33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Masa Tenang, Awas Kampanye Gelap

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Mulai hari ini, Minggu (24/6), pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) masuk tahapan masa tenang. Artinya, seluruh kegiatan berbau kampanye harus dihentikan. Namun, bukan berarti pantia pengawas pemilu (panwaslu) bisa ikut tenang. Sebab, masih ada potensi pelanggaran kampanye yang harus diwaspadai.

Di antaranya penyebaran pamflet, kampanye lewat media sosial, hingga politik uang. “Jadi bisa saja model kampanye berganti, dari menggunakan baliho, sekarang (di masa tenang, Red) lewat selebaran dan sebagainya. Termasuk kita mengawasi medsos,” papar anggota Panwaslu Surakarta Bidang Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Muh Muttaqin, Sabtu (23/6).

Untuk memperketat pengawasan kampanye terselubung, Panwaslu menggandeng kader PKK, serta tambahan 1.016 personel dari pengawas tempat pemungutan suaran yang dibentuk sejak awal bulan lalu. “Kami kita sudah memberi mereka Form A untuk laporan pelanggaran secara tertulis. Apabila ada potensi dalam kategori riskan, mereka kita minta menghubungi Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) agar lebih cepat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Soal penindakan jika ditemukan pelanggaran kampanye, lanjut Muttaqin, akan dilakukan secara tegas dan cepat. Jika ditemukan pelanggaran administratif, bakal ditindak di tempat. Tapi, jika sudah masuk ranah pidana, bakal diserahkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Di sisi lain, Ketua Panwaslu Surakarta Budi Wahyono meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta dan tim sukses masing-masing pasangan calon (paslon) gubernur Jateng untuk memastikan per hari ini seluruh alat peraga kampanye (APK) telah dicopot. “Karena hari ini (kemarin, Red) merupakan hari terakhir kedua paslon menjalankan kegiatan kampanye. Jadi saya minta semua pihak terutama kedua paslon beserta semua timses menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Hasil pantauan Panwaslu di lima kecamatan kemarin, masih banyak APK paslon gubernur yang terpasang. Bahkan ada yang di lokasi bakal didirikan tempat pemungutan suara (TPS). “Padahal sesuai aturan pilkada serentak, sepanjang 300 meter dari lokasi TPS harus bersih dari APK,” tandasnya.

Sebab itu, Panwaslu bersama Satpol PP, KPU, dan Polresta Surakarta akan membentuk tim gabungan untuk menertibkan APK selama dua hari, yakni Senin dan Selasa (25-26/6). APK yang tidak dilepas per 24 Juni akan diturunkan paksa. “Kami mengajak warga ikut mengawasi kampungnya masing-masing. Kalau ada APK masih terpasang di hari tenang, segera lapor ke Panwascam,” bebernya. (atn/wa/jpg/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bank Jateng Syariah Terus Tumbuh

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menginjak usia ke-10, Bank Jateng Syariah terus mengalami pertumbuhan dari segi bisnis ataupun pelayanan. Sebagai rasa dan ungkapan syukur, Bank Jateng...

Akmil Perlu Kembangkan Manajemen Mutu Terpadu

SEMARANG - Akademi Militer (Akmil) sebagai salah satu instansi kependidikan di bidang militer, saat ini dituntut untuk berkembang agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman....

Anji Tampil di Pekalongan

PEKALONGAN - Malam minggu besok belum punya agenda menghabiskan akhir pekan? Datang saja ke Sahid International Convention Center (SICC) Hotel Sahid Mandarin, Pekalongan di Jalan Dr....

Sanitasi Warga Bantaran Kurang Layak

MAGELANG – Pemkot Magelang masih menjumpai warga Kota Magelang yang membuang limbah rumah tangga—seperti limbah tinja ke sungai. Kebiasaan buruk ini banyak dilakukan warga...

Janjikan Permainan Terbuka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang sedang dalam tren positif menghadapi matchday ke delapan dijamu Barito Putera pada lanjutan Liga 1 2018 di Stadion 17...

Sudirman Beri Wejangan untuk Relawan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sudirman Said yang diusung Partai Gerindra, PAN, dan PKS mulai mengerahkan relawan yang tersebar di seluruh penjuru Jateng. Mantan Menteri Energi...