33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Dirut PT SSS Gagal Divonis

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penundaan putusan kembali dilakukan atas perkara dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menjerat Direktur Utama PT Sofia Sukses Sejati (SSS), Hj Windi Hiqma Ardani, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. PT SSS sendiri beralamat di Jalan Sriyatno I, nomor 1 Kelurahan Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, bergerak untuk pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke wilayah Asia Pasifik meliputi Malaysia, Hongkong, dan Taiwan.

Tercatat sidang putusan kasus tersebut sudah 2 kali ditunda, karena Rabu (6/6) lalu ditunda dengan alasan Ketua Ketua Majelis Hakim, Pudjiastuti Handayani sedang berada di luar kota. Kali ini, Senin (25/6) kembali ditunda dengan alasan saudara dari hakim anggota, Suparno meninggal dunia.

Penundaan tersebut memang sempat memberikan pertanyaan dari sejumlah pihak. Pasalnya dalam kasus itu, Windi yang sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita, Bulu, Semarang, seperti mendapat perlakuan istimewa dari pengadilan, karena yang awalnya sudah ditahan sejak penyidikan kepolisian dan penuntut umum (PU) gabungan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejari Kota Semarang, kini statusnya justru sudah menjadi tahanan kota, karena permohonan perubahan status tahanan yang diajukan kuasa hukumnya dikabulkan majelis.

Humas PN Semarang, Muhammad Sainal menjelaskan, terkait penundaan itu, karena saudara atau kakak dari salah satu hakim anggota, Suparno meninggal dunia, sehingga yang bersangkutan tidak masuk ke kantor. Padahal sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dijelaskan, hakim berhalangan hadir dalam sidang, maka Ketua Pengadilan wajib mengganti hakim tersebut dengan hakim yang lain. Hal itu juga diakui Sainal, memang hakim yang bersangkutan bisa ditinggal, namun ia beralasan semua tetap melalui prosedur musyawarah.

“Apalagi tinngal putusan, kan selama ini mereka (majelis hakim) komplit,  memang bisa diganti atas perintah Ketua PN,  cuma mereka itu komplit terus. Kalau draf putusan sudah dibuat, kami belum paham,  itu wewenang majelis hakim pemeriksanya,” kata Muhammad Sainal, saat ditemui di ruang tunggu hakim, Senin (25/6).

Menyikapi penundaan itu, pendamping korban dari Migrant Care, Nurharsono mengaku, karena di sampaikan secara mendadak tanpa ada alasan yang jelas, apalagi sudah 2 kali penundaan. Pihaknya juga mempertanyakan penundaan itu, karena dirasa janggal.

“Ada apa ini,  jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap majelis hakim yang menyidangkan kasusnya menurun, bahkan bisa hilang, kalau penegakkan hukum demikian,” ujarnya setengah bertanya. (jks/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rusunawa Kurang, Tunda Relokasi

“Penundaan dilakukan karena masih ada beberapa warga yang belum menerima kunci” Margo Haryadi, Lurah Tanjung Mas RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah menunda relokasi warga Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas Semarang,...

Tiga Jembatan Gantung Nyaris Putus

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Tiga jembatan gantung yang ada di Kabupaten Pekalongan kini kondisinya sangat memprihatinkan, karena sebagian besar papan lantai jembatan rusak sertatali pengikatnya...

Besar, Peluang Kota Lama Diakui UNESCO

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peluang Kawasan Kota Lama Semarang untuk masuk dalam warisan budaya dunia UNESCO di 2020 cukup besar. Peluang tersebut semakin besar karena...

Semakin Kumuh

RADARSEMARANG.COM - Pemindahan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron Semarang sejak 1 Desember 2017 lalu belum berjalan semestinya....

Calon Perseorangan Belum Dilirik

TEMANGGUNG–KPU Kabupaten Temanggung belum menerima pendaftaran dari sosok atau tokoh yang mendaftarkan diri menjadi calon bupati/wakil bupati melalui jalur perseorangan alias independen. “Sampai saat...

PPPKMI Dorong Promotor Miliki STR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Pengurus Jawa Tengah mendorong tenaga kesehatan masyarakat untuk memiliki Surat Tanda Registrasi (STR)....