31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

5 Bulan Terjadi 79 Kasus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lima bulan terakhir ada 79 kasus kebakaran terjadi di Kota Semarang. Ada dua faktor kuat yang menjadi penyebab. Yakni bocornya tabung gas saat memasak dan arus pendek listrik.

Kasie Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Suwarto mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Pastikan sebelum meninggalkan rumah listrik dalam keadaan off. Lebih baik mematikan aliran listrik dari pusat meteran. Kemudian cek kompor atau tabung gas. Pastikan tidak terjadi kebocoran atau api kompor menyala.

“Daripada menimbulkan masalah atau terjadi kebakaran, lebih baik meteran listrik langsung dimatikan ketika ditinggal mudik atau pergi. Karena sambungan-sambungan kombinasi yang terlalu banyak itu menimbulkan kerawanan,” katanya.

Suwarto menjelaskan, jumlah kebakaran di tahun 2017 lalu mencapai 304 kasus. Pada jumlah kasus ini, terbanyak terjadi di musim kemarau. “Bulan Juli, Agustus diperkirakan terjadi musim kemarau. Ini juga rawan, seperti pada tahun-tahun lalu itu banyak terjadi peristiwa kebakaran. Sehingga masyarakat juga harus hati-hati, jangan bakar sampah sembarangan,” imbaunya.

Terkait fasilitas di Pemadam Kebakaran, sekarang ini di Kota Semarang terdapat delapan pos dilengkapi personel dan mobil pemadam kebakaran pemadam kebakaran (Damkar). Pos tersebut terdapat di Madukoro, Tugu, Ngaliyan, Gunungpati, Banyumanik Plamongan, Semarang Timur, dan Terboyo.

“Kalau mobil sendiri, pos Tugu ada 2 unit mobil damkar, Mijen ada 1 mobil, Gunuungpati ada 1 mobil, Banyumanik ada 2, Plamongan juga 2 mobil, Semarang Timur ada 1 mobil dan pos Terboyo ada 2 mobil,” jelasnya. (mha/zal)

Latest news

Related news