Beranda Jateng Ungaran BPBD Pantau 32 Desa Rawan Kekeringan

BPBD Pantau 32 Desa Rawan Kekeringan

Others

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 32 desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Semarang masih rawan kekeringan. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Misalnya dua desa di Kecamatan Bringin, yaitu Desa Wiru dan Desa Pakis setiap tahun kerap menjadi langganan kekeringan saat kemarau,”ujar Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, Minggu (24/6).

Meski beberapa hari yang lalu hujan intensitas ringan sudah mengguyur Kabupaten Semarang, namun pantauan masih tetap dilakukan. “Kita tetap antisipasi dengan truk tangki air operasional, apabila ada yang kekurangan air langsung kita distribusi,” ujarnya.

Seperti tahun sebelumnya saat memasuki musim kemarau, Pemkab Semarang mensiagakan tiga truk tangki air bersih. Dimana truk-truk tersebut kemudian bertugas mendistribusikan air bersih ke wilayah yang kekeringan.

Selain itu, karena kekeringan Heru mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan bencana kebakaran. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Beringin. Dimana saat proses pemadaman kebakaran di rumah warga petugas kesulitan karena di wilayah tersebut masih terjadi krisis air.

“Kita sekarang sudah pengadaan 3 tangki air di BPBD. Untuk membantu droping air bersih,” katanya. Selain di Kecamatan Bringin kekeringan saat kemarau juga melanda wilayah Dusun Metes, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan dan Dusun Legaran, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus.

Heru menyebutkan 12 kecamatan langganan kekeringan yang dimaksud diantaranya Bringin, Pringapus, Suruh, Bancak, Jambu, Ungaran Timur, Pabelan, Tengaran, Bawen, Sumowono, Getasan, dan Bergas.

Sedangkan kecamatan yang paling banyak terdapat desa langganan kekeringan saat musim kemarau yaitu Bringin sebanyak 11 desa. “Jika terjadi kekeringan saat kemarau mendatang ada upaya mitigasi yang akan kita lakukan,” katanya.

Dijelaskannya, upaya mitigasi dalam hal ini terbagi menjadi dua yaitu untuk jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka pendek yaitu drooping air berih menggunakan tangki ke wilayah-wilayah krisis air bersih. (ewb/zal)

Stay Connected

12,298FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News