Menghemat Listrik dan Cegah Kerusakan Peralatan Elektronik

  • Bagikan
INOVATIF: Dua mahasiswa Teknik Elektro Undip, Novita Siti Lestari dan Alif Nabiel Luqman menunjukkan SMART COPY ciptaannya. (ISTIMEWA)
INOVATIF: Dua mahasiswa Teknik Elektro Undip, Novita Siti Lestari dan Alif Nabiel Luqman menunjukkan SMART COPY ciptaannya. (ISTIMEWA)

Dua mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan alat untuk memperbaiki kualitas listrik. Namanya SMART COPY. Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

RADARSEMARANG.COM – PERMASALAHAN kualitas listrik disebabkan oleh faktor daya yang rendah dapat menurunkan efisiensi listrik milik pelanggan PLN. Mutu listrik rendah karena terjadi drop tegangan serta buruknya kualitas listrik ini dapat menyebabkan percepatan kerusakan pada peralatan elektronik yang terpasang, karena timbulnya rugi-rugi panas pada penghantar dan peralatan.

Mahasiswi Teknik Elektro Undip, Novita Siti Lestari, menjelaskan, memperbaiki faktor daya ditengarai dapat mengatasi permasalahan. Sebagai informasi, faktor daya merupakan beda sudut fasa antara daya aktif (watt) dengan daya semu (VA).

“Faktor daya memiliki nilai berkisar antara 0-1. Semakin faktor daya mendekati 1 maka semakin baik kualitas listrik,” jelas Novita Siti Lestari yang bersama Alif Nabiel Luqman dan dibimbing dosen Dr Iwan Setiawan ST MT  berhasil menciptakan alat untuk memperbaiki kualitas listrik dengan nama SMART COPY.

Dijelaskan, alat ini dapat memperbaiki kualitas listrik dengan menggunakan kapasitor bank yang bervariasi. Sehingga apabila terjadi perubahan beban (peralatan elektronik) pada rumah, SMART COPY dapat langsung menyesuaikan.

Novita menambahkan, SMART COPY yang dibuatnya tersebut memang berdasarkan permasalahan listrik pada umumnya, yakni faktor daya rendah. Lebih jauh, berdasar pengujian alat ini mampu memperbaiki faktor daya dari 0,65 menjadi 0,97. “Sehingga alat ini mampu memperbaiki kualitas listrik serta dapat meningkatkan efisiensi listrik pada pelanggan rumah tangga,” imbuh Novita.

Menurut dia, alat ini juga dilengkapi teknologi yang canggih berbasis Internet of Things (IoT), yakni  peralatan yang terintegrasi dengan smartphone melalui jaringan internet.

“Alat ini mampu memantau kualitas listrik dan konsumsi listrik melalui smartphone. Sehingga alat ini dapat juga digunakan sebagai upaya penghematan konsumsi listrik,” ujarnya.

Novita yang menciptakan alat ini dengan biaya dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-Karsa Cipta) ini berharap, teknologi tersebut dapat membantu masyarakat dan pemerintah untuk melakukan upaya penghematan konsumsi listrik. Selain itu, juga untuk menyadarkan pelanggan listrik rumah tangga bahwa kualitas listrik yang buruk dapat mempercepat kerusakan pada peralatan elektronik yang terpasang di rumah. (*/aro)

  • Bagikan