>>Saifudin, May 19, 2018: Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa indonesia. Komentar Disway: Saya juga tidak...

Pembayaran Tol Akan Gunakan Sistem Tertutup

SEMARANG–Sistem transaksi tertutup, akan diberlakukan untuk tol Semarang–Solo. PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pemegang konsesi tol tersebut menjelaskan jika kebijakan tersebut akan diberlakukan...

Gratis Bagi Anak-Anak, Juga Ajari Mengaji

RADARSEMARANG.COM - Yusuf Suseno sehari-hari berprofesi sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah SMC RS Telogorejo. Di sela bekerja, dia merintis rumah baca yang...

Sertifikat Belum Dicetak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) buka suara terkait lambatnya pengurusan sertifikat tanah makam yang dikeluhkan warga Kota Magelang. DLH mengaku terkendala pada...