33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Awalnya sebagai Pengisi Waktu, Kini Jadi Sumber Penghasilan

Kartikarani Krisnasari yang Tekuni Bisnis Produk Topi dan Tas Balita

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Sebagai ibu rumah tangga, Kartikarani Krisnasari tak hanya berdiam diri di rumah. Lewat tangan terampilnya, ia berhasil menciptakan berbagai produk handmade dan craft untuk balita berbahan dasar kain katun yang lembut. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

RADARSEMARANG.COM – MENEKUNI bisnis tanpa melupakan kewajiban sebagai ibu rumah tangga. Ya, itulah yang dilakukan Kartikarani Krisnasari saat ini. Wanita 31 tahun ini berhasil menciptakan berbagai produk handmade bagi anak-anak, khususnya balita. Seperti tas, pakaian, serta topi anak dengan bahan dasar kain katun lokal.

Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga ini menilai bisnis produk handmade dan craft untuk balita masih sangat luas. Tak heran, jika wanita yang akrab disapa Tika ini memanfaatkan keahliannya menggambar untuk membuat produk-produk bagi balita.

“Saya memproduksi tas dan topi dengan motif senada untuk anak-anak. Semua saya desain sendiri. Saya sengaja membuat kreasi yang unik dan berbeda,” kata ibu dua anak ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Produk yang pembuatannya masih terbatas itu kebanyakan bertema zoo atau kebun binatang. Selain itu, ia menonjolkan tampilan lebih berwarna yang menarik anak-anak. ”Ada motif zebra, jerapah, buaya dan burung. Sengaja saya gunakan warna-warna primer, harapannya bisa dipakai unisex,”ujar pemilik label “MamaKarti” ini.

Diakui, untuk momentum-momentum tertentu seperti menjelang lebaran dan tahun ajaran baru, ia lebih memaksimalkan produksi.  Harapannya, bisa menggenjot jumlah penjualan.  Untuk harga produk yang ditawarkan, menurut Tika, bervariasi. Mulai Rp 150 ribuan hingga Rp 300 ribuan. Untuk pemasarannya, selain lewat pameran, juga dipromosikan di media sosial, seperti Instagram, WhatsAap, dan Line dengan akun “Mamakarti”. Konsumennya sudah merambah hingga ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang sendiri.

”Kadang permintaan datang dari orangtua yang menyiapkan souvenir untuk ulang tahun anak-anaknya. Sebentar lagi kami juga berencana mengonekkan langsung dengan website, mudah-mudahan bisa secepatnya selesai,” katanya.

Diakui, awal berdirinya MamaKarti sekitar 3 tahun lalu, karena dirinya memang suka dengan craft, terutama untuk produk anak yang motifnya lucu dan gemesin. Ia memulai usaha ini awalnya sebagai pengisi waktu dan semuanya masih dikerjakan sendiri.  “Sekarang saya bermitra dengan penjahit rumahan lokal Semarang, dan sudah secara aktif memasarkan produknya secara online,” ujarnya.

Nama MamaKarti sendiri dipilih dengan tujuan untuk menonjolkan bahwa produknya adalah produk asli Indonesia, di mana seluruh material yang dipakai untuk produk MamaKarti berasal dari dalam negeri. Untuk ke depannya, Tika berencana untuk membuat produk dengan motif-motif kain yang tematik, dengan desain sendiri dan tetap menonjolkan aksen lokal.

Selain itu, ia mengaku akan lebih serius mengelola bisnis ini. Karena itu, ia mulai menyadari pentingnya banyak bermitra dengan orang lain. Saat ini, bisnis MamaKarti dijalankan di workhop yang ada di Perumahan Beranda Bali, BSB City, Ngaliyan, Semarang.

“Waktu kecil saya suka merajut. Pernah juga jualan kue. Saya juga suka menggambar. Nah, kemampuan menggambar ini saya aplikasikan dalam membuat desain tas, topi dan pakaian balita,” ucap wanita yang pernah bekerja di bank selama 4 tahun ini. (*/aro)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tingkatkan Bahasa Inggris dengan Narsis

MEMACU siswa untuk berani berbicara terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi guru Bahasa Inggris, utamanya dalam pembelajaran teks rekon (recount). Malu, takut salah, takut ditertawakan...

Unika Punya Nahkoda Baru

SEMARANG - Berakhirnya jabatan sebagai Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, selama dua periode, membuat Prof Y Budi Widianarko harus menyerahkan tonggak jabatannya kepada rektor baru...

Gandeng Perbanas, Gelar Job Fair

SEMARANG – Tingginya minat kerja di dunia perbankan membuat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Career Center (UCC) menggandeng Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas), untuk menggelar...

Pelajar Beprestasi Terima Penghargaan

KENDAL— Dua pelajar SMK menerima penghargaan dari Pemkab Kendal. Mereka adalah Arif Susanto kelas XI TKR 2 dari SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo dan Ahmad...

Tim Temukan Nugget Kedaluwarsa

TEMANGGUNG- Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Polres Temanggung, kemarin, melanjutkan inspeksi mendadak (sidak). Kali ini, menyasar kejumlah toko modern. Sidak dimpimpin...

10 Ribu Warga Santap Lontong

SEMARANG – Menyambut Tahun Baru Imlek 2017, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng akan menggelar Semarak Budaya Cap Go Meh di kompleks Masjid...