33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Sampah Lebaran Naik 15 Persen

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Libur Lebaran, produksi sampah Kota Bengawan naik 15 persen dari hari biasanya. Meski tidak banyak, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta bakal terus memantau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo mengingat masih ada hujan dan antisipasi memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, jumlah produksi sampah Kota Surakarta mencapai 260 ton dalam sehari. “Prediksi awal kemarin 20-30 persen dibanding hari biasa. Tapi setelah rekap data kemarin, kenaikan hanya sebesar 15 persen. Mayoritas adalah produk sampah runah tangga,” jelas Kepala DLH Kota Surakarta, Sri Wardhani, Sabtu (23/6).

Meski kenaikan 15 persen lebih kecil dari prediksi awal, pengawasan di TPA akan terus dilakukan dengan intensif. Pengawasan dilakukan mengingat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Pihaknya khawatir pembusukan sampah di sana akan menimbulkan bau tak sedap bagi warga sekitar Mojosongo, khususnya yang berada di radius 5 kilometer dari TPA Putri Cempo. “Kalau hujan musuhnya itu bau. Ini perlu diantisipasi, paling tidak agar pembusukan bisa lebih merata,” kata perempuan yang akrab disapa Dhani tersebut.

Selain curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga waspada akan musim kemarau yang akan terjadi dalam waktu dekat. Pihaknya tak ingin kebakaran yang terjadi pada 2015 lalu kembali terulang. Oleh sebab itu pihaknya berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran setempat serta menyiagakan sejumlah mobil tangki air milik DLH yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman, sebagai upaya pencegahan. “Kami giatkan patroli, terutama di siang hari untuk mewaspadai terjadinya kebakaran jelang musim kemarau. Kami harapkan tidak ada kejadian kebakaran, tetapi ini sebagai antisipasi saja,” jelas dia.

Kepala Damkar Surakarta Gatot Sutanto menilai, kebakaran sampah biasanya diakibatkan oleh teriknya sinar matahari yang terkena sampah kaca. Pantulan sinar tersebut membentuk titik api, kemudian disambar oleh gas yang dihasilkan dari tumpukan sampah. “Damkar siap membantu dan siaga penuh 24 jam terhadap bencana kebakaran. Dan ini memang perlu diantisipasi,” jelas Gatot. (ves/jpg/ton)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gullid Diproyeksikan Ganti Peran Yunus

SEMARANG - Head coach PSIS, Subangkit, tampaknya belum puas dengan permainan anak asuhnya di lima laga ajang Liga 2 yang telah dijalani. Pelatih asal...

Memburu Kenyamanan Mudik dengan Gerbong Kereta Luks atau Helikopter

Ragam fasilitas yang ramah bagi keluarga serta pendeknya waktu tempuh adalah sebagian alasan pemudik memilih pulang kampung dengan kereta api, mobil premium, atau helikopter. Taufiqurrahman-Agfi...

Optimalkan Potensi Rempah

SEMARANG - Indonesia terkenal dengan rempah-rempah. Terhitung ada lebih dari 7 ribu jenis rempah Nusantara. Sayang, hanya empat persen yang dimanfaatkan. Dari jumlah tersebut,...

Pemudik Jalur Laut Mulai Padat

RADARSEMARANG.COM - LEBARAN masih dua minggu lagi, namun pemudik dari luar Jawa sudah memadati Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Minggu (3/6) kemarin, sebanyak 708 pemudik...

Pengembangan Radio Terkendala IMB dan HO

DEMAK-Komisi A DPRD Jateng kemarin siang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke studio radio suara Kota Wali (RSKW) milik Pemkab Demak. Rombongan yang dipimpin Amir...

Jargonnya Unik, Cikik Disonggo, Gede Digawe Cilik

RADARSEMARANG.COM - Komunitas mobil, Visto Owner Semarang (VOS) ini, berbeda dengan komunitas mobil. Berkomitmen memajukan pariwisata Kota Semarang di media sosial agar lebih dikenal...