33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Fokus Garap Pasar Korporasi

Must Read

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Perkembangan teknologi menjadikan internet sebagai salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan usaha. Hal ini ditangkap oleh GMedia selaku internet service provider (ISP) dengan meluncurkan sejumlah produk yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Direktur Operasional GMedia, Priyo Suyono mengatakan, sebagai penyelenggara jasa internet, korporasi dan residensial menjadi dua pasar utama yang menawarkan peluang cukup besar. Namun sejauh ini pihaknya memilih fokus menggarap pasar korporasi.

“Dua-duanya kami garap, namun sejauh ini dari 5.000 pelanggan secara nasional, 80 persennya merupakan korporat, sisanya residensial,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurutnya, dari 350 perusahaan ISP yang terdaftar, sebagian besar menggarap pasar residensial, sehingga menyisakan pasar korporasi yang masih cukup besar untuk digarap. Selain itu, tiap perusahaan juga memiliki kebutuhan yang beragam dan biasanya masing-masing cukup spesifik akan kebutuhannya.

“Target market kami adalah perusahaan-perusahaan yang sangat bergantung pada internet. Saat internet bermasalah, bisnis mereka terganggu,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, pihaknya tidak hanya menyediakan jasa penyelenggaraan internet saja. Masih banyak peluang lain, sehingga pihaknya terus melakukan diversifikasi terkait hal-hal lain yang dibutuhkan dalam pasar korporasi. “Banyak perusahaan yang saat ini lebih memilih perusahaan ISP yang tidak hanya menyediakaan internet tapi juga aplikasi-aplikasinya,” ujar Priyo.

Hal tersebut juga ditunjang dengan berbagai fasilitas yang dibangun selama 10 tahun GMedia berdiri. “Capaian selama 10 tahun ini kami sudah memiliki 11 cabang di Indonesia, sudah gelar kabel optic di Semarang, Jogja, Bali dengan total pelanggan mencapai hampir 5.000 pelanggan,” ujarnya. (dna/ida)

Latest News

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

LP3ES

Sudah lebih enam tahun saya puasa bicara BUMN di depan umum. Senin kemarin pecah telur. Minggu lalu saya memang dalam kebimbangan besar. Mau atau tidak....

More Articles Like This