31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

83.212 Warga Tak Bisa Mencoblos

Belum Lakukan Rekam Data E-KTP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 83.212 jiwa warga Kota Semarang belum melakukan rekam data KTP elektronik (E-KTP) di Dispendukcapil yang tersebar di 16 kecamatan se- Kota Semarang. Praktis, mereka tidak bisa menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 hari ini. Sedangkan warga yang sudah rekam data berjumlah 1.135.995 jiwa dari warga yang wajib berjumlah 1.219.167 jiwa.

“Jumlah tersebut bisa bertambah lagi, karena data itu selalu update. Untuk itu pihaknya menghimbau agar masyarakat yang belum rekam data bisa segera mungkin, karena untuk kepentingan pribadi sendiri dan administrasi kependudukan dan sekarang untuk Pilkada.  Calon pemilih harus menunjukkan e-KTP atau surat keterangan penggati agar bisa mencoblos dalam Pilkada,” jelas Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Semarang, Hasto Higwahono, kemarin.

Untuk pemilih pemula, pihaknya telah membagikan daftar kepada 16 kecamatan, 177 kelurahan serta Ketua RT dan RW agar mereka yang pada 25, 26 dan 27 sudah berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman data.

“Jadi, setelah merekam data, kami baru bisa mengeluarkan surat keterangannya, agar pas tanggal 27 Juni  yang bersangkutan sudah bisa melaksanakan pemilihan di masing-masing TPS,” katanya.

Pada 25 -27 Juni, lanjutnya, tercatat ada 189 pemilih pemula. Namun yang melakukan perekaman data baru 78 orang. “Sehingga mereka yang belum melakukan perekaman data, secara otomatis kami belum bisa mengeluarkan surat keterangan pengganti KTP. Besok (hari ini, Red) masih ada waktu untuk mengurus perekaman data, dan kami bisa mengeluarkan surat keterangannya. Sedangkan kalau tidak merekam, kami tidak bisa apa-apa,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya hanya bisa menghimbau kepada masyarakat dengan cara membuat surat secara resmi kepada pihak terkait, seperti kecamatan maupun pihak kelurahan untuk menyampaikan atau menyebarkan informasi kepada warganya.

“Sifatnya menghimbau, tetapi kalau warga itu tidak aktif, kami tidak bisa apa-apa. Kami sudah melakukan perekaman data dengan jemput bola, bahkan yang sakit juga sudah didatangi,” katanya. (hid/aro)

Latest news

Related news