33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Memupuk Cinta Lingkungan Melalui Outdoor Learning

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COMKERUSAKAN lingkungan akibat ulah manusia selalu menjadi topik menarik untuk diulas. Pembalakan liar, tumpukan sampah, pembuangan limbah tanpa diolah terlebih dahulu menjadi alasan kuat terjadinya ketidakseimbangan ekosistem. Timbulnya bencana alam yang disinyalir akibat ulah manusia tersebut tentu sangat merugikan masyarakat. Belakangan ini, muncul satu lagi kegiatan manusia yang memicu kerusakan lingkungan, yaitu selfie.

Aktivitas selfie semakin menjamur beberapa tahun terakhir ini seiring dengan berkembangnya teknologi. Selfie alias swafoto digandrungi oleh semua kalangan pada setiap jenjang usia. Mereka berlomba-lomba mengabadikan potret diri dengan berbagai gaya dan latar belakang sebagai salah satu wujud eksistensinya. Kebiasaan ber-selfie ini tak jarang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pembaca tentu masih ingat peristiwa rusaknya Kebun Bunga Amaryllis di wilayah Gunung Kidul, Jogjakarta dan Kebun Raya Baturraden di kawasan Purwokerto, Banyumas. Hamparan bunga yang dirawat sehingga mekar dengan indah rusak terinjak-injak pengunjung demi memperoleh foto selfie terbaik.

Kerusakan lingkungan tempat wisata akibat ulah pengunjung tak hanya disebabkan oleh aktivitas selfie. Tercatat di pemberitaan pada laman-laman travelling terkemuka, tempat-tempat wisata mengalami kerusakan akibat oknum pengunjung tak mengindahkan peraturan setempat seperti tidak mencoret-coret, merusak hingga membuang sampah sembarangan. Tingkah laku yang merusak lingkungan tentunya perlu diubah menjadi sikap dan tingkah laku yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Disinilah peran guru dalam membentuk karakter siswa yang berwawasan dan peduli lingkungan.

Karakter peduli lingkungan merupakan sikap yang dimiliki seseorang dalam mengelola lingkungan secara benar dan bermanfaat tanpa merusak keadaannya sehingga bisa dinikmati secara berkesinambungan. Penerapan pendidikan karakter peduli lingkungan akan mendorong dan menumbuhkan kebiasaan perilaku siswa dalam pengelolaan lingkungan yang benar, menghindari perbuatan merusak lingkungan dan menanamkan jiwa peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Pembentukan karakter peduli lingkungan dapat diawali dengan mengenalkan lingkungan sekitar kepada siswa sehingga tumbuh rasa cinta siswa terhadap lingkungannya.

Upaya memupuk sikap peduli dan cinta lingkungan pada siswa dapat dilakukan dengan melaksanakan pembelajaran outdoor learning. Konsep pembelajaran outdoor learning adalah pembelajaran dengan melakukan petualangan di lingkungan luar sekolah dengan alam terbuka sebagai sarana. Pembelajaran outdoor learning menjadikan kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan. Siswa dihadapkan langsung dengan keadaan yang sebenarnya kegiatan belajar siswa lebih komprehensif dan aktif. Siswa akan berinteraksi langsung dengan alam, sehingga siswa dapat mengenali komponen-komponen yang berperan dalam keseimbangan lingkungan.

Kontak langsung dengan lingkungan akan menggugah rasa ingin tahu siswa terhadap siklus kehidupan yang terjadi di dalamnya. Siswa akan memahami dan menghayati aspek-spek kehidupan yang ada di lingkungan, sehingga akan terbentuk pribadi yang cinta lingkungan. Kecintaan siswa terhadap lingkungan akan mendorong siswa untuk berperilaku baik yang menjaga kelestarian lingkungan. Siswa sebagai pelaku selfie agar tetap eksis dan kekinian, akan mampu menjaga lingkungan ketika sedang melakukan selfie. Perilaku siswa yang demikian diharapkan mampu menjadi contoh bagi orang dewasa dan masyarakat disekitarnya untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Bagaimanapun hidup manusia bergantung pada lingkungan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, lingkungan harus dijaga kelestariannya dengan tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan. Dengan kata lain boleh saja untuk tetap eksis asal tidak overdosis, sehingga merugikan lingkungan sekitarnya. (tj3/aro)

Guru SMK Negeri 2 Sukoharjo

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ban Sudah Gundul, Pikap Masuk Parit

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Maron-Kandangan, tepatnya di depan pabrik pengolahan kayu PT Putra Karya Manunggal, Selasa (2/1). Mobil...

2 Juta Jiwa Terancam Kesulitan Air

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jelang musim kemarau, sebanyak 242 kecamatan di Jawa Tengah terancam kekeringan. Dari sejumlah kecamatan tersebut meliputi 1.136 desa dengan jumlah penduduk 1.793.417 jiwa. "Di...

Edukasi Lewat Lomba Polcil

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Berbagai upaya dilakukan Polres Magelang Kota untuk mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu lintas. Salah satunya yaitu melalui lomba Polisi Cilik (Polcil)...

Raih Top BUMN Award

PRESTASI membanggakan kembali diraih PDAM Tirta Aji Wonosobo. Belum lama ini, perusahaan penyedia air bersih milik Pemkab tersebut, meraih penghargaan Top BUMD Award. Sebuah...

Si Playboy Itu Bisa Jadi PM

Oleh: Dahlan Iskan Ia dikenal playboy. Tukang kawin cerai. Banyak pacar. Ia memang ganteng sekali. Dulu. Sangat laki-laki. Sampai sekarang. Dan mega bintang. Selamanya. Sampai...

Belasan Ibu Menyusui Kejang dan Muntah

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Warga dua desa di Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan Kabupaten Magelang dibuat geger, Senin (26/3). Belasan ibu dalam masa menyusui mengalami sakit hampir...