26 C
Semarang
Kamis, 10 Juni 2021

Kawal Pengiriman Kotak Suara ke Dukuh Terpencil

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo bersama Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto secara khusus melakukan pengawalan pengiriman kotak suara ke kampung terpencil. Yaitu, Dukuh Onggojoyo Desa Wedung, Kecamatan Wedung. Kapolres dan petugas lainnya, Selasa (26/6) kemarin, menyempatkan naik perahu warga setempat dengan membawa dua kotak suara.

Kasubag Humas Polres Demak, AKP Budi Santoso mengatakan, dua kotak tersebut untuk 1 TPS. “Naik perahu mulai dari pangkalan perahu di dekat Pasar Wedung. Setelah itu, menuju ke Dukuh Onggojoyo,” katanya.

Menurutnya, pengawalan tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa kotak suara sampai di tempat tujuan dan dapat digunakan untuk pemungutan suara Pilgub hari ini.

Sementara itu, Panwaskab Demak melakukan monitoring tempat pemungutan suara (TPS) yang dinilai rawan terjadi kecurangan dan hal yang tidak diinginkan. Ketua Panwaskab Demak, Khoirul Saleh mengatakan, sejumlah TPS sangat rawan, yaitu rawan terjadi bencana dan rawan kisruh daftar pemilih tetap (DPT). Banyak indikator yang dapat menggambarkan bahwa TPS tersebut sangat rawan. “Setelah kami petakan, banyak TPS yang rawan kena bencana rob, utamanya di wilayah Kecamatan Sayung, Bonang dan Wedung,” katanya.

Di Kecamatan Sayung, antara lain di TPS 4, 16 dan 20 Desa Sriwulan. Kemudian, TPS 5 dan TPS 6 Desa Timbulsloko. Lalu, TPS 1, dan 2 Desa Surodadi, tiga TPS di Desa Bedono serta TPS 8 dan 9 Desa Sidogemah. Di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, semua TPS rawan kena rob.  Demikian pula, TPS di Dukuh Siklenting dan Onggojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung juga rawan banjir rob.

Untuk mencegah ketidaknyamanan akibat rob, panwas terus melakukan pemantauan di wilayah tersebut. Segenap personel panwas hingga petugas pengawas di desa terkait dioptimalkan dalam mengawasi TPS rawan rob. “Kami telah menghadirkan tim pemenangan dua paslon pilgub agar tidak melakukan politik uang. Mereka sepakat tidak melanggar soal politik uang ini,” katanya didampingi anggota Panwas, Ulin Nuha di kantornya, kemarin. Panwas memberitahukan larangan itu karena TPS juga rawan terjadi money politics. (hib/ida)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news