33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Copot Sendiri Baliho di Kawasan Taman KB

Ganjar Senang, Ditinggal Cuti, Pelayanan Berjalan Baik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

HARI PERTAMA KERJA : Gubernur Ganjar Pranowo menggelar apel upacara di halaman kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI PERTAMA KERJA : Gubernur Ganjar Pranowo menggelar apel upacara di halaman kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

HALALBIHALAL : Saling bersalaman pasca Lebaran dengan 35 wali kota/bupati dan wakilnya, pejabat Forkopimda Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemprov Jateng dan masyarakat. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HALALBIHALAL : Saling bersalaman pasca Lebaran dengan 35 wali kota/bupati dan wakilnya, pejabat Forkopimda Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemprov Jateng dan masyarakat. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Hari pertama masuk kerja setelah cuti kampanye habis, Gubernur Ganjar Pranowo, langsung menggelar apel upacara dan halalbihalal di kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). Mulai wali kota/bupati dari 35 daerah, pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan masyarakat.

Bahkan Ganjar yang didampingi istrinya, Siti Atikoh juga melakukan halal bihalal dengan Mbah Bandiyem, 78, yang kesehariannya menjadi penjual asongan di lingkungan Pemprov Jateng sejak tahun 1955. Ketika pedagang lain dilarang masuk kantor, Mbah Bandiyem seakan punya free all acces. “Dari zaman Pak Mochtar, Pak Moenadi, Pak Soepardjo Rustam, Pak Ismail, Pak Soewardi, Pak Mardiyanto, Pak Bibit, dan Pak Ganjar,” katanya menyebutkan satu persatu gubernur terdahulu.

Setelah melakukan kegiatan di kantor, Gubernur Ganjar Pranowo, mencopot baliho atau alat peraga kampanye yang bergambar dirinya dan pasangannya Taj Yasin di kawasan Taman KB, Semarang, Senin (25/6). Langkah tersebut dalam rangka mengajak masyarakat membangun kedisiplinan bersama.

“Setelah melakukan halalbihalal, saya copot sendiri dengan dibantu petugas Satpol PP. Ini menunjukkan kedisiplinan,” katanya seusai mencopot reklame APK di Taman Menteri Supeno.

Ganjar menyatakan memang mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran publik untuk selalu taat pada aturan yang berlaku. “Dengan melepas sendiri, maksudnya menunjukkan kepada publik, yang begini harus punya kesadaran sesuai dengan aturan, dengan harapan agar yang lain tidak tersinggung,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam apel pagi pukul 07.00 sebelumnya, Ganjar mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng untuk netral, meski dirinya mencalonkan kembali sebagai Gubernur Jateng. “Kecuali istri saya, karena suaminya nyalon. Mau enggak mau, harus mengambil cuti di luar tanggungan negara, tidak menerima gaji dan tunjangan dan enggak ada karier pangkat,” ujarnya.

Selama kampanye, diakuinya, pihaknya merasa ada jarak dengan penyelenggara negara dan para pejabat daerah. “Saya merasa jarak agak panjang adalah dilarang salaman, tidak enak, seperti orang asing, gara-gara ini,” tandasnya.

Ganjar mengaku senang saat masuk pertama menjadi gubernur aktif, semua pelayanan publik berjalan baik, meski ia tinggal cuti selama lima bulan. “Jadi selama cuti ini saya ngecek apakah sistemnya ini jalan. Alhamdulilah semua masih jalan. Masyarakat juga rajin komplain-komplain,” katanya.

Ganjar mengungkapkan, meski cuti dan tidak dapat mengeluarkan kebijakan, tetap memantau harga pangan dan jalur mudik secara langsung. “Saya cuti sistem jalan, tidak banyak berubah dan publik dapat terlayani. Meski cuti, arus mudik lancar, harga pangan dari pusat sampai daerah tetap terkandali,” imbuhnya.

Selama masa kampanye, pihaknya juga berterima kasih kepada kepala daerah kabupaten/kota, sampai camat dan kades, mau turun langsung menyelesaikan permasalahan di masyarakat. “Semua bisa berjalan dan turun lapangan, tanpa menunggu komando,” paparnya.  (hid/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Fasilitas Hotel Bintang 3 dan Makanan Indonesia

Desember dan Januari adalah masa-masa yang padat dengan jamaah umrah dari seluruh dunia. Banyak orang yang ingin melaksanakan ibadah umrah pada masa pergantian tahun...

Prakarya Hidupkan Keunggulan Lokal

RADARSEMARANG.COM - INDONESIA adalah negara dengan pesona kekayaan alam dan budaya yang mampu memberi nilai lebih yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Hampir semua...

Peminat Edu Wisata Naik 80 Persen

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Grafik kunjungan wisatawan di Kabupaten Magelang mengalami peningkatan pada 2017 ini. Salah satunya, wisatawan minat khusus seperti eduwisata. Pengelola Edu Wisata Desa...

Melihat Kampung IT Perum Depkes Kramat Utara

Di tangan Evi Dwi Hastutik dan Tris Prayogo Muslim, lingkungan Perum Depkes, Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara disulap menjadi Kampung Informasi Teknologi (IT). Anak-anak...

Undip Genjot Program Percepatan Guru Besar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Yos Johan Utama melakukan program percepatan Guru Besar di tahun 2018 ini. Untuk mewujudkan program tersebut,...

Tingkatkan Kemampuan Berbicara Anak Paud Dengan Cemilan

RADARSEMARANG.COM - KEMAMPUAN dan kelancaran berbicara pada anak usia dini adalah salah satu faktor yang sangat menentukan tumbuh kembang seorang anak. Dengan lancar berbicara,...