33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

BPBD Pantau 32 Desa Rawan Kekeringan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 32 desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Semarang masih rawan kekeringan. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Misalnya dua desa di Kecamatan Bringin, yaitu Desa Wiru dan Desa Pakis setiap tahun kerap menjadi langganan kekeringan saat kemarau,”ujar Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, Minggu (24/6).

Meski beberapa hari yang lalu hujan intensitas ringan sudah mengguyur Kabupaten Semarang, namun pantauan masih tetap dilakukan. “Kita tetap antisipasi dengan truk tangki air operasional, apabila ada yang kekurangan air langsung kita distribusi,” ujarnya.

Seperti tahun sebelumnya saat memasuki musim kemarau, Pemkab Semarang mensiagakan tiga truk tangki air bersih. Dimana truk-truk tersebut kemudian bertugas mendistribusikan air bersih ke wilayah yang kekeringan.

Selain itu, karena kekeringan Heru mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan bencana kebakaran. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Beringin. Dimana saat proses pemadaman kebakaran di rumah warga petugas kesulitan karena di wilayah tersebut masih terjadi krisis air.

“Kita sekarang sudah pengadaan 3 tangki air di BPBD. Untuk membantu droping air bersih,” katanya. Selain di Kecamatan Bringin kekeringan saat kemarau juga melanda wilayah Dusun Metes, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan dan Dusun Legaran, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus.

Heru menyebutkan 12 kecamatan langganan kekeringan yang dimaksud diantaranya Bringin, Pringapus, Suruh, Bancak, Jambu, Ungaran Timur, Pabelan, Tengaran, Bawen, Sumowono, Getasan, dan Bergas.

Sedangkan kecamatan yang paling banyak terdapat desa langganan kekeringan saat musim kemarau yaitu Bringin sebanyak 11 desa. “Jika terjadi kekeringan saat kemarau mendatang ada upaya mitigasi yang akan kita lakukan,” katanya.

Dijelaskannya, upaya mitigasi dalam hal ini terbagi menjadi dua yaitu untuk jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka pendek yaitu drooping air berih menggunakan tangki ke wilayah-wilayah krisis air bersih. (ewb/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ngefly Pakai Obat Batuk, 2 Pemuda Diamankan

PEKALONGAN-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan mengamankan dua pemuda yang dalam kondisi setengah sadar dan nyaris teler, di Bong Cino, Kamis malam...

Berebut 450 Tahu Bulat

MAGELANG – Ratusan warga Kampung Tidar Sawe dan Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan berebut gunungan tahu dan palawija. Dalam sekejap, 450 tahu bulat ludes....

7.450 Pemudik Tiba di Bandara

SEMARANG - Jumlah penumpang pesawat pada masa mudik di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mengalami penurunan dibanding jadwal reguler. Pada H-4 Lebaran 2017 atau,...

Banjir, 499 Warga Mengungsi

PURWOREJO—Puluhan hektare sawah dan rumah milik warga di Desa Kedungsari, Kecamatan Butuh terendam air, Kamis (30/11) pagi kemarin. Banjir akibat meluapnya Sungai Bedono di...

Ida Masak untuk Sarapan Tuan Rumah

RADARSEMARANG.COM, CILACAP-Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah menyempatkan diri memasak, saat berada di kediaman Ketua PC Muslimat Kabupaten Cilacap Nasyirotuddiniyah, Minggu (13/5). Hasil masakan...

Siswa SMA Ingin Jadi Bupati Sehari

UNGARAN – Merasa penasaran dengan tugas Bupati, seorang siswa SMA N 1 Ungaran nekat mengirimkan surat kepada Bupati Semarang Mundjirin. Melalui surat tersebut, siswa...