33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Jenjang Pendidikan Tinggi , Banyak Referensi, Wujudkan Good Government

Camat Pedurungan Kota Semarang DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM yang kini menjadi Camat Pedurungan, telah memiliki banyak gelar akademik. Bahkan, menjadi satu-satunya camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude.

RADARSEMARANG.COM – BAGI Kukuh Sudarmanto Alugoro, menjadi seorang birokrat bukan berarti hanya cukup sekolah rendahan. Seiring perkembangan zaman semakin maju, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus menyesuaikan. Terutama untuk menjadi seorang yang bergelar doktor atau kuliah S3, tidak harus didominasi oleh para dosen dan para peneliti.

“Seorang birokrat harus mengikuti perkembangan dan meningkatkan kualitas, sehingga harus bisa mencapai jenjang yang tinggi. Dengan begitu, bisa meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat sehingga turut mewujudkan pemerintahan yang good government,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hal karena dalam pendidikan, diajarkan beragam teori tentang mewirausahakan birokrasi. Dari teori tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kekinian yang mengikuti perkembangan zaman. Terutama bagaimana birokrasi itu bisa efisien dan cepat dalam melayani masyarakat. “Dengan pelayanan yang baik, bisa turut meningkatkan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Hasil dari pendidikan doktoral itu memiliki multiplier effect. Semakin tinggi pendidikan, semakin memiliki banyak referensi yang bisa diterapkan di lingkungan kerja. Terutama sebagai pamong praja, akan semakin membumi Artinya menguasai segala macam teknologi, teori, referensi sampai dengan filosofi bagaimana memahami orang lain. Termasuk bisa memahami cara memberdayakan atau menggerakkan orang sesuai dengan program pemerintahan dan kehendak masyarakat. “Sehingga masyarakat pada akhirnya terdorong untuk lebih maju lagi,” paparnya.

Kukuh mengaku semula bekerja sebagai staf di eks Kawedanan Bumiayu, Brebes pada 1986. Kemudian menjadi akur eks Kawedanan (Bantarkawung) Brebes pada 1998. Sepat belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) RI Jakarta tahun 1990. Kemudian diangkat menjadi staf di Bagian Pemdes, Pemkab Brebes 1993. Lanjut menjadi staf Bagian Kepegawaian, Bagian Pemerintahan Umum, serta Bagian Pemerintahan Kelurahan Pemkot Semarang pada 1995.

Kemudian masuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) dan Sekretaris Camat Kecamatan Pedurungan telah mengantarkan untuk menduduki pejabat eselon III/A berturut-turut. ”Jadi karier itu dimulai dari Camat Tugu Semarang Barat, Semarang Selatan, Camat Banyumanik dan Camat Pedurungan,” katanya.

Atas dedikasinya dalam pendidikan tersebut, Kukuh diganjar penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan IPK cumlaude. (hid/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Betonisasi Jalan Patimura Rp14,3 M

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Salatiga melakukan peningkatan kualitas jalan di sepanjang Jalan Patimura. Mulai dari pertigaan Jalan Yos...

Kuota Kurang, Digelar PPDB Tahap II

SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap II. Pasalnya, kuota peserta didik baru...

Eks TKI Dibekali Keterampilan

WONOSOBO - Desa Lipursari, Kecamatan Leksono, dikenal sebagai desa dengan jumlah TKI cukup banyak. Kini, ketika sejumlah warganya telah kembali dari perantauan, keinginan untuk...

Senang Ketemu Banyak Pejabat

Nama Ogut memang terkenal di gedung Korpri Kota Salatiga. Pria yang bernama lengkap Agus Ahmad Wahyudi ini kesehariannya bertugas menangani perizinan penggunaan atau sewa...

Guru Harus Jadi Pelopor Anti Hoax

AKHIR -akhir ini masyarakat sedang menghadapi bahaya laten hoax melalui sosial media. kabar  hoax di sosial media cukup meresahkan masyarakat khususnya anak-anak sekolah. Selama...

Banyak Ditemukan Kandungan Zat Berbahaya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Keamanan pangan di Semarang perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks dan zat...