33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Dirut PT SSS Gagal Divonis

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penundaan putusan kembali dilakukan atas perkara dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menjerat Direktur Utama PT Sofia Sukses Sejati (SSS), Hj Windi Hiqma Ardani, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. PT SSS sendiri beralamat di Jalan Sriyatno I, nomor 1 Kelurahan Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, bergerak untuk pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke wilayah Asia Pasifik meliputi Malaysia, Hongkong, dan Taiwan.

Tercatat sidang putusan kasus tersebut sudah 2 kali ditunda, karena Rabu (6/6) lalu ditunda dengan alasan Ketua Ketua Majelis Hakim, Pudjiastuti Handayani sedang berada di luar kota. Kali ini, Senin (25/6) kembali ditunda dengan alasan saudara dari hakim anggota, Suparno meninggal dunia.

Penundaan tersebut memang sempat memberikan pertanyaan dari sejumlah pihak. Pasalnya dalam kasus itu, Windi yang sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita, Bulu, Semarang, seperti mendapat perlakuan istimewa dari pengadilan, karena yang awalnya sudah ditahan sejak penyidikan kepolisian dan penuntut umum (PU) gabungan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejari Kota Semarang, kini statusnya justru sudah menjadi tahanan kota, karena permohonan perubahan status tahanan yang diajukan kuasa hukumnya dikabulkan majelis.

Humas PN Semarang, Muhammad Sainal menjelaskan, terkait penundaan itu, karena saudara atau kakak dari salah satu hakim anggota, Suparno meninggal dunia, sehingga yang bersangkutan tidak masuk ke kantor. Padahal sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dijelaskan, hakim berhalangan hadir dalam sidang, maka Ketua Pengadilan wajib mengganti hakim tersebut dengan hakim yang lain. Hal itu juga diakui Sainal, memang hakim yang bersangkutan bisa ditinggal, namun ia beralasan semua tetap melalui prosedur musyawarah.

“Apalagi tinngal putusan, kan selama ini mereka (majelis hakim) komplit,  memang bisa diganti atas perintah Ketua PN,  cuma mereka itu komplit terus. Kalau draf putusan sudah dibuat, kami belum paham,  itu wewenang majelis hakim pemeriksanya,” kata Muhammad Sainal, saat ditemui di ruang tunggu hakim, Senin (25/6).

Menyikapi penundaan itu, pendamping korban dari Migrant Care, Nurharsono mengaku, karena di sampaikan secara mendadak tanpa ada alasan yang jelas, apalagi sudah 2 kali penundaan. Pihaknya juga mempertanyakan penundaan itu, karena dirasa janggal.

“Ada apa ini,  jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap majelis hakim yang menyidangkan kasusnya menurun, bahkan bisa hilang, kalau penegakkan hukum demikian,” ujarnya setengah bertanya. (jks/zal)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kacab PT RAW Tilap Dana Umrah

SEMARANG - Kepala Cabang PT Rihlah Alatas Wisata (RAW) Semarang, yang berkantor di Jalan Woltermangonsidi Ruko nomor 18-19 Pedurungan Semarang, Eko Agung Raharjo dijerat...

Jelang Puasa, Harga Bawang Putih Turun

WONOSOBO - Harga bawang di Pasar Induk Wonosobo mulai turun. Sejak sepekan terakhir, rata-rata penurunan mencapai Rp 5-10 ribu per kilogram. Harga bawang putih kating...

Transportasi Online Belum Patuh Aturan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejak munculnya fenomena transportasi online, pemerintah sejauh ini dinilai kuwalahan untuk sekadar melakukan penataan. Operator transportasi online juga dinilai cenderung tidak...

Tim Asesor BAN-PT Visitasi Prodi Unisfat Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan visitasi atau penilaian untuk sejumlah...

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

WONOSOBO – Polres Wonosobo memusnahkan lebih dari 1.120 botol dan 100 liter miras yang disita selama Operasi Cipta Kondisi jelang bulan Ramadan 1438 H. Pemusnahan...

Layani Digitalisasi Arsip Gratis

SEMARANG – Digitalisasi arsip keluarga dianggap penting sebagai dokumen cadangan apabila arsip asli hilang atau raib karena bencana. Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Kearsipan...