33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Jenjang Pendidikan Tinggi , Banyak Referensi, Wujudkan Good Government

Camat Pedurungan Kota Semarang DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM yang kini menjadi Camat Pedurungan, telah memiliki banyak gelar akademik. Bahkan, menjadi satu-satunya camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude.

RADARSEMARANG.COM – BAGI Kukuh Sudarmanto Alugoro, menjadi seorang birokrat bukan berarti hanya cukup sekolah rendahan. Seiring perkembangan zaman semakin maju, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus menyesuaikan. Terutama untuk menjadi seorang yang bergelar doktor atau kuliah S3, tidak harus didominasi oleh para dosen dan para peneliti.

“Seorang birokrat harus mengikuti perkembangan dan meningkatkan kualitas, sehingga harus bisa mencapai jenjang yang tinggi. Dengan begitu, bisa meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat sehingga turut mewujudkan pemerintahan yang good government,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hal karena dalam pendidikan, diajarkan beragam teori tentang mewirausahakan birokrasi. Dari teori tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kekinian yang mengikuti perkembangan zaman. Terutama bagaimana birokrasi itu bisa efisien dan cepat dalam melayani masyarakat. “Dengan pelayanan yang baik, bisa turut meningkatkan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Hasil dari pendidikan doktoral itu memiliki multiplier effect. Semakin tinggi pendidikan, semakin memiliki banyak referensi yang bisa diterapkan di lingkungan kerja. Terutama sebagai pamong praja, akan semakin membumi Artinya menguasai segala macam teknologi, teori, referensi sampai dengan filosofi bagaimana memahami orang lain. Termasuk bisa memahami cara memberdayakan atau menggerakkan orang sesuai dengan program pemerintahan dan kehendak masyarakat. “Sehingga masyarakat pada akhirnya terdorong untuk lebih maju lagi,” paparnya.

Kukuh mengaku semula bekerja sebagai staf di eks Kawedanan Bumiayu, Brebes pada 1986. Kemudian menjadi akur eks Kawedanan (Bantarkawung) Brebes pada 1998. Sepat belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) RI Jakarta tahun 1990. Kemudian diangkat menjadi staf di Bagian Pemdes, Pemkab Brebes 1993. Lanjut menjadi staf Bagian Kepegawaian, Bagian Pemerintahan Umum, serta Bagian Pemerintahan Kelurahan Pemkot Semarang pada 1995.

Kemudian masuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) dan Sekretaris Camat Kecamatan Pedurungan telah mengantarkan untuk menduduki pejabat eselon III/A berturut-turut. ”Jadi karier itu dimulai dari Camat Tugu Semarang Barat, Semarang Selatan, Camat Banyumanik dan Camat Pedurungan,” katanya.

Atas dedikasinya dalam pendidikan tersebut, Kukuh diganjar penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan IPK cumlaude. (hid/ida)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Mobil KPU Dibobol Maling

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Keamanan di Jalan Ahmad Yani Wonosobo patut diwaspadai. Mobil dinas plat merah AA 57 F milik KPU Kabupaten Wonosobo menjadi sasaran...

Kecelakaan Akibat Tronton Over Tonase

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kecelakaan karambol yang melibatkan truk tronton bermuatan 22 ton gulungan plastik MMT dengan empat kendaraan diduga akibat over tonase atau kelebihan...

Optimistis Investasi Demak Meningkat

DEMAK-Wakil Bupati (Wabup) Demak, Joko Sutanto optimistis peluang investasi di Demak bakal meningkat pesat di kemudian hari. Sebab, selain adanya dukungan penuh pasokan aliran...

Telkomsel Pastikan Jaringan Prima

MALANG – Telkomsel telah berhasil memastikan kesiapan jaringannya dalam melayani pelanggan di masa Ramadan dan Lebaran 1438 H melalui network drive test. Hasilnya, jaringan...

Jadi Entrepreneur Sejak Kuliah

RADARSEMARANG.COM - BAGI Sulistyawati, 24, menjadi entrepreneur telah menjadi passionnya. Lulusan S1 Akuntansi Universitas Semarang ini mengaku enjoy dengan apa yang dikerjakannya sejak kuliah...

Nippon Paint Cetak Rekor Muri

SEMARANG – Nippon Paint berhasil memecahkan Rekor Museum Indonesia (MURI) untuk kategori ‘Pengecatan Gapura Merah Putih Terbanyak’ di Indonesia. Kegiatan pengecatan dilakukan serentak di...