33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Kegemukan Bikin Gairah Turun

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

­Tanya dr Andi:

Dok, suami saya gemuk. Sekarang beratnya 105 kg, usia baru 39 tahun. Tapi sudah lemah ereksinya saat berhubungan intim. Apakah ini akibat kecapekan atau faktor kegemukan dok? Terima kasih dr Andi.

Ny B di Smg.

Jawab dr Andi:

Memang kegemukan menjadi faktor risiko banyak penyakit, misalnya jantung koroner, stroke, dan juga disfungsi ereksi. Faktor risiko meningkat pada lingkar pinggang yang melebihi 90 cm pada pria, dan wanita 80 cm (ukuran untuk orang Indonesia). Ini menunjukkan jumlah lemak di organ dalam (viseral fat) berlebihan, akibatnya menumpuk di pembuluh darah. Padahal pembuluh darah itu harus lancar untuk bisa memberi suplai nutrisi dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Bisa terjadi sumbatan ke pembuluh darah jantung/koroner, otak, dan juga ke Mr P, sehingga ereksi menjadi kurang keras dan mudah melemah sebelum terjadi hubungan intim.

Untuk bisa mengurangi obesitas, perlu 2 hal penting: mengurangi asupan lemak dan gula secara bertahap, dan meningkatkan aktivitas fisik/olahraga untuk memperbanyak massa otot. Tampaknya sederhana, tapi untuk menjalankannya tidak mudah. Karena butuh waktu, ketekunan, dan konsisten. Manusia sering dikalahkan oleh perasaan negatif, rasa malas, kurang kesadaran, serta pesimisme. Akhirnya hal yang simpel menjadi rumit. Begitu pun segala hal tentang menjaga kesehatan menjadi hal yang dibuat ribet sendiri. Seninya adalah bagaimana memutus lingkaran setan kemalasan dan pesimisme itu. Untuk memulai, bisa dengan sedikit-sedikit dulu. Dan dilakukan segera atau sekarang juga.

Dimulai dengan bergerak sedikit demi sedikit, misalnya jalan kaki di sekitar rumah, atau bahkan di dalam rumah. Lakukan 15 menit dulu. Nantinya ditambah sampai 30 menit. Bila terasa masih terlalu enteng/ringan, bisa melakukan push up atau lari jogging. Lakukan tiap hari, bahkan bila tidak ada waktupun, lakukan barang beberapa menit saja untuk menjaga konsistensi.

Mengurangi asupan lemak dan gula bisa dilakukan dengan memilih jenis lauk, misalnya dengan memperbanyak asupan protein, memilih menu yang tidak digoreng, atau dengan sedikit minyak dan gula. Pilihlah ikan laut, daging tanpa lemak, atau ayam kukus/sop ayam misalnya. Cari minuman yang tawar, misalnya air putih, teh tawar, kopi pahit/tawar. Semua itu pilihan, jadi pintar-pintar lah memilih mana yang lebih baik. Bila tidak ada, ya pilih saja yang terbaik di antara yang ada, jadi masih fleksibel. (www.dokterAndi.com)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

13 TKA Ilegal Kena OTT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 13 tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)...

Banyak TKA di Kendal Tak Punya SKTP

KENDAL- Tim Pemantau Orang Asing (Timpora) Kabupaten Kendal menggelar sidak di sejumlah perusahaan. Tim terdiri atas Kesbangpol Kendal, Polres Kendal, Kodim 0715 Kendal, Dinas...

Kedepankan Safety Riding dan Bukan Gaya-Gayaan

RADARSEMARANG.COM - Berawal dari grup WhatsApp dan Facebook akhirnya terbentuk Indonesia Ignis Community atau Ignity Chapter Semarang. Komunitas otomotif ini beranggotakan para pecinta mobil...

Kali Waridin Meluap, SD Kebonadem Banjir 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Tiga hari turun hujan tanpa henti mengakibatkan sejumlah sungai di Kendal meluap. Akibatnya sejumlah pemukiman warga digenangi air setinggi 30-50 sentimeter. Hal itu tampak...

Beri Kesempatan Bumi ”Bernapas”

SEMRANG - Kampanye penghematan energi atau yang lebih dikenal dengan Earth Hour kali pertama diselanggarakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) dan Leo...

Tewas Membusuk di dalam Kamar

SEMARANG- Darsaptono, 40, warga Pakintelan, Gunungpati, ditemukan tewas membusuk di kamar tidurnya. Diduga korban sudah meninggal lebih dari tiga hari. Kejadian itu kali pertama diketahui...