32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

12 Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menerima 12 mahasiswa  luar negeri yang akan belajar bahasa Indonesia di Salatiga, Senin (25/6).  Para mahasiswa ini akan mengikuti kegiatan Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) ke-73  dan Consortium for the Teaching of Indonesian (COTI) 2018.

Kegiatan dibuka langsung oleh Pembantu Rektor IV Joseph Ernest Mambu tersebut, dilaksanakan di Balairung UKSW. Dalam sambutanya PR IV berterima kasih dan mengapresiasi peserta yang hadir. Beliau juga mengatakan bahwa disamping belajar bahasa Indonesia, peserta diberikan materi keanekaragaman yang ada di Indonesia.

“Nantinya peserta bukan hanya belajar bahasa Indonesia saja, tetapi ada berbagai bahasa daerah yang akan dipelajari seperti bahasa Manado dari Sulawesi Utara, bahasa Ambon dari Maluku. Selain itu peserta juga akan menjumpai keragaman budaya Indonesia di UKSW,”
terangnya.

PIBBI dan COTI sendiri diselenggarakan oleh Language Training Center (LTC) UKSW. Kali ini mahasiswa datang berasal dari 11 universitas yaitu, George Washington University, Eastern Connecticut State University, University of Georgia, Columbia University, Georgetown University, Karis Ruprecht University of Heidelberg Germany, Soka University of America, Harvard University, Arizona State University, University of California-Los Angeles (UCLA), dan Singapore University.

Direktur LTC UKSW Johanna Likumahuwa menerangkan, 12 mahasiswa asing ini akan berada di Salatiga selama 6-8 minggu dan akan tinggal bersama orang tua asuh masing-masing. Orang tua asuh yang dipilih juga tidak hanya berasal dari masyarakat lokal Salatiga tetapi terdiri dari
keluarga pendatang. Hal ini bertujuan agar para peserta lebih mendalami keragaman yang ada di Salatiga.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Johanna menjelaskan kali ini peserta PIBBI tidak hanya fokus belajar bahasa Indonesia, tetapi akan mempelajari bahasa Jawa di pusat studi bahasa Jawa UKSW. Mereka juga akan belajar budaya lewat berkunjung ke tempat lokal, belajar tawar
menawar di pasar dan belajar cara menyambut tamu, membatik, mengikuti latihan pencak silat dan karawitan.

“COTI ini sudah berlangsung selama 10 tahun, dan UKSW adalah satu-satunya universitas yang menyelenggarakannya di Indonesia. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sehingga kedepan kerjasama ini tidak hanya sampai pada tahap belajar bahasa dan budaya saja, tetapi akan berlanjut pada kerjasama pembuatan karya ilmiah atau penelitian bersama,” pungkasnya. (sas/bas)

Latest news

Related news