33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Copot Sendiri Baliho di Kawasan Taman KB

Ganjar Senang, Ditinggal Cuti, Pelayanan Berjalan Baik

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

HARI PERTAMA KERJA : Gubernur Ganjar Pranowo menggelar apel upacara di halaman kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI PERTAMA KERJA : Gubernur Ganjar Pranowo menggelar apel upacara di halaman kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

HALALBIHALAL : Saling bersalaman pasca Lebaran dengan 35 wali kota/bupati dan wakilnya, pejabat Forkopimda Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemprov Jateng dan masyarakat. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HALALBIHALAL : Saling bersalaman pasca Lebaran dengan 35 wali kota/bupati dan wakilnya, pejabat Forkopimda Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemprov Jateng dan masyarakat. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Hari pertama masuk kerja setelah cuti kampanye habis, Gubernur Ganjar Pranowo, langsung menggelar apel upacara dan halalbihalal di kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). Mulai wali kota/bupati dari 35 daerah, pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan masyarakat.

Bahkan Ganjar yang didampingi istrinya, Siti Atikoh juga melakukan halal bihalal dengan Mbah Bandiyem, 78, yang kesehariannya menjadi penjual asongan di lingkungan Pemprov Jateng sejak tahun 1955. Ketika pedagang lain dilarang masuk kantor, Mbah Bandiyem seakan punya free all acces. “Dari zaman Pak Mochtar, Pak Moenadi, Pak Soepardjo Rustam, Pak Ismail, Pak Soewardi, Pak Mardiyanto, Pak Bibit, dan Pak Ganjar,” katanya menyebutkan satu persatu gubernur terdahulu.

Setelah melakukan kegiatan di kantor, Gubernur Ganjar Pranowo, mencopot baliho atau alat peraga kampanye yang bergambar dirinya dan pasangannya Taj Yasin di kawasan Taman KB, Semarang, Senin (25/6). Langkah tersebut dalam rangka mengajak masyarakat membangun kedisiplinan bersama.

“Setelah melakukan halalbihalal, saya copot sendiri dengan dibantu petugas Satpol PP. Ini menunjukkan kedisiplinan,” katanya seusai mencopot reklame APK di Taman Menteri Supeno.

Ganjar menyatakan memang mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran publik untuk selalu taat pada aturan yang berlaku. “Dengan melepas sendiri, maksudnya menunjukkan kepada publik, yang begini harus punya kesadaran sesuai dengan aturan, dengan harapan agar yang lain tidak tersinggung,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam apel pagi pukul 07.00 sebelumnya, Ganjar mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng untuk netral, meski dirinya mencalonkan kembali sebagai Gubernur Jateng. “Kecuali istri saya, karena suaminya nyalon. Mau enggak mau, harus mengambil cuti di luar tanggungan negara, tidak menerima gaji dan tunjangan dan enggak ada karier pangkat,” ujarnya.

Selama kampanye, diakuinya, pihaknya merasa ada jarak dengan penyelenggara negara dan para pejabat daerah. “Saya merasa jarak agak panjang adalah dilarang salaman, tidak enak, seperti orang asing, gara-gara ini,” tandasnya.

Ganjar mengaku senang saat masuk pertama menjadi gubernur aktif, semua pelayanan publik berjalan baik, meski ia tinggal cuti selama lima bulan. “Jadi selama cuti ini saya ngecek apakah sistemnya ini jalan. Alhamdulilah semua masih jalan. Masyarakat juga rajin komplain-komplain,” katanya.

Ganjar mengungkapkan, meski cuti dan tidak dapat mengeluarkan kebijakan, tetap memantau harga pangan dan jalur mudik secara langsung. “Saya cuti sistem jalan, tidak banyak berubah dan publik dapat terlayani. Meski cuti, arus mudik lancar, harga pangan dari pusat sampai daerah tetap terkandali,” imbuhnya.

Selama masa kampanye, pihaknya juga berterima kasih kepada kepala daerah kabupaten/kota, sampai camat dan kades, mau turun langsung menyelesaikan permasalahan di masyarakat. “Semua bisa berjalan dan turun lapangan, tanpa menunggu komando,” paparnya.  (hid/ida)

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Lukis Kue Kering, Dipesan hingga Sumatera

Bosan dengan bentuk cookies yang begitu-begitu saja, pasangan sahabat Kaisya Ukima dan Diajeng Imas memutuskan membuat cookies menjadi lebih menarik. Dengan bakat melukis yang...

Atasi Rob, Pemkab Gelontor Rp 611 M

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan dianggap masih parsial dalam menanggulangi rob. Hal tersebut mencuat dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan,...

Ditemukan Paket ‘ISIS Merdeka’

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –Teror bom menghantui warga Kota Semarang. Rabu (16/5) sekitar pukul 19.00, sebuah paket kardus mencurigakan ditemukan di Jalan Honggowongso, Ngaliyan. Paket tersebut bertuliskan...

Gelar Upacara di Tengah Hutan Pinus

MAGELANG--Kodim 0705/Magelang menggelar upacara di beberapa tempat untuk memperingati HUT ke-72 TNI dan HUT ke-67 Kodam IV/Diponegoro, Kamis (5/10). Salah satunya di tengah hutan...

Budidaya Tanaman Indigofera

PABELAN – Di Desa Kadirejo terdapat pembudidayaan tanaman indigofera. Tanaman pakan ternak dengan kandungan protein yang dinilai cukup tinggi. Kepala desa Kadirejo, Sumarjo mengatakan bahwa...

Star Hotel Tawarkan Party di Ketinggian

SEMARANG - Konsep acara yang tidak biasa coba dihadirkan Star Hotel Semarang.  Hotel bintang empat tersebut menggelar party di ketinggian atau tepatnya Skypool lantai...