33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Asita Gencar Gaet Wisatawan Uni Eropa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SOLO–Dicabutnya izin terbang ke Eropa alias EU Flight Ban berbanding lurus dengan terbukanya promosi wisata Kota Solo di benua biru. Apalagi selama ini potensi wisatawan mancanegara yang datang dari negara-negara Uni Eropa cukup besar. Terutama di negara-negara kawasan Eropa Barat.

Wakil Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Jateng, Daryono menjelaskan bahwa dibukanya izin penerbangan ke Eropa ini bakal meningkatkan potensi wisata dalam negeri. Pasalnya, pasar wisatawan Eropa merupakan prospek menjanjikan.

”Memang secara kuantitas wisatawan dari Eropa ini tidak sebanyak wisatawan Asia maupun ASEAN. Persentasenya baru sebatas 30 persen. Namun karena Eropa, khususnya Eropa Barat ini pendapatan per kapitanya tinggi. Mereka biasanya stay lebih lama saat liburan,” terang Daryono kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (24/6).

Rata-rata durasi stay wisatawan mancanegara hanya empat hari hingga sepekan. Namun untuk wisatawan Eropa, biasanya bisa stay hingga dua pekan saat liburan di Indonesia. Bahkan dulu, lanjut Daryono, pernah ada paket middle Java reunion yang dijual khusus untuk wisatawan Eropa, khususnya Eropa barat. Sebab wisatawan dari Eropa barat lebih tertarik mengenal sejarah dan budaya.

”Kebanyakan yang datang ke Solo adalah wisatawan Perancis, Jerman, dan Belanda. Khusus untuk Perancis, mereka memiliki top five kunjungan wisata, salah satunya Indonesia. Apalagi Perancis kuantitas wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada urutan nomor tiga setelah Singapura dan Malaysia,” beber Daryono.

Secara kuantitas, jumlah wisatawan Eropa baru 30 persen. Jauh lebih kecil dibandingkan wisatawan ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang. ”Adanya izin terbang ke Eropa ini, diharapkan wisatawan Eropa bisa langsung ke Jakarta dan masuk Solo. Biasanya mereka kebanyakan datang dari Singapura dulu,” imbuhnya.

Selain itu, kinerja travel agent juga perlu digenjot. Serta memahami karakteristik dan keinginan wisatawan Eropa. Sedangkan untuk lokasi wisata yang bisa dikembangkan, cukup beragam. Mulai dari Candi Borobudur, kota tua, dan beberapa potensi alam.

Sementara itu, potensi kargo juga bisa dikembangkan. Sebab Indonesia memiliki daya pikat tersendiri bagi Eropa, khususnya untuk rempah-rempah. ”Dengan begitu dapat mengembangkan sektor perekonomian,” papar Daryono.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo, Abdullah Usman menyambut baik dicabutnya larangan terbang ke Eropa ini. Apalagi selama ini rute internasional Solo-Jeddah sudah sangat padat. Sudah ada wacana untuk memecah kepadatan rute melalui Yordania.

Sedangkan untuk rute Eropa sendiri, sudah dilayani kargo dari Belanda yang ke Solo melalui Jakarta. Jakarta ke Solo via jalur darat. Diakuinya, potensi Eropa ini belum begitu besar di Solo. Sebab Solo masih fokus membuka jalur penerbangan ke Tiongkok. ”Namun tidak menutup kemungkinan membuka rute penerbangan baru ke Eropa,” tandasnya. (vit/fer/jpg/ida)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Belum Ada Penetapan Tersangka

SEMARANG - Gudang tanpa ijin penyimpan obat dan penjualan obat kuat tanpa ijin edar di Kota Semarang, berhasil diungkap petugas gabungan, Rabu (4/10) lalu....

Tak Kapok Terkepung Bentrok

MENONTON Langsung pertandingan sepak bola di Stadion bagi sebagian perempuan dianggap hal yang cukup asing. Namun tidak bagi Elsa Putri Damayanti, Stadion baginya seperti...

Hendi Luncurkan Konter Online

SEMARANG-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menginstruksikan semua pemerintah daerah menjadikan penanganan penyakit difteri sebagai prioritas. Instruksi tersebut disampaikan Tjahjo, saat merespon data Kementerian...

Desa Wulungsari Terbaik Nasional

WONOSOBO—Tim Penggerak PKK Desa Wulungsari, Kecamatan Selomerto, berhasil menuntaskan misi untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional, untuk kategori Halaman Tertib Indah dan Nyaman...

Wacanakan Rute Kendal-Banjarmasin

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal berencana akan menambah jumlah pelayaran di Pelabuhan Kendal. Yakni jurusan Kendal-Banjarmasin (Kalimantan Selatan). Diharapkan nantinya bisa memenuhi...

Sungai Sambong Meluap, Rendam 1500 Rumah

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sungai Sambong Batang yang bermuara di pesisir Kabupaten di pantura meluap dan memuntahkan air ke dua Desa di Kecamatan Batang. Akibatnya...